Beberapa waktu selama studi hingga menjalani profesi Konselor, tidak pernah sekalipun ketika menghadapi konseli, saya mengacu pada model dan teknik konseling tertentu. Yang terjadi adalah fly by seat of their pants, bekerja berdasarkan insting tanpa didasari pedoman formal, tanpa prosedur ketetapan yang diacu. maka yang terjadi adalah tidak adanya kegiatan konseling yang terarah, terukur, dan terarur. Dengan segala hormat, saya berasumsi banyak konselor sekolah yang mengalami hal seperti saya. Konselor sekolah kebanyakan bekerja kasus demi kasus. Meraba raba dan merangkai kalimat per kalimat demi memberikan alternatif jalan keluar bagi konseli. Mereka tidak mempunyai model yang baik untuk mengintegrasikan beberapa teknik, atau bahkan menjalankan satu teknik tertentu. Dalam buku ini selain saya bahas tentang sedikit konsepsi konseling, juga membahas berbagai keterampilan teknis untuk membantu kinerja seorang Konselor. Tidak hanya konselor bersetting sekolah, tapi juga konselor lain diluar sekolah. Buku The Counseling Way Catatan Tentang Konsepsi Dan Keterampilan Konseling ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.
Tidak hanya konselor bersetting sekolah, tapi juga konselor lain diluar sekolah. Buku The Counseling Way Catatan Tentang Konsepsi Dan Keterampilan Konseling ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.