Sebanyak 638 item atau buku ditemukan

Studi Dasar Filsafat

Buku ini ditulis untuk memenuhi dua tujuan utama. Pertama, sebagai langkah pertama bagi mereka yang mulai belajar filsafat dan bagi semua yang tertarik kepada filsafat sebagai lapangan diskusi untuk pertanyaan-pertanyaan dari semua zaman. Kedua, untuk memperkenalkan kepada para mahasiswa tentang filsafat, sejarah perkembangannya dan tokoh-tokoh penting dalam sejarah filsafat dengan memaparkan kembali secara sistematis pandangan mereka tentang persoalan yang berkaitan dengan agama, manusia dan alam. Filsafat mempunyai sejarah yang sangat panjang. Filsafat lebih tua daripada semua ilmu. Walaupun demikian, filsafat bagi kebanyakan orang dianggap sesuatu yang kabur, sesuatu yang kelihatan tidak berguna, tanpa metode, tanpa kemajuan, dan banyak perselisihan pendapat. Yang mampu dicoba dalam pengantar yang singkat ini adalah memperkenalkan filsafat sebagai bagian dari usaha manusia yang lebih besar, yaitu usaha untuk mengerti dunia. Kata Kierkegaard, “Hidup manusia baru dimengerti dari belakang, tetapi harus dijalani dari depan.” Kesukaran yang sama berlaku untuk studi filsafat. Makna filsafat tidak akan menjadi jelas berkat uraian-uraian yang diberikan dalam suatu buku pengantar. Arti filsafat baru mulai dimengerti setelah studi yang lebih lanjut.

Arti filsafat baru mulai dimengerti setelah studi yang lebih lanjut. Buku Studi dasar filsafat ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.

Pengantar Filsafat Ilmu Pengetahuan

Dari David Hume sampai Thomas Kuhn

Buku ini memetakan persoalan-persoalan utama di seputar Filsafat Ilmu Pengetahuan. Hubungan antara filsafat dengan ilmu pengetahuan, akal dan pengalaman, pengetahuan dan kesahihan, metode ilmiah, masalah positivisme sains, perdebatan antara realisme dan anti realisme, pasca positivisme, teori kritis, dan konstruktivisme. Selain itu juga membincang perdebatan hebat berbagai aliran filsafat dalam rentang masa modern hingga posmodern, dari David Hume hingga Thomas Kuhn.

Buku ini memetakan persoalan-persoalan utama di seputar Filsafat Ilmu Pengetahuan.

ASAS-ASAS FILSAFAT

Filsafat lahir karena manusia bertanya. Filsafattidak akan punah sampai manusia berhenti bertanya. Sejarah filsafat sendiri merupakan akumulasi dari pertanyaan tentang apa (ontologi), mengapa (epistemologi), dan bagaimana (aksiologi) kenyataan. Pada awalnya adalah pertanyaan, dan pada akhirnya adalah pertanyaan. Itulah Filsafat, yang dianggap sulit dan menyesatkan. Filsafat itu sulit bagi siapa saja yang tidak mau dan tidak mampu atau malas berfikir! Filsafat itu menyesatkan bagi orang yang tak pernah mempertanyakan keyakinan, pendapat, dan minat pribadinya di hadapan mahkamah akal! Buku Asas-Asas Filsafat mencoba memandu secara sistematis bagaimana seseorang mulaibelajar bertanya a la para filosof. Seperti layaknya buku panduan, buku yang dikemas secara populer ini berupaya memberi peta awal bagaimana seseorang belajar filsafat sekaligus berfilsafat dengan mengarungi tema-team seputar: makna hakiki filsafat, cabang-cabang utama filsafat, sejarah singkat filsafat (Barat dan Islam), dan sejumlah diskursus filsafat.Buku Asas-Asas Filsafat berguna: bagi masyarakat umum, pembelajar filsafat yang mencari dan mencintai kebenaran dan kebijaksanaan; Bagi akademisi, baik dosen, mahasiswa maupun peneliti yang belajar filsafat. Secara khusus, dengan materi-materi yang penah diujicoba dan dipakai oleh penulis di beberapa perguruan tinggi, buku ini cocok dijadikan sebagai buku ajar dan rujukan padamata kuliah Pengantar Filsafat, Epistemologi (Filsafat Pengetahuan), dan Filsafat Ilmu.

Buku Asas-Asas Filsafat mencoba memandu secara sistematis bagaimana seseorang mulaibelajar bertanya a la para filosof.

Filsafat Hukum

Dahulu kala, semua ilmu pengetahuan yang dikenal pada dewasa ini, pernah menjadi bagian dari filsafat yang dianggap sebagai induk dari segala ilmu pengetahuan (Mater scientiarum). Filsafat pada masa itu mencakup pula segala usaha-usaha pemikiran mengenai masyarakat. Lama kelamaan, dengan perkembangan zaman dan tumbuhnya peradaban manusia, pelbagai ilmu pengetahuan yang semula tergabung dalam filsafat, memisahkan diri dan berkembang mengejar tujuan masing-masing. Astronomi (ilmu tentang bintang-bintang; awalnya bernama kosmologi) dan fisika (ilmu alam; awalnya bernama filsafat alamiah) merupakan cabang-cabang filsafat yang pertama-tama memisahkan diri, kemudian diikuti oleh ilmu kimia, biologi dan geologi.

Buku Filsafat Hukum ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.

Filsafat sejarah

Profetik, Spekulatif, dan Kritis

Kehadiran buku ini diharapkan bisa mengisi kekosongan pembahasan sekitar materi-materi filsafat sejarah yang dianggap masih terasa langka. Meskipun sudah banyak orang membicarakan materi-materi dunia sejarah, namun yang membicarakan dari sudut pandang dan konstruksi filsafat dalam tiga substansi; profetik, spekulatif, dan kritis belum ada yang menyinergikannya. Umumnya buku-buku filsafat sejarah yang ditulis oleh penulis di Indonesia berkutat pada spekulatif dan kritis dengan uraian yang cukup panjang. Ada juga beberapa buku yang terkait dengan materi filsafat sejarah profetik, dengan mengambil bahan-bahan kajian dari Al-Qur’an dan al-Hadis, namun disajikan dengan cara terpisah-pisah sehingga menyulitkan para mahasiswa dalam memahaminya. Sering kali pula uraian-uraian filsafat sejarah yang disajikan sangat panjang, tidak mengutamakan substantifnya, bahkan terkesan bertele-tele sehingga seringkali membuat mahasiswa banyak mengeluh, karena sulitnya memahami pemikiran filsuf sejarah tersebut. Padahal substansi isinya yang mengandung sejumlah teori-teori penting harus dikembangkan dalam berbagai penalaran diskusi dan digunakan ke dalam pembacaan sejarah secara kritis. Belum lagi persoalan bagaimana penerapan teori filsafat sejarah untuk menganalisis peristiwa sejarah, selalu saja menjadi persoalan tersendiri. Semua problem tersebut pada akhirnya kembali menjadi tanggung jawab para pengajar atau dosen pengampu bidang filsafat sejarah; bagimana agar para mahasiswa mampu memahami dan dapat melakukan analisis sebuah peristiwa sejarah, dengan “kacamata” filsafat sejarah. Terutama untuk mahasiswa yang sedang melakukan penelitian (riset) dan tugas akhir berupa skripsi, tesis maupun disertasi Buku persembahan penerbit PrenadaMediagroup

Umumnya buku-buku filsafat sejarah yang ditulis oleh penulis di Indonesia berkutat pada spekulatif dan kritis dengan uraian yang cukup panjang.

Filsafat Umum

Filsafat bisa dimengerti dengan sifat-sifat yang dilahirkan dan melekat padanya dan tanpanya, ia tak terpahami. Sifat umum yang disebut sebagai karakternya, yaitu radikal, kritis, dan reflektif. Istilah” radikal” dimaknai sebagai bentuk keingintahuan tentang suatu objek secara menyeluruh, mendalam, dan sampai ke penyebab awalnya (First Causal atau first causal). Istilah “kritis” dimaknai sebagai bentuk seni bertanya. Untuk memahami suatu objek, maka sifat kritis mesti dimiliki seseorang untuk sampai pada pemahaman yang tepat tentang suatu objek. “tidak bertanya sesat di jalan”. Kalimat bijak ini sangat cocok disematkan pada istilah tersebut. Sementara, istilah reflektif bisa dimaknai sebagai sikap berpikir yang keras, fokus, dan serius. Tiga karakter tersebut tidak bermaksud membatasi karakter-karakter lain yang lebih spesifik sesuai dengan relasi filsafat dengan objeknya yang lain. Secara umum, Filsafat dibagi menjadi tiga, yaitu: Epistemologi, Ontologi, dan Axiologi. Pengertian populer epistemologi, yaitu teori pengetahuan yang membahas tentang sumber pengetahuan, karakter dasar pengetahuan, dan keabsahan atau validitas pengetahuan. Pengertian istilah Ontologi, yaitu teori tentang “ada” atau “Ada”. Ontologi lebih umum dikenal sebagai objek pengetahuan. Pembahasannya yang terkait dengan alam menjadikannya dikenal sebagai Kosmologi. Ia juga terkadang disinonimkan dengan Metafisika yang mengupas sesuatu yang berada dibelakang objek fisik. Sedangkan Axiologi adalah teori tentang nilai dalam segala macam, jenis, dan bentuknya. Istilah ini lebih masyhur dimaknai sebagai manfaat ilmu pengetahuan. Tiga dimensi ini sebagai struktur utuh dan solid yang membentuk filsafat sehingga menjadikannya sebagai grand mother of science. Slogan ini mengantarkan filsafat sebagai kebijaksanaan, kebijaksanaan sebagai pengetahuan, dan pengetahuan sebagai kebaikan (knowledge is good).

Tiga karakter tersebut tidak bermaksud membatasi karakter-karakter lain yang lebih spesifik sesuai dengan relasi filsafat dengan objeknya yang lain. Secara umum, Filsafat dibagi menjadi tiga, yaitu: Epistemologi, Ontologi, dan Axiologi.

FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA : DIALEKTIKA PERUBAHAN

Filsafat ilmu pada prinsipnya berusaha melihat persoalan-persoalan elementer terkait ilmu pengetahuan. Penyelidikan pada level filsafati dan dengan kacamata yang lebih reflektif semacam ini memungkinan sistem-sistem filsafat bekerja dan menguji persoalan-persoalan tersebut, seperti: logika menguji kesahihan penalaran ilmiah dan keteraturan eksplanasi ilmiah; ontologi menyelidiki tentang keberadaan realitas atau objek yang disingkap melalui ilmu pengetahuan itu; epistemologi menyelidiki tentang klaim-klaim kesahihan dan kebenaran dalam teori-teori pengetahuan dan metode ilmiah, serta bagaimana pengetahuan tentang realitas itu menjadi mungkin; aksiologi menyelidiki tentang nilai-nilai ilmu pengetahuan, seperti apa gunanya suatu ilmu dikembangkan, untuk tujuan apa; dan, tak dapat abaikan, etika juga menjadi tinjauan penting hari ini terkait problem persinggungan ilmu pengetahuan dengan persoalan-persoalan etis seperti: tanggungjawab seorang ilmuwan, kebebasan ilmiah, dilema moral dalam ilmu, dan lain sebagainya

Filsafat ilmu pada prinsipnya berusaha melihat persoalan-persoalan elementer terkait ilmu pengetahuan.

Buku Ajar Filsafat Hukum

Filsafat Hukum adalah cabang filsafat, yakni filsafat tingkah laku atau etika yang mempelajari hakikat hukum. Dengan perkataan lain, filsafat hukum adalah ilmu yang mempelajari hukum secara filosofis. Objek filsafat hukum adalah hukum dan objek tersebut dikaji secara mendalam sampai kepada inti atau dasarnya yang disebut dengan hakikat. Buku ajar filsafat hukum ini mengkaji segala aspek permasalahan-permasalahan hukum secara komprehensif, diantaranya membahas mengenai pengertian dan makna filsafat hukum, sejarah filsafat hukum, hakikat hukum, bebarapa aliran dalam filsafat hukum, paksaan hukum dan nilai kebebasan serta bebarapa subbab lainnya. Dengan adanya buku ajar filsafat hukum ini diharapkan Mahasiswa mampu untuk menganalisa isu-isu hukum secara kritis serta dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan hukum yang berkembang dalam masyarakat.

Dengan adanya buku ajar filsafat hukum ini diharapkan Mahasiswa mampu untuk menganalisa isu-isu hukum secara kritis serta dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan hukum yang berkembang dalam masyarakat.

FILSAFAT TEORI AKUNTANSI

Buku ini terdiri dari 14 bab yang menjelaskan secara gamblang tentang Filsafat Teori Akuntansi dengan penjabaran sebagai berikut: BAB 1 FILSAFAT ILMU AKUNTANSI BAB 2 PENGENALAN TERHADAP TEORI AKUNTANSI BAB 3 PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI BAB 4 SEJARAH KELEMBAGAAN BAB 5 KERANGKA KONSEPTUAL BAB 6 STANDAR AKUNTANSI : IFRS DAN SAK ETAP BAB 7 STRUKTUR TEORI AKUNTANSI BAB 8 UNIFORMITY DAN DISCLOSURE BAB 9 LAPORAN LABA-RUGI BAB 10 NERACA BAB 11 LAPORAN ARUS KAS BAB 12 AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN, DANA PENSIUN, DAN LEASING BAB 13 AKUNTANSI INFLASI DAN INTERNASIONAL BAB 14 RELIGUITY AKUNTANSI SEBAGAI PEREDAM KUASA DAN HASRAT MANUSIA

Buku ini terdiri dari 14 bab yang menjelaskan secara gamblang tentang Filsafat Teori Akuntansi dengan penjabaran sebagai berikut: BAB 1 FILSAFAT ILMU AKUNTANSI BAB 2 PENGENALAN TERHADAP TEORI AKUNTANSI BAB 3 PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI BAB 4 ...

Epistemologi dalam Filsafat

Sebuah Pengantar

Epistemologi sebagai sebuah cabangkajian dalam filsafat, membahas tentang karakteristik, asal usul, dan batasan-batasan pengetahuan manusia (Martinich: 2019). Termin ‘epistemologi’ berasal dari bahasa Yunani, yaitu epistēmē atau "pengetahuan" dan logos yang berarti "nalar" atau “ide”, sehingga epistemologi secara konseptual dapat dipahami sebagai teori ilmu pengetahuan. Epistemologi memiliki sejarah panjang dalam filsafat Barat, berakar dari tradisi Yunani kuno dan berlanjut hingga saat ini. Bersama dengan metafisika, logika, dan etika, epistemologi adalah satu dari empat cabang utama filsafat, dan dikembangkan oleh hampir semua filsuf besar yang dikenal sepanjangsejarah. Epistemologi merupakan bidang kajian yang sangat sentral dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Karena tema pokok dan isu-isu terkait dengannya, sebagaimana diuraikan secara ringkas dalam makalah ini, pada intinya berupaya menjawab bagaimana manusia mengetahui sesuatu? Sebangun dengan pertanyaan itu, bagaimana manusia, melalui pemikirannya membangun ilmu pengetahuan? Isu-isu pokok sepertibatasan sensasi dan persepsi manusia, berbagai konsep ilmu pengetahuan (Mental vs Non-Mental, Occasional vs Dispositional, A Priori vs A Posteriori, Necessary vs Contingent, Tautologi vs Signifikan, Bawaan vs Latihan), perbedaan paradigmatik atas dunia luar dan alam pikiran lain, hingga tiga aliran pemikiranyang berkembang; Rasionalisme, Empirisme dan Skeptisisme, membantu mengkonstruksi gagasan bagaimana epistemologi sebagai sebuah cabang dari filsafat betkontribusi dalam pengembangan iu pengetahuan dalam kehidupan manusia.

Epistemologi sebagai sebuah cabangkajian dalam filsafat, membahas tentang karakteristik, asal usul, dan batasan-batasan pengetahuan manusia (Martinich: 2019).