Sebanyak 638 item atau buku ditemukan

Reading the Past

Ancient Writing from Cuneiform to the Alphabet

Contains six previously published titles brought together in a single volume.

Contains six previously published titles brought together in a single volume.

Reading and Writing in Science

Tools to Develop Disciplinary Literacy

Engage your students in scientific thinking across disciplines! Did you know that scientists spend more than half of their time reading and writing? Students who are science literate can analyze, present, and defend data – both orally and in writing. The updated edition of this bestseller offers strategies to link the new science standards with literacy expectations, and specific ideas you can put to work right away. Features include: A discussion of how to use science to develop essential 21st century skills Instructional routines that help students become better writers Useful strategies for using complex scientific texts in the classroom Tools to monitor student progress through formative assessment Tips for high-stakes test preparation

The updated edition of this bestseller offers strategies to link the new science standards with literacy expectations, and specific ideas you can put to work right away.

Kepemimpinan Pendidikan

Buku dengan judul Kepemimpinan Pendidikan merupakan buku ajar yang disusun sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa. Buku ini diterbitkan sebagai sumber referensi dan pedoman belajar bagi mahasiswa yang sedang memprogramkan mata kuliah Manajemen Pendidikan. Pokok-pokok bahasan dalam buku ini mencakup: 1) Konsep-konsep Dasar Kepemimpinan; 2) Syarat-syarat dan Prinsip Kepemimpinan; 3)Kepemimpinan dan Manajemen; 4) Pendekatan dan Model-model Kepemimpinan; 5) Tipe dan Gaya Kepemimpinan; 6) Pengembangan/pembinaan Organisasi; 7) Peran dan Fungsi Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Pendidikan; 8) Pemimpin Pendidikan yang Efektif; 9) Praktek Kepemimpinan

Buku dengan judul Kepemimpinan Pendidikan merupakan buku ajar yang disusun sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa.

Teknik Percobaan dalam Genetika Molekuler

Pemahaman mahasiswa tentang biologi dan genetika molekul sangat bergantung pada paparan teknik-teknik utama yang mendasari bidang ilmu biologi yang berkembang pesat ini. Di lain pihak, kegiatan praktikum perlu diselaraskan dengan kondisi laboratorium di Indonesia pada umumnya. Oleh karena itu, penulis berupaya menuliskan penuntun praktikum yang dapat dipraktikkan dan meningkatkan pemahaman materi kuliah mahasiswa. Penuntun ini telah digunakan oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang mengambil mata kuliah Rekayasa Genetika atau Genetika Mikrob sejak 1992 sampai sekarang. Selain itu buku ini juga digunakan pada Pelatihan Internasional “Molecular Techniques in Microbial Diversity” di SEAMEO, Biotrop; dan kini secara rutin merupakan Penuntun Praktikum Teknologi DNA di Fakultas Teknobiologi, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta.

Pemahaman mahasiswa tentang biologi dan genetika molekul sangat bergantung pada paparan teknik-teknik utama yang mendasari bidang ilmu biologi yang berkembang pesat ini.

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Dakwah IAIN Pontianak Tahun 2017

Revitalisasi Dakwah Pinggiran: Penguatan Profesionalitas Da’i dan Infrastruktur Dakwah

Nawacita Pemerintah Republik Indonesia 2014-2019, sesungguhnya sangat menarik untuk dikembangkan dalam dakwah Islam. Mengingat kondisi umat Islam saat ini di Indonesia yang cenderung menurun secara kuantitas, bahkan mungkin juga kualitasnya. Sembilan point yang diprioritaskan dalam ‘Nawacita’ pemerintah, pada dasarnya merupakan point-point yang harus menjadi perhatian umat Islam. Salah satu point penting dalam program ini adalah point ke-3, yaitu: “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan”. Terkait dengan masalah dakwah, “Dakwah Pinggiran” adalah sebuah konsep dakwah yang berorientasi pada aksi nyata di masyarakat yang sulit dijangkau. Kata “Pinggiran” di sini dikonotasikan dalam dua makna, yaitu: pertama makna yang bersifat geografis dan kedua makna yang bersifat sosiologis. Secara georafis, umat Islam tersebar di mana-mana, bahkan lebih banyak yang berada di pelosok desa. Akan tetapi sampai sejauh ini, keberadaan mereka belum tersentuh oleh para da’i profesional dan infrastruktur yang baik. Sementara secara sosiologis, tidak sedikit umat Islam yang terpinggirkan di tengah gemerlapnya kehidupan perkotaan. Akibatnya, banyak umat Islam di Indonesia yang mengalami proletarianisme secara sistematis terstruktur. Angka statistic dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 menunjukkan bahwa dalam kurun waktu per-sepuluh tahun, prosentase umat Islam Indonesia turun rata-rata 1,14 % dalam 30 tahun terakhir. Hal ini tidak sejalan dengan pertumbuhan penduduk Indonesia yang rata-rata sebesar 1,49 % pertahun. Kondisi ini diperparah oleh masifnya gerakan stigmatisasi Islam dari berbagai penjuru dunia, yang menempatkan Islam sebagai “common enemy” yang harus dibasmi. Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di Negara-negara Eropa (yang penduduknya banyak yang mengalami Islamophobia), justru pertumbuhan umat Islam meningkat luar biasa. Seperti dilansir oleh Oasemuslim.com, bahwa pada tahun 2010 total penduduk Muslim di Eropa mencapai 6% dari 3 dekade sebelumnya (1990) yang hanya 4% saja. Bahkan diproyeksikan akan bertambah menjadi 8% lebih pada tahun 2030 mendatang. Ironisnya, Indonesia yang dikenal sebagai Negara Muslim terbesar dunia, justru mengalami penurunan dalam kuantitasnya. Persoalan penurunan kuantitas ini, bukan tidak mungkin disebabkan oleh degradasi atau sekadar stagnasikualitas para da’i/daiyah yang terjadi di dalam, sehingga dakwah Islam tidak berkembang dengan baik di negeri ini. Sehingga, hal ini perlu diselesaikan segera oleh umat Islam, baik secara individu maupun secara kelembagaan. Dalam rangka mengangkat kembali posisi umat Islam di mata dunia dan masyarakat Indonesia, diperlukan sebuah upaya bersama yang sistematis dan terstruktur. Cara yang ditawarkan di sini terdiri dari 2 (dua) hal, yaitu: 1) menguatkan profesionalitas Sumber Daya Insani para Da’I/Daiah; dan, 2) membangun infrastruktur dakwah secara layak dan tertata.

Barat dalam Pengumpulan Dana Umat Berdasarkan ayat di atas, zakat menjadi
sebuah kewajiban bagi umat Islam. Landasan di atas sudah jelas agar kita bisa
mengeluarkan harta untuk ketentraman jiwa dan kebersihan harta. Harta yang ...

Matematika Ekonomi

Pertama-tama penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan anugerah dan kesehatan sehingga penulis bisa menyelesaikan penyusunan buku ini dengan baik. Secara garis besar, buku ini berisi uraian mengenai penerapan konsep matematika dalam bidang bisnis dan ekonomi. Materi dalam buku ini disusun berdasarkan rencana kuliah matematika ekonomi selama satu semester. Setiap bab diawali dengan model-model matematika murni, kemudian penerapan-penerapan model matematika tersebut dalam kegiatan ekonomi, beberapa materi yang dibahas dalam buku ini antara lain : konsep-konsep dasar matematika, teori himpunan, bilangan, pangkat, akar dan logaritma, deret, berikut penerapan dalam kegiatan ekonomi seperti analisis perkembangan usaha, teori nilai waktu uang dan pertumbuhan penduduk. Kemudian materi tentang fungsi linier dan fungsi non-linier serta penerapannya dalam kegiatan ekonomi seperti fungsi permintaan, fungsi penawaran, keseimbangan pasar, fungsi biaya, fungsi penerimaan dan fungsi produksi. Penulis menyadari bahwa buku ini tidak akan pernah selesai tanpa bantuan dari banyak pihak. Tentu saja, penulis mengucapkan terima kasih yang setulus hati kepada mereka. Penulis juga menyadari buku ini masih jauh dari kesempurnaan. Akhir kata, penulis berharap agar buku ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan dosen, peneliti, dan pihak yang berkepentingan dalam mengembangkan Matematika Ekonomi.

Teori Ekonomi biasanya dinyatakan dalam bentuk kualitatif, misal “Jika harga
produk naik, maka jumlah permintaan turun”. Teori ekonomi tidak memberikan
ukuran angka (numerik), jumlah barang, ahli matematika ekonomi merumuskan ...

MAQASHID AL-QUR’A

Maqa>s}id al-Qur’a>n menjadi mata kuliah yang cukup urgen dalam prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) maupun Swasta. Karena proses penafsiran yang mengabaikan dimensi ‘maqa>s}id’ (tujuan atau sesuatu yang dinyatakan teks secara implisit maupun eksplisit) sama dengan memperlakukan teks al-Qur’an sebagai teks yang mati tanpa ruh. Sebab teks selalu terbentuk dalam ruang-ruang sosial dan diskursus-wacana (khit}a>b) yang kompleks. Tugas penafsir bukan hanya mampu manggali makna harfiyah teks, tetapi mampu menangkap ‘maksud’ yang melampaui apa yang dikatakan teks (al-mant}u>q bih). Maka dengan menggali dimensi maqa>s}id, penafsiran al-Qur’an akan menjadi hidup, produktif dan dinamis, sehingga tidak terkungkung dalam bingkai tekstualisme. Jargon al-Qur’an sebagai kitab yang shalih likulli zama>n wa maka>n, relevan pada setiap waktu dan tempat, menuntut kreativitas penafsir untuk melakukan pembaharuan pemahaman agama dalam menghadapi tantangan perubahan, melalui proses ijtihad kreatif. Sebab sikap mengabaikan kriteria rasional dan kebutuhan terhadap keselarasan antara pemahaman keagamaan dan kesimpulan rasional merupakan pelanggaran terhadap tanggung jawab agama. Masalahnya adalah bagaimana seorang mufassir dapat menjaga sikap moderasi dalam menafsirkan teks? Di sinilah eksistensi Maqa>s}id al-Qur’a>n akan menemukan relevansinya

era Antara maqa>s}id al-shari>'ah dengan maqa>s}id al-Qur'a>n terdapat hubungan umum dan khusus, al-Qur'an sebagai ... alh}ukm) dari maqa>s}id al-shari>'ah adalah al-Qur'an.45 Namun kajian maqa>s}id al-shari>'ah di bawah payung ilmu ...