Sebanyak 12 item atau buku ditemukan

Kuliah Ilmu Dakwah: Pendekatan Tafsir Tematik

Dakwah Islam amar ma'ruf nahi mungkar adalah kewajiban setiap muslim dan kewajiban dakwah Islam harus tetap dilaksanakan seiring dengan perkembangan zaman dan kompleksitas permasalahan dakwah yang sedang dan akan dihadapi. Semakin tinggi tingkat kompleksitas problematika dakwah, semakin tinggi pula kebutuhan tenaga Da'i yang profesional dengan segala kompetensinya yang memadai. Berhasil tidaknya dakwah sangat ditentukan oleh kompetensinya para Da'i, baik secara substansi maupun metodologis, serta keterampilan mengaplikasikan metode dakwah. Di sinilah letak urgensinya belajar tentang dakwah. Oleh karena itu, masyarakat Islam secara umum dan para muballig/Da'i secara khusus, harus memahami tentang dakwah agar dapat melaksanakan tugas dakwah dengan baik dan efektif. Isi buku ini secara garis besar membahas mengenai pengantar dakwah dan sistematika dakwah. Sistematika dakwah memuat sejarah, pengertian, hukum, dan hakekat dakwah. Sistematika dakwah memuat sembilan poin, yakni subjek, obyek, tujuan, metode, materi, manajemen, sarana, media, dan dana dakwah. Pada bab terakhir penulis memberikan contoh Gerakan Dakwah dan Jamaah Dakwah (GDJD) yang menjadi ikon gerakan Muhammadiyah di akar rumput.

... sasaran pokok para da'i dalam berdakwah adalah penyakit masyarakat, yang
dimaksudkan di sini adalah penyakit yang terkait dengan aqidah, ibadah, akhlak,
mu'āmalah dan berbagai prilaku yang mażmūmah, dan karakteristik yang tidak ...

Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam Kontemporer Edisi Pertama

Buku Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam Kontemporer, yang ada di tangan pembaca ini mengupas bagian-bagian penting pemikiran-pemikiran tokoh ekonomi Islam kontemporer dan diperuntukkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran yang terkait dengan isu-isu ekonomi Islam, khususnya matakuliah sejarah pemikiran ekonomi Islam kontemporer. Pembahasan dalam buku ini dibagi dalam sebelas bab. Islam memosisikan kegiatan ekonomi sebagai salah satu aspek penting untuk mendapatkan kebahagiaan (falah), sebab tujuan akhir kegiatan ekonomi Islam adalah sebagaimana tujuan syariat Islam itu sendiri (maqashid asy-syariah), yaitu kebahagiaan di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, motif ekonomi dalam Islam merupakan ibadah. Maka, kegiatan ekonomi harus dikontrol dan dituntun agar sejalan dengan ajaran Islam secara keseluruhan (kaffah). *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)

Huda Effendi, Liberalisasi Teologi Islam; Membangun Teologi Damai dalam
Islam. Yogyakarta: Alenia. ... 2015. Zakat; PerspektifMikro-Makro Pendekatan
Riset. Jakarta: PrenadaMedia Group. Hulwati, 2009. Ekonomi Islam. Jakarta:
Ciputat ...