Sebanyak 6 item atau buku ditemukan

Ayat-Ayat Keagungan

Merenungkan Hikmah-hikmah Agung di Balik Penciptaan Makhluk-makhluk Allah

Alam semesta ini adalah sekumpulan ayat-ayat keagungan Allah. Apabila manusia benar-benar mencermati dan merenungi semua yang ada pada dirinya, sekelilingnya maka ia akan menyadari bahwa semua itu penuh dengan hikmah dan pelajaran. Dan akhirnya, ia tak punya pilihan kecuali semakin patuh, taat, banyak bersyukur kepada Sang Penciptanya yang Maha Kuasa, Maha Gagah, Maha Bijaksana, Maha Adil lagi Maha Kuasa atas segala sesuatu. Duhai.. betapa dahsyatnya keagungan Allah, tidak ada satupun ciptaan Allah yang sia-sia, yang tidak mengandung makna dan hikmah. Buku persembahan dari penerbit Mirqat (Mirqat Publishing Group) yang berjudul "Ayat-ayat Keagungan" ini akan meneguhkan betapa fakirnya diri ini, bahkan alam raya ini, kepada kasih sayang Allah. Selamat menikmati keagungannya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman; “Maka terangkanlah kepadaku tentang
api yang kalian nyalakan (dari gosokan-gosokan kayu). kaliankah yang
menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya? Kami menjadikan api
itu untuk ...

Segarkan Imanmu Dengan Ibadah Berfikir

Bagaimana nabi Muhammad SAW bisa menjadi nabi? Pertanyaan ini bisa dengan melihat tatapan keterutusan nabi Muhammad SAW. Tahap-tahap akhir nabi sebelum terutus merupakan gambaran tentang suatu perenungan dan pemikiran yang mendalam. Beliau berfikir selama beberapa hari. Beliau memang harus berpikir lama hingga beliau siap untuk menerima risalah kenabian dan hal yang lain. Kita pun jika ingin dekat dengan Allah, maka kita juga membutuhkan persiapan diri yang panjang. Semua itu hanya bisa dilakukan dengan berpikir tentang ciptaan Allah dan memerhatikan lembaran alam semesta. "Buku ini hendak menghidupkan kembali pesan ayat yang menggetarkan setiap hati orang beriman itu: ibadah berpikir . Dengan berpikir, ayat Tuhan yang terbaca dalam Alquran bisa dipahami; ayat Tuhan yang terhampar di alam raya ini bisa dikuak. Ibadah ini melatih kita merasakan keagungan, keindahan, dan kehebatan ciptaan Allah. Kualitas makrifat dan kedekatan kita dengan Allah pun bertambah-tambah. Diterbitkan oleh Penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)

Ini justru bermakna bahwa kita akan berperang melawan diri kita menghadapi
kemaksiatan karena kita tahu kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Kita yang
membaca kisah ini, tetapi tetap lupa akan Allah Azza wa Jalla, lalu apakah kisah
ini (dialog Allah dengan Ibrahim) Ibadah Tafakur B 101.

Rahasia Ilmu Laduni

Buku Ilmu Laduni (ar-Risalah al-Laduniyyah) membahas tema yang unik yakni Ilmu Laduni. Ilmu ini adalah ilmu yang langsung diberikan oleh Allah kepada hamba dikehendaki oleh-Nya. Tanpa perantara, tanpa pembelajaran sekalipun. Dalam buku ini, beliau menjelaskan tentang apa hakikat ilmu Laduni beserta syaratsyarat agar seseorang mampu meraih ilmu khusus ini. Selain itu, beliau juga menjelaskan alasan-alasan beserta dalil yang membenarkan keberadaan ilmu tersebut berdasarkan al-Quran dan Sunah. Dalam buku ini, Imam al-Ghazali memberikan gambaran secara menyeluruh tentang kebenaran ilmu Laduni secara lebih spesifik. Beliau juga menjelaskan bagaimana syarat-syarat orang sehingga layak mendapatkan ilmu tersebut. Kemudian dijelaskan pula bagaimana posisi manusia di depan ilmu pengetahuan itu sendiri secara umum beserta tingkatan-tingkatannya. Sebelum menginjak pada penjelasan ilmu Laduni, al-Ghazali terlebih dahulu menjelaskan tentang hakikat ilmu itu sendiri. Apa sebenarnya yang disebut dengan ilmu? Bagaimana cara meraih ilmu? Apa keutamaan-keutamaannya yang wajib diketahui oleh para pencarinya *** Buku persembahan TurosPublishing ini diterjemahkan dari kitab Majmu’atu ar-Rasail Imam al-Ghazali yang menghimpun 26 karya al-Ghazali. Seri buku ini terdiri dari 5 buku: Cahaya Di Atas Cahaya, Ilmu Laduni, Intisari Hadits Qudsi, Jalan Para Pencari Allah dan Pembebas dari Kesesatan.

Di antara karya-karyanya adalah: At-Ta'liqat, Al-Wajiz fi al-Fiqh fi al-Madzhabi
alImam asy-Syafi'i, Tahdzib al-Ushul, Al-Mustasyfa (Fikih dan Ushul Fikih); Ihya '
Ulumuddin, Mizan al-'Amal, Bidayah al-Hidayah, Al-Munqidz Min adhDhalal,
Minhaj al-'Abidin (Tasawuf dan Etika); Al-Iqtishad fi al-I'tiqad, Maqashid al-Asna fi
Syarh al-Asma` al-Husna, Misykat al-Anwar (Teologi); Maqashid al-Falasifah,
Tahafut al-Falasifah, Mi'yar al-'Ilm, Al-Qisthas al-Mustaqim (Filsafat dan Logika).

Ringkasan Ihya' Ulumuddin

Ihya Ulumuddin lahir dari kegelisahan seorang ulama besar (Hujjatul Islam) al-Imam Abu Hamid al-Ghazali, betapa tidak, ilmu agama (ulumuddin) kala itu tidak lebih dari “baju usang” yang telah ditinggalkan banyak orang, kebanyakan mereka tergila-gila oleh kecantikan ilmu positif, filsafat dan kalam yang di import dari luar Islam oleh para penguasa waktu itu, sehingga lambat laun, tanpa sadar, kepekaan umat terhadap ilmu islam mulai memudar, kepercayaan diri mereka menurun drastis, harga diri mereka dijual, dan dibayar mahal dengan gengsi tinggi akan ilmu-ilmu import (Hellenisme) tersebut dan menganggap belajar ilmu agama yang dibawa oleh Nabi saw itu sebagai sesuatu yang “memalukan”, tidak bermanfaat bahkan dianggap menghalang-halangi kemajuan peradaban manusia, karena terlalu jauh dengan kenyataan kehidupan umat manusia sebenarnya. -Akbar Media-

Ihya Ulumuddin lahir dari kegelisahan seorang ulama besar (Hujjatul Islam) al-Imam Abu Hamid al-Ghazali, betapa tidak, ilmu agama (ulumuddin) kala itu tidak lebih dari “baju usang” yang telah ditinggalkan banyak orang, kebanyakan mereka ...