Sebanyak 108 item atau buku ditemukan

BUKU AJAR ISLAM DAN KEBHINNEKAAN

Kajian Praktis Model PSI-BK sebagai Daya Tangkal Radikalisme di Perguruan Tinggi

Buku ajar yang telah hadir di tangan pembaca ini merupakan produk hasil Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi yakni Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Prodi Pendidikan Sejarah dan STKIP Adzkia Padang yang bertindak sebagai Tim Peneliti Pengusul (TPP) dan Universitas Bung Hatta sebagai Tim Pengusul Mitra (TPM). Buku ajar merupakan sistem pendukung terlaksananya model PSI-BK dengan baik. Buku ajar dikembangkan isinya sesuai dengan RPS yang telah disusun dan divalidasi khusus oleh pakar. Buku ini berisi 6 bab yaitu gambaran bangsa arab sebelum Islam, gambaran bangsa arab setelah Islam, Islam dan radikalisme, sumbangan Islam untuk dunia, islamisasi di nusantara, tantangan baru Islam kekinian. Di dalam buku ajar ini setiap bab dilengkapi dengan pengantar, langkah-langkah pembelajaran, peta konsep dan capain pembelajaran yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan umum dan keterampilan khusus serta rangkuman dan soal diskusi serta tindak lanjut penugasan terstruktur yang telah dilengkapi dalam buku ajar ini. Buku Ajar ini adalah solusi bagi mahasiswa dan peminat umum lainnya dalam memperkaya khasanah, keilmuan, keislaman dan kebhinnekaan dalam kehidupan yang penuh keprihatinan.

Buku ajar yang telah hadir di tangan pembaca ini merupakan produk hasil Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi yakni Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Prodi Pendidikan Sejarah dan STKIP Adzkia Padang yang bertindak sebagai Tim ...

BUKU MODEL PEMBELAJARAN SEJARAH ISLAM BERBASIS KEBHINNEKAAN (PSI-BK)

SEBAGAI DAYA TANGKAL RADIKALISME DI PERGURUAN TINGGI

... dalam pendidikan dan praktek berkewarganegaraan, dan(c) perubahan dari mengejar pertumbuhan ekonomi ke perkembangan kemanusiaan untuk menciptakan keadilan sosial dengan senantiasa menggerus ketimpangan dengan pemerataan.

METODOLOGI PENELITIAN; KAJIAN TEORITIS DAN PRAKTIS BAGI MAHASISWA

Buku ini merupakan hasil kerja kolaboratif antar dosen dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia, buku ini dibagi dalam 11 bab dan kemudian setiap individu dosen menulis satu bab buku, sehingga setiap penulis akan fokus terhadap bab yang menjadi tanggung jawabnya, sehingga diharapkan akan lahir hasil karya buku ini yang lebih berkualitas.

... Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada tahun 2014, dan saat ini sedang
menempuh program Doktor (S3) melalui Beasiswa MORA Kementerian Agama
di UIN STS Jambi pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

Manajemen Talenta ASN (Kementerian Hukum dan HAM)

PRAKATA Profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga saat ini masih sering dipertanyakan dan bahkan kerap diragukan. Masyarakat masih beranggapan bahwa ASN identik dengan sikap “suka-suka”, tidak kompeten, arogan, kurang melayani, dan sederet stigma negatif lainnya. Jika kita mencermati, sistem manajemen kinerja ASN yang diterapkan di beberapa instansi, ternyata juga masih belum maksimal. Alokasi anggaran untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di instansi pemerintahan, faktanya masih tergolong minimalis. Lantas, apa yang bisa kita lakukan bersama? Apakah ASN yang smart dan profesional hanya akan menjadi impian belaka? Tentu tidak! Karena perbaikan tidak harus selalu dimulai dari atas ke bawah, tidak pula harus menunggu sistem manajemen sumber daya ASN terbangun dengan baik. Perbaikan nyatanya dapat dimulai dari suatu langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama. Oleh insan progresif yang identik dengan idealisme dan energinya yang menggelora, ialah para ASN Muda. Tulisan dalam buku ini dapatlah dikatakan sebagai sebuah ikhtiar, untuk memenuhi panggilan perubahan. Meski, mungkin masih jauh dari kesempurnaan, buah pemikiran yang tertuang dalam untaian tulisan, diharapkan mampu menjadi kristal keabadian. Bukti bahwa ASN Muda memiliki kesamaan semangat untuk berjuang. Manajemen talenta terasa sangat pas untuk menjadi tema. Inovasi yang telah terwujud dalam suatu produk hukum ini, telah sering mewarnai ruang-ruang diskusi. Namun, tak lengkap rasanya jika belum diwujudkan dalam kajian aktivitas literasi. Tentu kami menyadari, bahwa karya ini masih perlu untuk dikiritisi. Dengan penuh kerendahan hati, kami sampaikan selamat menikmati. Salam Tim Kemenkumham Muda

Namun, tak lengkap rasanya jika belum diwujudkan dalam kajian aktivitas literasi. Tentu kami menyadari, bahwa karya ini masih perlu untuk dikiritisi. Dengan penuh kerendahan hati, kami sampaikan selamat menikmati. Salam Tim Kemenkumham Muda