Sebanyak 883 item atau buku ditemukan

Sebuah pemikiran model pendidikan kecakapan hidup

hasil telaah penyelenggaraan life skills tahun 2002-2006

Pengolahan Kolagen dari Kulit Ikan Nila

Kolagen adalah protein alami yang terdapat pada hewan vertebrata dan invertebrata. Kolagen diibaratkan sebagai lem yang menyatukan tubuh manusia secara bersamaan. Fungsi kolagen di antaranya adalah sebagai bahan untuk melindungi tulang dan dan cairan sinovial supaya tidak rusak dan juga sebagai bahan untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang. Kolagen tidak toksik dan tidak mempunyai efek samping sehingga sangat baik digunakan dalam farmasi sebagai bahan nonsteroid dan anti-inflamasi. Di bidang industri, kolagen digunakan sebagai bahan tambahan pada pembuatan produk perawatan rambut, wajah dan tubuh seperti sampo, kondisioner, sabun, body lotion, dan kosmetik lainnya. Buku ini berisi informasi seputar teknologi produksi kolagen ikan, manfaat, fungsi, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan produksi kolagen dari kulit ikan nila. PENEBAR SWADAYA

Kolagen adalah protein alami yang terdapat pada hewan vertebrata dan invertebrata.

Social, Economic and Cultural Rights

An Appraisal of Current European and International Developments

Together, the contributions to this book cover the most important international and European arrangements for the implementation and enforcement of social, economic and cultural rights, thus providing the reader with a comprehensive overview of the current situation in each of these settings. This overview is complemented by a number of essays looking at various national approaches to social and economic rights.

It has carefully taken steps to strengthen its authority when the time appeared
right, i.e. when the measures taken were acceptable to States parties. It has
made it clear that it exercises its 'monitoring' functions primarily to benefit the
people, ...

Giving Meaning to Economic, Social, and Cultural Rights

The Universal Declaration of Human Rights, arguably the founding document of the human rights movement, fully embraces economic, social, and cultural rights, as well as civil and political rights, within its text. However, for most of the fifty years since the Declaration was adopted by the General Assembly of the United Nations, the focus of the international community has been on civil and political rights. This focus has slowly shifted over the past two decades. Recent international human rights treaties—such as the Convention on the Rights of the Child and the Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women—grant equal importance to protecting and advancing nonpolitical rights. In this collection of essays, Isfahan Merali, Valerie Oosterveld, and a team of human rights scholars and activists call for the reintegration of economic, social, and cultural rights into the human rights agenda. The essays are divided into three sections. First the contributors examine traditional conceptualizations of human rights that made their categorization possible and suggest a more holistic rights framework that would dissolve such boundaries. In the second section they discuss how an integrated approach actually produces a more meaningful analysis of individual economic, social, and cultural rights. Finally, the contributors consider how these rights can be monitored and enforced, identifying ways international human rights agencies, NGOs, and states can promote them in the twenty-first century.

This book was inspired by a conference celebrating the tenth anniversary of the
International Human Rights Programme at the Faculty of Law, University of
Toronto. The 1998 conference, entitled ''Linking the Domestic and the
International: ...

Sausapor Saksi Sejarah Perang Dunia II di Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat

Buku ini berisi mengenai sejarah perang dunia ke-2 yang terjadi, dalam hal ini di Sausapar, yang sekarang termasuk dalam wilayah Kabupaten Tambrauw. Daerah itu merupakan salah satu tempat yang dijadikan basis pertahanan Sekutu untuk melawan Jepang, yang pada waktu itu juga berada dalam wilayah Sarong. Dimana Sausapar dahulunya termasuk dalam wilayah Sarong (disebut sebagai tanah besar, karena wilayah kekuasaan Sarong yang cukup luas), sehingga Jepang melakukan penjajahan terhadap masyarakat setempat hingga ke Sausapar. Sausapar juga dipandang sebagai daerah strategis oleh Sekutu untuk membangun pangkalan udara di daerah tersebut agar dengan mudah melihat gerak-gerik melawan Jepang.

Keberanian Jepang untuk menyerang Pearl Harbour tentu ada kaitannya
dengan keberadaan Angkatan Perang Amerika di wilayah itu. Sebab, sebagian
dari Angkatan Perang Amerika telah terikat di Eropa. Pertahanan terkuat Amerika
di ...