Sebanyak 117 item atau buku ditemukan

IMPLEMENTASI MANAJEMEN PESERTA DIDIK BERBASIS SEKOLAH DI SMPN 2 SUNGAYANG KABUPATEN TANAH DATAR

TERSEDIA PADA RUANG KARYA ILMIAH DI LANTAI 2

Zakat Perspektif Mikro - Mikro Pendekatan Riset

  • ISBN 13 : 9786020895024
  • ISBN 10 : 9786020895024
  • Judul : Zakat Perspektif Mikro - Mikro Pendekatan Riset
  • Pengarang : Nurul Huda,  
  • Kategori : Zakat
  • Penerbit : Kencana Prenada Media Group
  • Klasifikasi : 2x4.14
  • Call Number : 2x4.14 NUR z
  • Bahasa : Indonesia
  • Edisi : cet ke-1
  • Penaklikan : xi .; 21 cm
  • Tahun : 2015
  • Ketersediaan :
    0001.21806230
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21806229
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21806228
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21806227
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21806226
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21806225
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21806224
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21806223
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21806222
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21806221
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Al Ittijahatu Al haditsah Fi Tadrisi Al Lughah Al 'Arabiyah

Satu Kata Banyak Tawa

Menyandang predikat “gus” tapi nggak bisa memenuhi ekspek- tasi kapasitas dan kapabilitasnya, maka akan terlihat seperti kutu yang tumbuh besar dan nyaman di bulu indah kucing persia. Jadi, sekalipun orang menghormati kamu, itu bukan karena kamu sebagai kutu tapi karena kamu tumbuh besar di bulu kucing persia yang indah dan mahal harganya. Saya bakal ngajak kalian ngerasain gimana menyandang predikat “gus”, bagaimana paniknya ketika lagi enak-enak main futsal tiba-tiba dimintain tolong ngobatin gadis ababil kesurupan di tengah kerumunan orang, bagaimana ngadepin orang yang ngeyelnya bikin pusing pala Berbi, juga ketemu gadis salehah sesempurna Gita Gutawa dan seistimewa Cherrybelle namun ponsel kamu ketinggalan. Saya juga bakal ngajak kamu nyamar jadi Ninja Hatori di tengah malam untuk mencari cahaya oranye berasap di lorong gedung sekolah seperti uka-uka Dua Dunia, kemudian memecahkan teka-teki seperti Diego yang membantu Dora versi Jawa yang keponya setengah hidup, setelah itu masuk ke kandang preman terminal seperti anak IPS masuk ke Fakultas Kedokteran. Dengan kisah-kisah kehidupan yang saya alami sebagai gus yang baik, tidak sombong, dan rajin menabung, saya resmi mengundang kalian untuk memaknai setiap kisah dengan berjuta makna, berjuta hikmah, dan berjuta tawa. Mari kita berangkat dengan kendaraan bernama tawa dan jalur bernama ibadah untuk tujuan bernama Islam. Islam itu indah, tertawa ibadah. Beribadah dengan tawa, senyum berpahala. Bismillahirrahmanirrahim. Untuk kelancaran perjalanan kita, Al-Fatihah.

Menyandang predikat _gus_ tapi nggak bisa memenuhi ekspek- tasi kapasitas dan kapabilitasnya, maka akan terlihat seperti kutu yang tumbuh besar dan nyaman di bulu indah kucing persia.

Doakan, Jangan Duakan

Berbicara masalah cinta tak akan pernah habis. Setiap orang punya cara dan sudut pandang sendiri dalam melihat cinta. Lalu bagaimana Islam menjawab berbagai masalah cinta? Bagaimana pula Islam menyembuhkan rasa sakit setelah kehilangan dan mengikhlaskan? Islam adalah agama yang damai dan penuh kasih sayang. Allah begitu menyayangi hamba-Nya hingga tak mau melihat hambanya bersedih karena hal apa pun, salah satunya adalah sakit hati. Dengan beberapa kisah nyata saya mencoba menjawab permasalahan tersebut melalui sudut pandang Islam rahmatan lil 'alamiin. Mari melihat cinta sebagai rahmat agar dapat saling mencintai dengan ramah.

Berbicara masalah cinta tak akan pernah habis.

Krisis kepemimpinan bangsa di mata mahasiswa

Students' perspective on Indonesian political leadership.

... untuk melangsungkan proyek pembangunanisme berhasil mempengaruhi
perilaku politik mahasiswa (Nasikun, 1995). ... kohesivitas sosial mahasiswa
yang ditandai oleh pemisahan ideologis antara organisasi intra dan ekstra
kampus.