Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Hukum yang Bergerak

Tinjauan Antropologi Hukum

Hukum memiliki banyak wajah, dan berada dalam bentangan aktivitas masyarakat yang luas, dan merasuk dalam setiap sendi kehidupan. Oleh karenanya hukum harus dipelajari dengan menempatkannya pada konteks sosial, budaya, ekonomi, dan politik secara holistik. Banyak persoalan hukum dan kemasyarakatan yang sangat rumit dan tidak bisa dijawab secara normatif tekstual, oleh karenanya pendekatan ilmu sosial, khususnya antropologi sangat menolong untuk dapat menjelaskan tentang bagaimanakah hukum bekerja dan beroperasi dalam keseharian hidup masyarakat. Berbagai tulisan dalam buku ini memperlihatkan studi Antropologi Hukum Indonesia yang sedang berkembang memasuki ranah baru karena terjadinya pertemuan antara berbagai sistem hukum dalam ranah global. Para aktor telah menyumbangkan kepada terjadinya pergerakan hukum dari segala arah menuju ke segala arah. Imbas pergerakan hukum global juga dapat diamati dalam kajian pluralisme hukum Indonesia. Adanya wacana akses keadilan, hak asasi manusia, perempuan dan masyarakat adat, pemberantasan korupsi, sumberdaya alam dan lingkungan, menampakkan konstelasi pluralisme hukum global dalam konteks lokal. Buku ini mengajak pembaca, khususnya mereka yang memberi perhatian pada masalah hukum dan kemasyarakatan, baik kalangan akademisi, praktisi, maupun warga masyarakat luas, untuk memahami bagaimana pentingnya mempelajari hukum dengan menempatkannya dalam konteks kemasyarakatan dan kebudayaan di mana hukum itu berada.

Hukum memiliki banyak wajah, dan berada dalam bentangan aktivitas masyarakat yang luas, dan merasuk dalam setiap sendi kehidupan.

Mobile People, Mobile Law

Expanding Legal Relations in a Contracting World

Mobile people, mobile law: an introduction, Franz von Benda-Beckmann, Keebet von Benda-Beckmann and Anne Griffiths; Transborder citizenship: an outcome of legal pluralism within transnational social fields, Nina Glick Schiller; Transnational migration and the re-framing of normative values, Monique Nuijten; 'Global fire': repatriation and reparations from a Rastafari (re)migrants perspective, Werner Zips; McTradition in the new South Africa: commodified custom and rights talk with the Bafokeng and the Bapedi, Barbara Oomen; Democracy in flux: time, mobility and sedentarization of law in Minangkabau, Indonesia, Franz von Benda-Beckmann and Keebet von Benda-Beckmann; Mobile law and globalism: epistemic communities versus community-based innovation in the fisheries sector, Melanie G. Wiber; Contesting decentralization: transitional policy narratives and the emergence of volatile socio-legal configurations in Central Kalimantan, Indonesia, John F. McCarthy; Negotiating water rights in the context of a new political and legal landscape in Zimbabwe, Anne Hellum and Bill Derman; The Americanization of international law, Laura Nader; Human rights and global legal pluralism: reciprocity and disjuncture, Sally E. Merry; Project law - normative orders of bilateral development cooperation and social change: a case study from the German Agency for technical co-operation, Markus Weilenmann; School and religious difference: current negotiations within the Swiss immigrant society - viewed in a comparative perspective, Joanna Pfaff-Czarnecka; Localizing the global: rights of participation in the Scottish Chlidren's Hearings System, Anne Griffiths and Randy F. Kandel; Mobility versus law, mobility in the law? Judges in Europe are confronted with the thorny question 'which law applies to litigants of migrant origin?', Marie-Claire Foblets; Index.

Mobile people, mobile law: an introduction, Franz von Benda-Beckmann, Keebet von Benda-Beckmann and Anne Griffiths; Transborder citizenship: an outcome of legal pluralism within transnational social fields, Nina Glick Schiller; ...