Sebanyak 536 item atau buku ditemukan

Al-Qadiriyah dan dilema Gununbg Balak : studi kasus pesantren dan pengembangan masyarakat

Profesi ini juga merupakan keahlian yang bersifat turun-temurun yang kini mulai
dibekali dengan ilmu pengetahuan modern.Pihak Puskesmas telah menatar
mereka tentang kebidanan. Bagi masyarakat tradisional seperti Srikaton ini,
dukun bayi merupakan "dokter" penolong kelahiran di samping perawatan dan
pengobatan yang berhubungan dengan penyakit bayi. Di samping itu ada juga
pekerja-pekerja lain di desa ini, seperti guru, pegawai negeri dan pamong desa
yang ...

Meningkatkan penelitian dan pengembangan kesehatan untuk menunjang pembangunan nasional

proceeding Lokakarya II Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ciloto, 24-26 Juli 1990

Proceedings of a workshop on research and development in health.

Survei kesehatan gigi pada Sekolah Dasar UKGS tahap l, ll, lll di wilayah Jakarta
Utara 1984. 21. ... Tingkat pengetahuan, perilaku dan tindakan murid SD UKGS
terhadap pemeliharaan kesehatan gigi di Pati, Cilangkap dan Magelang. Beban
 ...

Sejarah perkembangan selawat talam sebagai kesenian Islam yang berasal dari sastra Arab dan peranannya sebagai media dakwah dan konunikasi [i.e. komunikasi] pembangunan di Kotamadya Padang

laporan penelitian

Study on selawat talam, its history of development and use as way of spreading Islam and communication in Padang, West Sumatra, Indonesia.

Study on selawat talam, its history of development and use as way of spreading Islam and communication in Padang, West Sumatra, Indonesia.

Remaja Doyan Nonton (Seri Penuntun Remaja)

Ada larangan seperti ini, "Hei, nggak boleh nonton film! Nggak baik, bikin otak elo rusak, tuh!"atau "Ngapain nonton-nonton?! Film, tuh banyak mudaratnya ketimbang benernya!" Boleh jadi, banyak di antara kamu yang mengamini pendapat ini. Budaya tontonan seringkali diapresiasi negatif, lebih banyak merusak dibandingkan membawa manfaat. Pertentangan seperti ini sah-sah saja sebenarnya, siapa yang benar tidaklah terlalu penting. Yang jadi soal terletak pada, "mampu nggak kita membuat tandingannya?" Kalo film yang banyak kita tonton nggak baek, jawab dengan cerdas. Bikin karya, dong! Lawan karya yang tidak baik dengan karya yang baik --yang unggul. Bukan cuma ngecap doang. Ayo, nonton dengan cerdas, dan buktikan kalau kita juga bisa bikin karya! [Mizan, DAR Mizan, Cerita, Remaja]

Ada larangan seperti ini, "Hei, nggak boleh nonton film!