Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Metode Penelitian Kualitatif Rekontruksi Pemikiran Dasar serta Contoh Penerapan Pada Ilmu Pendidikan, Sosial & Humaniora

Pangkal tolak dari kesalahan umum desain penelitian kualitatif berawal dari kesalahan dalam menetapkan tujuan penelitian. Para peneliti pemula sering terjebak pada pemahaman bahwa jenis penelitian kualitiatif hanya ‚Penelitian Deskriptif” dan tujuan penelitiannya untuk “mendeskripsikan”. Padahal, penelitian deskriptif hanya salah satu jenis dalam penelitian kualitatif, di antara jenis-jenis lainnya, misalnya: Penelitian Dasar, Penelitian Terapan, Penelitian Evaluasi, Penelitian Tindakan, Penelitian Partisipatif, Penelitian Dampak Sosial, Penelitian Eksplanatori, Studi Kasus, Penelitian Cross-sectional, Penelitian Longitudinal, Penelitian Deret Waktu (time series), Studi Panel, Studi Kohort, Penelitian Survey, Penelitian Nonrekatif, Penelitian Historis Komparatif, Studi Kepustakaan, dll.

Pangkal tolak dari kesalahan umum desain penelitian kualitatif berawal dari kesalahan dalam menetapkan tujuan penelitian.

METODE PENELITIAN FENOMENOLOGI KAJIAN FILSAFAT & ILMU PENGETAHUAN Dilengkapi Contoh Tahapan Proses dan Hasil Penelitian

Studi fenomenologi pertama kali dipelopori oleh Edmund Husserl sekitar 1900-an, dalam tulisan yang berjudul Logical Investigati Peter Berger dan lain-lain dengan memasukkan ide dasar fenomenologi dalam pandangan eksistensialisme. Kemudian, studi fenomenologi berkembang dalam dua aspek kajian, yaitu fenomenologi sebagai filsafat yang mempelajari gejala-gejala atau apa saja yang tampak. Studi fenomenologi juga sebagai ilmu yang mempelajari gejala-gejala yang menampakkan kesadaran manusia. Pada masa awal perkembangan pengetahuan, penelitian hanya didekati dengan paradigma positivisme, namum Husserl berhasil melakukan studi pendekatan post-positivisme, khususnya pada bidang kajian fenomenologi, yaitu studi yang dimaksudkan untuk melaporkan pengalaman individu atau kelompok dengan cara mendeskripsikan pengalaman yang bersifat umum terhadap berbagai pengalaman hidup para informan terkait dengan konsep atau fenomena-fenomena.Suka atau tidak, melakukan studi fenomenologi dalam perspektif filfasat dan ilmu pengetahun bukan sesuatu yang mudah. Banyak hal yang harus dikaji dan dipersiapkan untuk memperoleh hasil yang baik, yaitu memahami fenomena tanpa dipengaruhi oleh latarbelakang apapun, baik dari sisi peneliti maupun informan sebagai subjek penelitian. Buku ini didesain khusus untuk membuat studi fenomenologi menjadi mudah, terutama bagi peneliti pemula (S-1), peneliti madya (S-2) maupun peneliti paripurna (S-3) dengan tetap mempertahankan esensi dari filsafat fenomenologi dan metode penelitian kualitatif sebagai satu-satunya pendekatan yang relevan.

Studi fenomenologi pertama kali dipelopori oleh Edmund Husserl sekitar 1900-an, dalam tulisan yang berjudul Logical Investigati Peter Berger dan lain-lain dengan memasukkan ide dasar fenomenologi dalam pandangan eksistensialisme.