Studi Perbandingan dengan Sistem Perwakilan Politik di Negara-Negara Lain
Amandemen UUD 1945 dilakukan sebanyak empat kali di era reformasi. Amandemen dilakukan sebagai jawaban atas berbagai tuntutan dan desakan beberapa pihak untuk melakukan perubahan sistem politik Indonesia. Tuntutan tersebut berdasarkan pada fenomena politik. Langkah perubahan terlebih dahulu dengan melakukan amandemen UUD 1945 yang berefek pada perubahan sistem kelembagaan perwakilan politik terutama lembaga perwakilan rakyat yakni MPR RI. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah perubahan lembaga perwakilan politik di Indonesia. Untuk lebih jelas diungkap melalui pertanyaan penelitian antara lain: 1) Apa saja yang melandasi diperlukannya perubahan kelembagaan perwakilan Politik? 2) Model sistem perwakilan politik yang bagaimana yang dikehendaki dari hasil amandemen? Kelembagaan perwakilan politik sebelum amandemen terdiri dari anggota DPR, utusan daerah, utusan golongan dan unsur tambahan dari partai politik. Pasca amandemen UUD 1945 tahun 2002, MPR terdiri dari dua lembaga yakni DPR dan DPD. MPR terdiri dari dua kamar yaitu DPR dan DPD tetapi MPR pun tetap memiliki kamar tersendiri dengan kewenangan tersendiri, sebenarnya keparlemanan Indonesia menjadi 3 kamar. Ketika MPR bersidang pun bukan menjadi joint session tetapi hanya sidang bersama anggota MPR. Selain itu, DPD sebagai lembaga legislatif tetapi tidak memiliki kewenangan legislasi, maka sistem keparlemenan Indonesia lebih menggunakan sistem bikameralisme lunak (weak bicameralisme or soft bicameralisme).
Praktik Bimbingan dan Konseling Pribadi-Sosial merupakan mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling dan merupakan prasyarat bagi pemrograman mata kuliah PPL BK Mikro. Mata kuliah Praktik Bimbingan dan Konseling Pribadi-Sosial merupakan kegiatan pemberian pengalaman latihan terstruktur kepada mahasiswa tentang cara memberikan layanan Bimbingan dan Konseling bidang Pribadi-Sosial kepada konseli. Kegiatan praktikum dilakukan di ruang laboratorium program studi Bimbingan dan Konseling. Praktik Bimbingan dan Konseling Pribadi-Sosial sebagai kegiatan praktik mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling dimulai dengan memberikan latihan terstruktur kepada mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan menyusun instrumen need assessment. Hasil analisis data dari instrumen need assessment yang telah diperoleh dari responden digunakan sebagai dasar latihan terstruktur penyusunan Program Semester Layanan Bimbingan dan Konseling. Selanjutnya mahasiswa melakukan latihan terstruktur menyusun rencana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling (RPL BK) untuk layanan bimbingan dan konseling bidang pribadi dan sosial. Berdasarkan RPL BK yang telah disusun akan digunakan sebagai dasar melaksanakan layanan bimbingan dan konseling dengan menerapkan berbagai jenis layanan yang ada, misalnya layanan bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling kelompok, konseling individu dan sebagainya
Praktik Bimbingan dan Konseling Pribadi-Sosial merupakan mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling dan merupakan prasyarat bagi pemrograman mata kuliah PPL BK Mikro.
This instructive book provides tested techniques for creating salable fiction. It covers characterization, plotting, point of view, setting, rough drafts, revision, and marketing.
This instructive book provides tested techniques for creating salable fiction. It covers characterization, plotting, point of view, setting, rough drafts, revision, and marketing.
Prevalensi penderita hipertensi esensial, di dunia umumnya dan di Indonesia khususnya, semakin meningkat. Gangguan yang ditimbulkannya pada akhirnya dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan serebrovaskuler. Buku ini diharapkan dapat membedah kaitan aspek genetik, neurobehaviour dan hipertensi secara detail dalam tujuh bab yang disajikan secara sistematis. Buku ini telah mengupas lebih jauh tentang hipertensi dalam kaitan dengan tingkah laku saraf berdasarkan aspek fenotif dan genotif pada penderita yang rentan terhadap hipertensi. Salah satu poin penting yang dapat saya rilis dalam buku ini bahwa hipertensi selalu berhubungan dengan penyakit kardiovaskuler dan serebrovaskuler. Jawaban atas pernyataan tersebut telah tercerahkan begitu apik dalam buku ini, sehingga sangat tepat oleh siapapun untuk direferensikan. Sekalipun buku ini merupakan bagian dari derivat hasil sintesis disertasi penulis, namun secara substansi dapat menjadi referensi dasar bagi penggiat dalam dunia hipertensi, setidaknya dapat memberikan informasi terkait patogenesis hipertensi yang ditinjau dari aspek neurobehaviour dan genetik.
Buku ini membahas tentang moderenisasi islam yang ada din indonesia konsep-konsep dan penafsiran tentang islam nusantara. Serta membahas banyak hal yang berkaitan tantang islam nusantara.
Buku ini membahas tentang moderenisasi islam yang ada din indonesia konsep-konsep dan penafsiran tentang islam nusantara. Serta membahas banyak hal yang berkaitan tantang islam nusantara.