Majalah Tebuireng Edisi 76
Financial Technology: Bikin Untung atau Buntung? Bayangkan ketika kita tak perlu takut kehilangan smartphone dan tanpa perlu repot membawanya di saku celana. Cukup dengan satu instruksi smartphone hadir di hadapan kita dengan wujud hologram. Lalu berpergian tanpa takut macet di jalan raya dengan menaiki mobil terbang. Apalagi bisa berpergian dengan mobil sambil tiduran. Eh bangun-bangun sampai tujuan dengan menaiki smart car. Berbicara soal tidur yang menjadi kebutuhan utama manusia tak perlu risau karena tak mendapat posisi dan kualitas tidur yang baik. Akan ada smart bed sebagai ranjang pintar yg dirancang khusus untuk kenyamanan tidur. Selain tidur, soal makan saja akan ada asistan dapur yang akan memberi anda daftar bahan makanan yang perlu dibeli, plus instruksi memasaknya dalam bentuk suara dan video. Rasanya, karena perkembangan teknologi yang pesat benar-benar membuat kita amat mudah dalam beraktivitas. Tak terkecuali inovasi teknlogi dalam aktivitas ekonomi turut menjadi tren di zaman ini. Dengan dompet digital kita tak perlu khawatir uang di dompet dicopet saat kerumunan di tengah keramaian. Tak perlu antri berjam-jam di bank karena ada mobile banking untuk mengurus keuangan. Membayar tol, belanja di minimarket, membayar parkir cukup sekali “tiit” urusan beres. Bahkan, kita bisa banyak mendapat Cash Back dengan menggunakan aplikasi pembayaran. Teknologi memberi kita efisiensi dalam aktivitas sehari-hari. Menyenangkan bukan? Kita hanya perlu menyesuaikan diri untuk membuat hidup kita tidak ribet. Mengikuti perkembangan zaman dan salabim, menjadi kaya. Tak perlu punya toko fisik, seseorang bisa meraup untung jutaan rupiah dalam sehari hanya dengan smartphone di tangan. Ini seperti fenomena Babi Ngepet, diem di rumah eh cuan berdatangan. Hahaha Tapi bukan menjadi kaya karena hasil ngepet donk. Ada market place (toko online) untuk memasarkan produk yang kita miliki lalu dibeli orang tanpa perlu bertatap muka. Pembayaran tak perlu ribet dengan uang koin dan kerta yang kadang sobek lalu ditambal solasi. Ada e-wallet (dompet digital) untuk jadi tempat singgah uang. Dan tak perlu takut uang yang kita simpan di e-wallet rusak karena termakan zaman. Atau kalian sedang butuh uang? Tak perlu ke koperasi atau bank dengan administrasi yang njelimet. Cukup klik, klik, klik, uang cair. Ah rasanya kaya dengan hanya rebahan bukan khayalan di zaman ini. Tapi tak boleh terlena ya. Setiap ada kemudahan pasti menyimpan potensi bahaya yang mengintai. Tak terkecuali perkembangan teknologi dalam aktivitas ekonomi. Sudah banyak kasus yang dialami masyarakat karena tak pandai memilih dan memilah justru berakhir boncos (apes). Nggak bikin untung, yang ada malah buntung. Nah, di edisi ini kalian bisa menambah wawasan tentang literasi financial teknology (FinTech) sebagai upaya menjaga diri dari praktik bodong yang marak dan sekaligus upaya akselerasi dalam ranah perekonomian. Untuk memuaskan para pembaca, kita sajikan pula landasan praktik fintech dalam sudut pandang Islam. Mantap lah, nikmat di dunia, aman di akhirat. Skuy, hajar lah!
... ekonomi berupa fintech. Salah satu cara untuk itu adalah dengan mengembangkan pelajaran muamalah di pesantren ... kontemporer. Contoh lain yang bisa dimunculkan adalah mata kuliah ekonomi Islam (al-iqtishad al-islami) di Ma'had Aly ...