Sebanyak 40 item atau buku ditemukan

TRADISI UANG JAPUIK DALAM PERKAWINAN ADAT DI NAGARI BATU BASA KABUPATEN TANAH DATAR MENURUT FIQIH MUNAKAHAT

Antipati Terhadap Keterlibatan Suami Dalam Pekerjaan Rumah Tangga di Nagari Sariak Laweh Kabupaten 50 Kota menurut Perspektif fikih munakahat

Tersedia di Perpustakaan Utama Lantai 2 Ruang karya Ilmiah

Ilmu Fikih (Refleksi Tentang: Ibadah, Muamalah, Munakahat dan Mawaris)

Manusia modern cenderung melepaskan diri dari keterikatan dengan Tuhan (al-I’radh), untuk selanjutnya membangun tatanan yang berpusat pada manusia (al-qadariyah). Akibatnya, kehidupan manusia terdominasi oleh hipnotis atmosfer modernitas, yang pada gilirannya akan membuat manusia lengah dan tidak menyadari bahwa dimensi spiritualnya terdistorsi, sehingga tidak mengherankan jika akar spiritualtas tercabut dari panggung kehidupan global. Munculnya problem spiritual yang menimpa manusia modern bermula dari hilangnya visi keilahiyan (uluhiyah) yang disebabkan oleh ulahnya sendiri, yakni bergerak menjauh dari tuntunan Allah dalam mengatur kehidupan.Menurut Ibn Jauzi penyebab utama krisis keruhaniyan tersebut, berawal dari dua hal pokok, yaitu menjauh dari Allah (al-i’radh), dan menuhankan hawa nafsu (ittiba al-hawa) atau dalam istilah lain dikenal dengan istilah “memperturutkan syahwat”(Ittiba’ al-syahawat).

Manusia modern cenderung melepaskan diri dari keterikatan dengan Tuhan (al-I’radh), untuk selanjutnya membangun tatanan yang berpusat pada manusia (al-qadariyah).

ANALISIS PUTUSAN HAKIM TENTANG ISBAT NIKAH PERKARA NO. 2/Pdt.P/2019 DI PENGADILAN AGAMA SAWAHLUNTO DALAM PERSPEKTIF FIKIH MUNAKAHAT

Tersedia Pada Ruang Karya Ilmiah Lantai 2