... mengingat jaminan - jaminan seperlunya . ( 3 ) Cukup jelas . ( 4 ) Dalam mengawasi dan membimbing tenaga kesehatan baik yang berwenang maupun yang tidak berwenang perlu diadakan peraturan - peraturan yang mem- punyai ancaman hukuman ...
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan gambaran jumlah kematian ibu yang terkait dengan masa kehamilan, persalinan dan nifas. AKI adalah salah satu indikator untuk menggambarkan pencapian pembangunan suatu negara melalui Human Development Index (HDI)/ Indeks Pembangunan Manusia (IPM) (Prasetyawati, 2012). Kematian ibu merupakan masalah besar, khususnya di negara berkembang yang mencapai 98–99% Keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya atau kegawatdaruratan kebidanan akan berlanjut terhadap keterlambatan dalam pengambilan keputusan untuk mencari pertolongan. Keterlambatan tersebut dapat terjadi pada penolong persalinan (bidan) dan keluarga ibu . Disamping itu, keterlambatan dalam pengambilan keputusan kemungkinan dapat disebabkan karena pengaruh budaya yang ada di suatu daerah, yaitu pengambilan keputusan berada di tangan keluarga sehingga ibu tidak memiliki kekuatan untuk mengambil keputusan sendiri terhadap status kesehatan dan keselamatan dirinya. Di beberapa daerah menganut pola keturunan matrilinear, proses pengambilan keputusan menjunjung musyawarah untuk mencapai mufakat. Suami dalam membuat keputusan merujuk ibu ke rumah sakit harus melalui tahapan berunding dahulu dengan orang tua, mertua, mamak dan sanak saudara lainnya. Semua keputusan berada di tangan suami dan mamak serta orang tua. Sehingga membutuhkan waktu lama untuk memberikan keputusan merujuk.
Malo , M " Penelitian kualitatif atau kuantitatif , bertentangan atau saling mengisi "
, Jurnal Penelitian Sosial , Jakarta : F.I.I.S. - U.1 . , 1981 : 15-12 Soekanto ,
Soerjono .. Pengantar Penelitian Hukum , Jakarta : Ghalia Indonesia , 1982 .
Hal yang menarik dan perlu mendapat perhatian adalah, dari seluruh penelitian
yang dianalisis, tidak ditemukan satupun penelitian dengan kelompok sasaran “
wanita remaja”. Dalam penelitian yang mempunyai kelompok sasaran “remaja” ...
We spend about one third of our lives asleep—but we still feel tired. Without a good eight hours, we end up head-bobbing at work and drinking enough coffee to fuel a jet!This book addresses the surprisingly complex issue of sleep in easy-to-tackle steps. This exhaustive guide brings shuteye within reach as it explains how to: Pay back a sleep debt Nap without throwing off nighttime rest Deter disturbing dreams Handle a sleepwalker (or night-eater!) Take a bite out of teeth grinding, and more! It’s usually not a good thing for a book to put you to sleep. But this one-way ticket to dreamland will help you go from counting sheep to fast asleep!
Without a good eight hours, we end up head-bobbing at work and drinking enough coffee to fuel a jet!This book addresses the surprisingly complex issue of sleep in easy-to-tackle steps.