Sebanyak 119 item atau buku ditemukan

Metode Penelitian Kepustakaan

Metodologi Penelitian Kepustakaan diterbikan untuk menjawab kelangkaan buku metodologi riset kepustakaan, yang menurut penulis penting dan mendasar, tetapi tampaknya luput atau mungkin diremehkan oleh para ahli metodologi. Buku ini terutama ditujukan kepada calon peneliti atau peneliti pemula, apa pun bidang disiplinnya.​

Tegasnya riset pustaka membatasi kegiatannya hanya pada bahan-bahan
koleksi perpustakaan saja tanpa memerlukan riset lapangan. Idealnya, sebuah
riset profesional menggunakan kombinasi riset pustaka dan lapangan atau
dengan ...

Metode Penelitian Sosial (edisi revisi)

Maka penelitian pada umumnya diawali dengan pernyataan yang dimulai dengan kata-kata: Mengapa, Apa, Siapa, KApan, DI mana ? Disingkat menjadi MASKADI Dalam bahasa Inggris ialah : Why, What, When, Where, Who. Disingkat 5W Suatu hal yang mengherankan adalah, mengapa di dalam bahasa inggris unsur who atau siapa diletakan di tempat paling belakang? Di dalam bahasa dan budaya Indonesia, unsur Siapa atau unsur “orang” yang menjadi penanggung hak dan kewajiban, mempunyai tempat yang penting. Maka di dalam tulisan ini Siapa ditempatkan di tengah-tengah. Perbedaan dalam pemikiran ini sudah biasa, karena budaya di Indonesia berbeda dengan keadaan di Amerika atau Eropa. Menurut penulis, maka manusia sebagai penanggung jawab hak dan kewajiban sangat menentukan dalam proses hubungan antar anggota masyarakat. Maka di dalam bahasa Indonesia “Siapa” ditempatkan di tengah. Mungkin perumusan Barat ini lebih sesuai untuk penelitian Ilmu Ekonomi. (Soedjito) Penulis buku ini adalah murid dan guru. Pengalaman guru ditambah dengan pengalaman murid. Pengalaman para guru yang diturunkan kepada guru penulis ini kemudian terakumulasi di dalam pengajarannya kepada para murid.Ditambah dengan pengalaman latihan penelitian yang dilakukannya kepada para mahasiswanya. Akumulasi baru terbangun ketika akumulasi pengalaman warisan ditambah pengalaman guru sendiri, kemudian ditambah pengalaman muritnya, maka muncullah konsep metodologi dengan gaya yang baru berbeda dengan gaya buku pengarang Barat yang dikutip kebanyakan penulis. Buku demikian yang penulis harapkan atas buku ini. (BAS)

Maka penelitian pada umumnya diawali dengan pernyataan yang dimulai dengan kata-kata: Mengapa, Apa, Siapa, KApan, DI mana ?

Metode Penelitian Sistem Informasi

Mengatasi Kesulitan Mahasiswa dalam Menyusun Proposal Penelitian

Buku ini disusun sebagai bahan ajar mata kuliah Metode Penelitian pada jenjang diploma dengan memperhatikan berbagai kesulitan yang dialami oleh mahasiswa dalam menyusun tugas akhir Karya Tulis Ilmiah (KTI). Semoga dengan kehadiran buku ini dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan sekaligus memudahkan bagi mahasiswa dalam menyususn proposal penelitian.

Semoga dengan kehadiran buku ini dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan sekaligus memudahkan bagi mahasiswa dalam menyususn proposal penelitian.

METODE PENELITIAN ILMU ADMINISTRASI

Buku dihadapan anda hanyalah bentuk manifestasi dari secuil harapan untuk membumikan aktivitas akademik, sekaligus pencerah yang mempertautkan antara ruang yang terkadang hampa dengan lingkungan alam yang tak terbatas dalam mem-bentangkan hakekat keilmuan, yang kesemuanya itu bersumber dari kekuasaan Allah Swt. Maka tidaklah berlebihan, jika buku yang berjudul: “METODE PENELITIAN ILMU ADMINISTRASI”, akan menjadi menarik bagi orang-orang yang memanfaatkan kemenarikannya itu.

Perlunya peneliti terikat pada fenomena lapangan yang diamati. Studi etnografi
perlu memperhatikan hubungan antara kenyataan lapangan dalam kaitannya
dengan sejarah dan konteks masa lalunya. Studi etnografi tidak dapat
melepaskan ...

Metode penelitian arkeologi

On archaeological research methods in Indonesia.

Unsur-unsur kepercayaan yang dianut individu atau kelompok masyarakat,
antara lain nama bangunan yang dijadikan sebagai pusat upacara dan tata cara
pelaksanaan upacara. 9. Pajak perdagangan atau pajak kerajinan. 10. Jenis-
jenis denda pelanggaran hukum. 11. Kesenian atau hiburan, dan lain-lainnya.
Dalam pengertian filologi, naskah adalah hasil tulisan tangan manusia pada
bahan-bahan yang lebih lunak, seperti kulit kayu, kulit, tulang, usus binatang,
kertas, daluwang ...

Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya Pemberdayaan

Panduan Bagi Praktisi Lapangan

Buku karya Britha Mikkelsen ini dapat dibaca sebagai mansukan alternatif mengenai metode penelitian model apa yang kiranya memadai dan dapat dipercaya dalam meneropong realitas masyarakat sedekat mungkin, yang pada gilirannya memberi arah pada kegiatan pembangunan masyarakat serta upaya-upaya pemberdayaannya secara tepat dan guna sasaran.Dari pengalaman beberapa dasawarsa terakhir menjadi nyatalah bahwa pendekatan kebijakan dari atas ke bawah (top-down policy) tidak selalu menggembirakan, penuh kebocoran, dan bias.Metode Penelitian Partisipatoris, yang merupakan konsep alternatif itu, kini makin menemukan momentumnya. Tetapi persetujuan kita pada metode ini, belum membuktikan apa-apa, sebab tanpa alat-alat analisis yang cukup dan indikator yang sahih, kita mudah jatuh lagi pada "kebiasaan lama".Pendidikan yang diterima para praktisi riset pembangunan tidak selalu mempersiapkan mereka dengan alat dan sasaran serta metode yang memadai untuk studi dan penelitian lapangan dimana mereka bekerja. Sering metode yang mereka pakai sudah ketinggalan, sehingga tidak cocok lagi. Perjalanan waktu menambah lagi pertanyaan-pertanyaan baru sehingga banyak metode penelitian tampaknya terus tercecer di belakang. Oleh karena itu, pendekatan partisipatoris yang dipaparkan secara cukup rinci di dalam buku ini semoga dapat memperkaya metode penelitian dalam masing-masing disiplin ilmiah yang sudah kita kenal. Buku Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya Pemberdayaan: Panduan bagi Praktisi Lapangan sangat bermanfaat bagi pelbagai kelompok dan perorangan yang menaruh minat pada bidang penelitian dan pekerjaan lapangan dalam studi pembangunan.​

(Misalnya Yin, R.K. 1989, dan FIyvbjerg, B. 1992) Sandiwara dan role-play, baik
langsung ataupun yang direkam dalam video dan film, sering merupakan
metode optimal untuk mengangkat ke permukaan isu-isu sensitif (lihat Ilustrasi
3.3.6).