Sebanyak 88749 item atau buku ditemukan

Manajemen Strategik Dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam

Judul : Manajemen Strategik Dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam Penulis : Jamaludin, S.E.I., M. Ec. Dev. & Dr. Yunus, S.Pd.I., M.Pd.I. Ukuran : 15,5 x 23 Tebal : 100 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-634-7084-07-1 No. E-ISBN : 978-634-7084-40-8 (PDF) Terbitan : Januari 2025 SINOPSIS Manajemen strategik dalam lembaga pendidikan Islam adalah proses yang mencakup serangkaian keputusan dan tindakan manajerial untuk merumuskan visi, misi, dan strategi yang diperlukan guna mencapai tujuan pendidikan. Proses ini melibatkan pengamatan terhadap lingkungan, formulasi strategi, serta perencanaan strategis jangka panjang yang sesuai dengan nilai dan prinsip Islam. Dengan demikian, lembaga pendidikan Islam dapat lebih efektif dalam mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Buku ini dilengkapi dengan langkah-langkah dalam manajemen strategik lembaga pendidikan Islam, seperti analisis lingkungan yang melibatkan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Selain itu, perumusan visi dan misi yang jelas, serta penetapan tujuan strategis yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbasis waktu (SMART) juga dibahas. Pengembangan strategi menjadi langkah berikutnya, yang melibatkan penyusunan strategi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ini dapat mencakup strategi pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pengajaran, serta pengelolaan sumber daya yang efektif. Implementasi strategi melibatkan pelaksanaan rencana yang telah dibuat dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk guru, staf, dan siswa. Pengawasan serta dukungan yang tepat juga penting pada tahap ini. Selanjutnya, evaluasi dan pengendalian dilakukan untuk melihat sejauh mana strategi yang diterapkan berhasil mencapai tujuan. Hasil evaluasi ini kemudian digunakan untuk melakukan revisi dan peningkatan strategi, sehingga manajemen strategik dapat lebih efektif dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam di masa depan.

Judul : Manajemen Strategik Dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam Penulis : Jamaludin, S.E.I., M. Ec. Dev.

MANAJEMEN STRATEGIK PENDIDIKAN ISLAM ( Buku Ajar Matakuliah )

Buku ajar ini disusun dengan tujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai Manajemen Strategi Pendidikan Islam. Mata kuliah Manajemen Strategi Pendidikan Islam merupakan aspek yang sangat penting untuk memahami bagaimana pendidikan Islam dapat dikelola secara efektif dan bersaing di era yang semakin kompetitif ini.

Buku ajar ini disusun dengan tujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai Manajemen Strategi Pendidikan Islam.

PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI

Analisis Location Quotion (LQ) merupakan suatu indeks analisis yang digunakan untuk membandingkan komoditas di suatu sub-wilayah dalam aktivitas kegiatan ekonomi di wilayah yang lebih tinggi.Teknik analisis LQ membagi kegiatan ekonomi suatu daerah menjadi 2 golongan. Adapun interpretasi dari hasil perhitungan rumus LQ diatas yaitu: 1. Apabila hasil LQ > 1 artinya sektor ekonomi basis, yaitu kegiatan ekonomi yang melayani pasar di daerah itu sendiri maupun di luar daerah atau disebut sebagai regional industry. 2. Apabila hasil LQ < 1 artinya sektor ekonomi non-basis, yaitu kegiatan ekonomi yang melayani pasar di dalam daerah tersebut atau biasa disebut sebagai local industry

Analisis Location Quotion (LQ) merupakan suatu indeks analisis yang digunakan untuk membandingkan komoditas di suatu sub-wilayah dalam aktivitas kegiatan ekonomi di wilayah yang lebih tinggi.Teknik analisis LQ membagi kegiatan ekonomi suatu ...

KONSELING PROFESIONAL YANG BERHASIL: Layanan dan Kegiatan Pendukung - Rajawali Pers

Kajian tentang manusia secara mendasar dan seutuhnya menghasilkan kemasan dalam konsep kondisi Lima-O. Pertama, O = Bio dalam makna Biologi. Kejadian dan perkembangan manusia diawali secara biologis berupa janin di perut Sang Ibu, menjadi bayi, anak, remaja, orang dewasa, lanjut usia sampai menemui ajalnya. O kedua, yaitu O = Psiko dalam makna Psikologi. Umur sekitar 3 bulan di perut Sang Ibu terhadap janin itu ditiupkan ruh yang menjadikan janin sebagai manusia yang berbajiwa-raga dengan kehidupan sepanjang hayatnya. O ketiga, O = Sosio dalam makna Sosiologi. Kehidupan manusia yang berjiwa-raga itu berada dalam kondisi hubungan sosial satu sama lain dan dengan lingkungannya. Tiga O di atas merupakan kelengkapan dasar awal adanya manusia. Bagaimana selanjutnya, akan menjadi apa, ke mana dan bagaimana? Inilah peran O keempat, yaitu O = Pedago dalam makna Pedagigio atau pendidikan, yang memungkinkan kesatuan tiga-O pertama itu diperkembangkan dan diwujudkan. Begitulah selanjutnya. Namun demikian, upaya implementasi O keempat itu tidak boleh seadanya, asal-asalan atau semaunya yang menjadikan kondisi tiga-O awal itu berkembang tidak optimal atau menyimpang, atau bahkan berantakan. Untuk itu diperlukan O kelima, yaitu O = Ridho Allah. Ke arah O kelima itulah O keempat berdinamika demi optimannya eksistensi ketiga O awal. Dalam totalitas kehidupan manusia, O keempat merupakan keharusan, dengan kekentalan warna O kelima, dalam rangka mengoptimalkan kehidupan manusia secara positif dan berhasil. Untuk itu, terkait dengan kondisi dan permasalahan kehidupan nyata manusia, terdapat O4s sebagai salah satu subwilayah O keempat, yaitu O4s = Profesio dalam makna Keprofesionalan, terfokus pada pelayanan untuk mengoptimalkan kehidupan manusia, khususnya terkait dengan permasalahan yang ada dan yang mungkin terjadi. Salah satu O4s tersebut adalah Profesi Konseling dengan fokus pelayanan terhadap pengembangan kehidupan efektif sehari-hari (KES) dan penanganan kehidupan efektif yang terganggu (KES-T) manusia, baik secara individual maupun kelompok. Pelayanan Konseling Profesional dengan fokus KES dan KES-T itu terkait langsung dengan O kelima, yaitu Ridho Allah. Dalam kaitan itu semua, pelayanan Konseling Profesional yang Berhasil, secara menyeluruh mengangkat dan memuliakan kelima O. Lebih jauh dan terfokus, kaitan agar segenap kehidupan manusia memenuhi kondisi kelima O secara optimal, baik secara sendiri-sendiri maupun saling keterkaitannya, prinsip TJS (Tiga Jadi Satu), yaitu ilmiah, amaliah, dan imaniah harus terintegrasikan di dalamnya. Dalam hal itu semua, Konseling Profesional yang Berhasil mengintegrasikan teori-praksis dan praktik secara tepat memenuhi prinsip TJS tersebut. Logo konseling dan lagunya sebagai berikut mengilustrasikan idealisme demikian itu.

Kajian tentang manusia secara mendasar dan seutuhnya menghasilkan kemasan dalam konsep kondisi Lima-O. Pertama, O = Bio dalam makna Biologi.