“Pertumbuhan Ekonomi Wilayah” mengajak pembaca untuk memahami dinamika pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Melalui perspektif yang holistik, buku ini mengeksplorasi faktor-faktor yang mendorong kemajuan ekonomi lokal dan menawarkan wawasan tentang bagaimana setiap wilayah dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan pendekatan yang interdisipliner, buku ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi dan inovasi. Melalui contoh-contoh nyata dan analisis yang mendalam, “Pertumbuhan Ekonomi Wilayah” mengungkapkan rahasia sukses dan tantangan yang dihadapi oleh berbagai daerah dalam upaya mereka mencapai kemakmuran ekonomi. Ditulis dengan gaya yang mudah dipahami, “Pertumbuhan Ekonomi Wilayah” merupakan panduan berharga bagi akademisi, praktisi, dan siapa saja yang tertarik pada pengembangan ekonomi regional. Buku ini memberikan alat dan wawasan yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata di berbagai wilayah.
... Wilayah: Pembangunan desa merupakan komponen integral dari transformasi ekonomi wilayah yang lebih luas. Ketika ... regional karena beberapa alasan: 1) Populasi Pedesaan yang Signifikan: Menurut data Bank Dunia (2020), sekitar 44 ...
Psikologi sosial seringkali disamakan dengan ilmu sosiologi. Namun dalam pengertiannya, psikologi sosial adalah hasil irisan dari dua ilmu yang berbeda, yaitu psikologi dan sosiologi. Ilmu psikologi sosial sendiri adalah bidang ilmu yang mengkaji perilaku dan pemikiran manusia dalam dinamika sosial di masyarakat. Oleh karena itu, buku ini menjelaskan konsep-konsep dasar dalam psikologi sosial yang dapat membantu kita untuk memahami interaksi sosial yang ada di masyarakat dari kacamata psikologi. Tak hanya mengenai konsep psikologi sosial, penulis membahas metode, pendekatan, dan model penelitian dalam psikologi sosial. Selain itu, bagaimana psikologi sosial dapat digunakan dalam ruang lingkup praktis (terapan) dibahas juga dalam buku ini. Di setiap babnya, konsep-konsep psikologi sosial diuraikan dengan contoh-contoh fenomena yang secara nyata terjadi di masyarakat sehingga akan mudah dipahami oleh pembaca. Sebagai buku ajar, buku ini dilengkapi dengan rangkuman dan latihan soal di setiap akhir babnya. Tujuannya agar mahasiswa mampu memahami dan menguasai masing-masing topik psikologi sosial. Oleh sebab itu, buku ini diperuntukkan sebagai acuan dan pedoman ajar bagi mahasiswa dan para akademisi yang terkait.
Buku ini memaparkan upaya mengubah sistem pendidikan. Tujuannya adalah menjawab tantangan disrupsi-inovatif Revolusi Industri 4.0. Teknologi digital menjadi ekosistem inovasi dalam model platform yang mengubah bisnis berkat orientasi ke kepuasan pengguna. Orientasi ini mendorong inovasi meskipun sering memicu disrupsi. Menghadapi disrupsi, model kepemimpinan harus berubah, bukan lagi bersifat hierarkis atau sentralistis, melainkan menjadi seperti jejaring-simpul-jala ikan. Kepemimpinan seperti ini lebih lincah dan resilient menghadapi ketidakpastian. Perubahan model bisnis dan kepemimpinan itu menuntut keterampilan dan kompetensi baru yang fungsinya mendorong inovasi. Maka, sistem pendidikan harus berubah. Perubahannya dimulai dengan pola pikir pendidik untuk menghadapi: (i) keterampilan era digital yang membutuhkan latihan, metode dan, komunikasi pembelajaran baru; (ii) materi pembelajaran yang lebih menekankan kreativitas; (iii) cara belajar generasi digital yang berbeda dengan generasi pendidik; (iv) perubahan strategi penempatan pembelajar: metode dan komunikasi pedagogi diarahkan ke kerja sama saling menguntungkan demi inovasi. Tidak hanya itu, pendidikan karakter juga perlu diintegrasikan ke semua materi pembelajaran dan pelatihan. Tujuannya adalah untuk membentuk integritas pribadi, altruisme, jiwa kepemimpinan, kerja sama, dan sikap kritis. Dengan itu, pembelajar menjadi kritis, kreatif, dan melek media sehingga selektif terhadap informasi. Buku Jalan Baru Kepemimpinan dan Pendidikan ini akan memberi kerangka bagi setiap orang yang menganggap dirinya sebagai pembelajar untuk menghadapi dua bahaya: (i) kecenderungan post-truth yang sarat hoax serta rentan memicu emosi sosial dan (ii) perkembangan radikalisme agama yang menyasar kalangan pembelajar.
1964 Karena masih sangat kurangnja akan buku - buku jang chu - ' sus memuat
keputusan - keputusan tentang perkara - perkara Perdata , pula jang sesuai
dengan alam Indonesia , maka buku ini kami terbitkan . Adapun isi dari pada
buku ...
Pertanyaan-pertanyaan mendasar yang diajukan semisal apa pengertian dari pengukuran, penilaian dan evaluasi, apa perbedaan antara ketiga istilah tersebut; apa beda antara skor dan nilai; apa yang dimaksud dengan penilaian acuan norma dan acuan patokan; jawaban mereka belum benar. Untuk alasanalasan inilah buku ini diterbitkan dalam bentuk tanya jawab.
Pertanyaan-pertanyaan mendasar yang diajukan semisal apa pengertian dari pengukuran, penilaian dan evaluasi, apa perbedaan antara ketiga istilah tersebut; apa beda antara skor dan nilai; apa yang dimaksud dengan penilaian acuan norma dan ...