Manusia adalah makhluk yang cerdas. Dengan akal, manusia mampu mengembangkan kemampuan manusia yang spesifik, yang meliputi kreativitas, rasa dan karsa. Dengan akalnya, kemampuan berbicara dapat menjadi kemampuan berbicara dan berkomunikasi. Manusia mampu menciptakan dan menggunakan simbol dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Ernst Cassirer menyebutnya sebagai animal symicum. Manusia selalu bertanya karena didorong oleh rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu manusia terpuaskan ketika manusia memperoleh pengetahuan yang benar tentang hal-hal yang dimaksud. Dalam sejarah perkembangannya, ternyata manusia selalu berusaha untuk memperoleh pengetahuan yang benar atau yang secara singkat bisa disebut dengan kebenaran. Manusia selalu berusaha untuk memahami, memperoleh, dan menggunakan kebenaran untuk kehidupannya. Tak salah jika satu sebutan lagi diberikan kepadanya, yaitu manusia sebagai makhluk pencari kebenaran. Filsafat sering dianggap sebagai ilmu yang abstrak, padahal sebenarnya filsafat sangat dekat dengan manusia. Filsafat itu sendiri adalah upaya untuk memahami atau memahami dunia dari segi makna dan nilai-nilainya. Bidang studi sangat luas dan mencakup keseluruhan sejauh yang dapat dijangkau oleh pikiran.
Buku mikro konseling ini merupakan sesuatu yang dipandang baru dalam dunia pendidikan Konselor Universitas Syiah Kuala. Buku ini telah disesuaikan dengan proses konseling serta profesi Konselor di sekolah. Meskipun buku-buku tentang keterampilan konseling sudah banyak ditulis oleh pakar-pakar yang ahli dibidangnya seperti Allen E.Ivey, Char Les C. Thomas, Brammer, dan pakar lainnya. Namun mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam mencari referensireferensi yang dapat memudahkan mereka memahami konsep teori tentang keterampilan-keterampilan konseling. Selain itu, mereka juga memerlukan buku yang dapat dijadikan bahan dalam berlatih baik di kelas maupun di laboratorium.