Sebanyak 2560 item atau buku ditemukan

Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Hiwalah di Jorong Lareh Nan Panjang Kabupaten Tanah Datar

Pembaruan Pendidikan Islam

Perspektif Syekh Ibrahim Musa Parabek

Tersedia pada rak koleksi lantai 1.

  • ISBN 10 : 979 9767 64 4
  • Judul : Pembaruan Pendidikan Islam
  • Sub Judul : Perspektif Syekh Ibrahim Musa Parabek
  • Pengarang : Dra. Hj. Nuryanis, M.Ag.,  
  • Kategori : Pendidikan Islam
  • Penerbit : Penamadani
  • Klasifikasi : 2X7.3
  • Call Number : 2X7.3 DRA p
  • Bahasa : Indonesia
  • Penaklikan : xv, 207 hlm, 23 cm
  • Tahun : 2021
  • Halaman : 207
  • Ketersediaan :
    0001.22300654
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300653
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300652
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300651
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300650
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300649
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300648
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300647
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300646
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300645
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300644
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300643
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300642
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300641
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300640
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300639
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300638
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300637
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300636
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300635
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300634
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300633
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300632
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300631
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22300630
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar

PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN

endidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengem-bangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pendidikan Kewirausahaan dilaksanakan dengan menanamkan nilai-nilai kewirausahaan kepada peserta didik, nilai-nilai tersebut antara lain jujur, percaya diri, kreatif, kepemimpinan, inovatif, dan berani menanggung resiko. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari nilai-nilai pendidikan karakter. Sehingga pendidikan kewirausahaan menyumbangkan penanaman nilai-nilai pendidikan karakter yang pada akhirnya akan membentuk karakter bangsa, sesuai dengan tujuan dari pendidikan kewirausahaan yaitu untuk membentuk manusia secara utuh (holistik), sebagai insan yang memiliki karakter, pemahaman dan ketrampilan sebagai wirausaha. Penanaman nilai-nilai kewirausahaan melalui pendidikan kewirausahaan di semua jenjang pendidikan akan membentuk karakter wirausaha peserta didik, dan karena diimplementasikan mulai dari jenjang pendidikan terendah (PAUD) hingga tertinggi (Perguruan Tinggi) maka nilai-nilai kewirausahaan (yang termasuk nilai-nilai karakter) tersebut akan melekat kuat di benak dan hati peserta didik dan pada akhirnya peserta didik tersebut (sebagai generasi penerus bangsa) akan memiliki nilai-nilai karakter yang kuat dan pada akhirnya akan membentuk karakter bangsa. Buku ”Pendidikan Kewirausahaan Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa” hadir, membantu para mahasiswa, akademisi, birokrat, manajer pengembangan pendidikan pada khususnya dan para pembaca pada umumnya, dalam mendalami dan menanamkan nilai-nilai nilai-nilai pendidikan karakter, melalui pendidikan kewirausahaan. Buku ini memformulasikan cara praktis dan teoritis pendidikan kewirausahaan yang berbasis niliai-nilai karakter yang pada akhirnya akan membentuk generasi akan memiliki nilai-nilai karakter yang kuat dan pada akhirnya akan membentuk daya saing dan karakter bangsa. Penulis berharap, kehadiran buku revisi IV, ini dapat memberikan inspirasi dan urun rembuk, pada pemecahan, mencerdaskan, dan menjadi solusi terhadap berbagai permasalahan pendidikan. Semoga buku ini bermanfaat bagi kepentingan umat dan mendapat ridlo Allah SWT., Amin.

Pendidikan Kewirausahaan dilaksanakan dengan menanamkan nilai-nilai kewirausahaan kepada peserta didik, nilai-nilai tersebut antara lain jujur, percaya diri, kreatif, kepemimpinan, inovatif, dan berani menanggung resiko.

METODE PENELITIAN FENOMENOLOGI KAJIAN FILSAFAT & ILMU PENGETAHUAN Dilengkapi Contoh Tahapan Proses dan Hasil Penelitian

Studi fenomenologi pertama kali dipelopori oleh Edmund Husserl sekitar 1900-an, dalam tulisan yang berjudul Logical Investigati Peter Berger dan lain-lain dengan memasukkan ide dasar fenomenologi dalam pandangan eksistensialisme. Kemudian, studi fenomenologi berkembang dalam dua aspek kajian, yaitu fenomenologi sebagai filsafat yang mempelajari gejala-gejala atau apa saja yang tampak. Studi fenomenologi juga sebagai ilmu yang mempelajari gejala-gejala yang menampakkan kesadaran manusia. Pada masa awal perkembangan pengetahuan, penelitian hanya didekati dengan paradigma positivisme, namum Husserl berhasil melakukan studi pendekatan post-positivisme, khususnya pada bidang kajian fenomenologi, yaitu studi yang dimaksudkan untuk melaporkan pengalaman individu atau kelompok dengan cara mendeskripsikan pengalaman yang bersifat umum terhadap berbagai pengalaman hidup para informan terkait dengan konsep atau fenomena-fenomena.Suka atau tidak, melakukan studi fenomenologi dalam perspektif filfasat dan ilmu pengetahun bukan sesuatu yang mudah. Banyak hal yang harus dikaji dan dipersiapkan untuk memperoleh hasil yang baik, yaitu memahami fenomena tanpa dipengaruhi oleh latarbelakang apapun, baik dari sisi peneliti maupun informan sebagai subjek penelitian. Buku ini didesain khusus untuk membuat studi fenomenologi menjadi mudah, terutama bagi peneliti pemula (S-1), peneliti madya (S-2) maupun peneliti paripurna (S-3) dengan tetap mempertahankan esensi dari filsafat fenomenologi dan metode penelitian kualitatif sebagai satu-satunya pendekatan yang relevan.

Studi fenomenologi pertama kali dipelopori oleh Edmund Husserl sekitar 1900-an, dalam tulisan yang berjudul Logical Investigati Peter Berger dan lain-lain dengan memasukkan ide dasar fenomenologi dalam pandangan eksistensialisme.

Sejarah Pendidikan Islam

Sejarah pendidikan Islam merupakan cabang ilmu pengetahuan yang membahas tentang pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, baik dari segi konsep, ide, maupun lembaga penyelenggaranya. Berfokus pada kajian sejarah, objek dalam studi ini sama seperti kajian sejarah lainnya, yakni terdapat ruang dan waktu yang merupakan bagian penting dari penelitian sejarah. Pendidikan Islam berperan sebagai objek yang diteliti dengan bertumpu pada runtutan peristiwa atau kejadian yang ditulis menjadi suatu rangkaian kisah berdasarkan periode tertentu. Berbeda dengan buku sejenis, Sejarah Pendidikan Islam mengkaji sejarah pasang surutnya pendidikan Islam berdasarkan perkembangan Islam itu sendiri. Tidak hanya melihat perkembangan pendidikan Islam di dunia, namun di dalamnya juga dipaparkan secara komprehensif mengenai kondisi pendidikan Islam di Indonesia sejak masa kerajaan Islam, kolonial hingga reformasi. Selain itu, buku ini semakin kaya dengan adanya pengetahuan tambahan berupa informasi mengenai profil lembaga perguruan tinggi Islam tertua di dunia dan Indonesia, serta lembaga pendidikan pondok pesantren tertua di Jawa. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup

arun Nasution membagi sejarah Islam menjadi tiga periode, yaitu periode klasik (650-1250 periode pertengahan (12501800 M), dan periode modern (1800-sekarang).1 Yang dimaksud abad pertengahan adalah tahapan sejarah umat Islam yang ...

DESAIN KURIKULUM MERDEKA UNTUK ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DAN SOCIETY 5.0

Ada tiga tema bahasan yang ditulis dalam buku ini yaitu tentang (1) Kurikulum Merdeka, (2) Era Revolusi Industri 4.0 dan (3) Era Society 5.0. Menggabungkan ketiganya merupakan upaya yang membaikan bagi masyarakat pendidikan. Alasannya adalah bahwa Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang memberikan kemandirian bagi guru untuk berkreasi dan berinovasi mengimplementasikan sesuai kebutuhan dan kemampuan setiap satuan pendidikan. Era ini adalah era di mana alat berteknologi tinggi sudah menjadi kebutuhan. Alat yang banyak dikendalikan oleh teknologi di era Revolusi Industri 4.0 ini tidak lagi mahal dan berserakan di sekitar kita. Artificial Intelegent dalam bentuk aplikasi-aplikasi android misalnya menjadi barang biasa. E-commerce yang dahulu menjadi ekosistem kaum berada dan di perkotaan sekarang sudah digunakan oleh hampir seluruh mayarakat bahkan sampai pedesaan. Ini mengakibatkan pada terbuka lebarnya sebuah masyarakat baru yakni pengintegrasian kehidupan fisik dengan kehidupan siber dalam satu ekosistem. Tentu saja manusia tidak boleh dikontrol oleh teknologi yang diciptakannya. Manusia harus fully controlled terhadap teknologi ini sehingga muncul gagasan penciptaan Society 5.0. Masyarakat di era ini adalah mereka yang menjadikan ekosistem siber menjadi salah satu yang menyelesaikan banyak masalah kemanusiaan dari mulai ekonomi, kesehatan, pertanian, industri, komunikasi dan seterusnya. Semua aspek di dunia ini diselesaikan dengan cara siber namun tidak kehilangan kontrol manusia dan tujuannya untuk lebih memanusiakan manusia. Perubahan dunia ini dibaca oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia dengan melahirkan Kurikulum Merdeka. Secara prinsip Kurikulum Merdeka belum memiliki arah yang jelas tentang standarisasi pendidikan karena Kurikulum Merdeka memberikan kemandirian kepada sekolah untuk menciptakan atau memilih kurikulum sendiri. Sehingga buku ini menjadi tawaran menarik menjadi pilihan. Desain yang ditawarkan dalam buku ini adalah bagaimana Kurikulum Merdeka diracik dalam upaya bagaimana alat-alat teknologi ala revolusi industri 4.0 ini menjadi bagian penting dalam pendidikan di Indonesia. Tujuan akhir dari pemahaman alat ini agar masyarakat Indonesia bisa beradaptasi dan menjadi pengguna serta pencipta alat-alat teknologi untuk kepentingan masyarakat era 5.0. Jika cara ini tidak segera diinfiltrasi dalam dunia pendidikan maka akan sulit sekali bangsa Indonesia mengejar ketertinggalan. Jadi, buku ini merupakan panduan bagi sekolah yang ingin memahami ekosistem pendidikan sebagai persiapan masa depan yang maju seperti negara-negara industri lainnya. Visi Indonesia Emas 2045 harus disiapkan oleh dunia pendidikan, karena dunia inilah yang menjadi ujung tombak peningkatan kualitas bangsa. Jika pendidikan didesain biasa-biasa saja, maka dapat dipastikan Indonesia akan menjadi bangsa follower bukan trendsetter. Padahal, jika Indonesia hari ini sudah mengkampanyekan “Indonesia Maju”, maka tahap pertama yang harus diselesaikan oleh pemerintah adalah dunia pendidikan.

pembelajaran intrakurikuler yaitu Kegiatan pembelajaran intrakurikuler dirancang agar anak dapat mencapai kemampuan yang ... Alokasi waktu pembelajaran di PAUD usia 4 - 6 tahun paling sedikit 900 (sembilan ratus) menit per minggu.

Financial Engineering Pada Bumd Air Minum

Salah satu kebutuhan primer lain manusia selain sandang, pangan, dan papan adalah tersedianya air bersih. Namun, ketersediaan ini makin lama makin susah didapatkan. Dalam merespons urgensi ini, pemerintah daerah (Pemda) mendirikan sebuah perusahaan bernama Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) yang ada pada tiap kota/kabupaten. Tujuan dibentuknya PDAM adalah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat akan air bersih, meliputi penyediaan, pengembangan pelayanan sarana dan prasarana serta distribusi air bersih. Selain itu juga ikut serta mengembangkan perekonomian guna menunjang pembangunan daerah dengan memperluas lapangan pekerjaan, serta mencari laba sebagai sumber utama pembiayaan bagi daerah. Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PDAM memiliki tanggung jawab untuk selalu mampu memberikan kontribusi yang memadai sebagai pelayan masyarakat dan memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Buku ini berisi tentang pengkajian pengaruh manajemen pengetahuan, resources based, dan budaya organisasi terhadap kinerja organisasi sebelum (2013-2015) dan sesudah financial engineering (2016–2018). Kehadiran buku ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pembaca akan materi terkait. Financial Engineering Pada Bumd Air Minum ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.

Pramono, Nugroho Heri, (2013), Optimalisasi Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil Pada Bank Syariah Di Indonesia. ... International Journal of Scientific Research and Innovative Technology, 5 (2), 45-53. Raharjo, Eko .(2007).