Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Rumah Sehat dalam Al-Qur'an (Wawasan Arsitektur Berbasis Qur'ani)

Papan atau rumah adalah tempat tujuan akhir dari manusia. Rumah menjadi tempat berlindung dari cuaca dan kondisi lingkungan sekitar, menyatukan sebuah keluarga, meningkatkan tumbuh kembang kehidupan setiap manusia, dan menjadi bagian dari gaya hidup manusia. Sedangkan kesehatan adalah faktor utama sebagai parameter penilaian kelayakan sebuah hunian, sebelum faktor bentuk dan gaya arsitektur dari sebuah rumah. Penilaian terhadap rumah sebagai tujuan akhir manusia ini tentunya sangat dipengaruhi oleh kesehatan. Ini disebabkan rumah sehat tentunya akan mendukung tujuan akhir tersebut. Di dalam rumah sehat terdapat penghuni yang sehat. Rumah yang sehat akan meningkatkan kualitas fisik maupun psikologis penghuninya. Beberapa ayat di Al-Qur'an memberikan beberapa gambaran bagaimana rumah sebagai tempat tinggal menjadi layak dihuni, yakni dengan memperhatikan kebutuhan fisiologis dan kebutuhan psikologis. Al-Qur’an mempunyai kriteria tersendiri bagaimana rumah dapat dikatakan sehat bukan sebaliknya menjadi sumber penyakit. Diharapkan di dalam rumah yang sehat terdapat penghuni yang sehat pula. Berangkat dari fungsi rumah sebagai tempat tinggal manusia inilah konsep rumah sehat terbentuk. Konsep rumah sehat dalam Al-Qur’an merupakan suatu ide ataupun rancangan rumah sebagai tempat tinggal yang baik dan sehat bagi manusia yang termaktub dalam kitab suci Al-Qur’an, yang setiap petunjuknya dalam Al-Qur’an akan dikumpulkan menjadi satu hingga menjadi serangkaian konsep tentang rumah sehat dalam Al-Qur’an yakni dengan sistem kajian tafsir tematik. Di zaman yang modern ini, banyak masyarakat yang menganggap rumah masa kini lebih sehat daripada rumah tradisional tempo dulu, karena terlihat lebih kokoh, rapi, dan bersih. Padahal kita tetap perlu mewaspadai racun yang ditimbulkan oleh bahan-bahan di dalam rumah. Hal-hal yang bersifat buatan atau artifisial, seperti pendingin udara, bahan bangunan sintesis, misalnya asbes, plastik, serta bahan-bahan kimia yang digunakan untuk cat, karpet dan lainnya sering menimbulkan racun atau toksin yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Di sinilah Al-Qur’an hadir dan mengingatkan kembali arti sebuah rumah sebagai tempat tinggal manusia untuk berlindung seharusnya memberikan keselamatan (kesehatan) bukan malah sebaliknya menjadi sumber kuman, bakteri, virus dan racun.

Parameter dan Indikator Penilaian Rumah Sehat | 25 |34 BAB III KONSEP RUMAH SEHAT DALAM AL-QUR'AN | 37 | 37 A. ... Kelebihan dan Kekurangan Metode Tafsir Tematik atau Maudhu'i | 42 B. Konsep Rumah Sehat Dalam Perspektif Al-Quran 43 1.

TAFSIR AL-THULLABI JUZ 1 (Wawasan Baru Penafsiran Akademisi Al-Qur’an)

Buku Tafsir Al-Thullabi ini ditulis sebagai media berbagi dan ijtihad penulis bersama para mahasiswa pengkaji Al-Qur’an sekaligus sebagai produk panduan mudah dan menyenangkan untuk melakukan perjalanan akademik dalam rangka membuka wawasan baru tentang model penafsiran Al-Qur’an. Buku Tafsir ini muncul sebagai elaborasi dan diskusi kami dengan para mahasiswa prodi ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Sains Al-Qur’an. Pola pendekatan penafsiran dalam kitab ini dilakukan dengan model tafsir tahlili yang berangkat dari kegelisahan akademik di kalangan akademisi pengkaji Al-Qur’an dalam model perkuliahan di Perguruan Tinggi. Karya Tafsir ini menjawab tantangan para mufassir dimana para mahasiswa pada program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir minim karya dan pembacaan terhadap teks teks Al-Qur’an. Kajian kajian akademik tentang penafsiran Al-Qur’an ini setidaknya bisa menjawab bentuk output dalam rangka menghasilkan para mufassir pemula dan bagian dari kajian penafsiran Al-Qur’an di lingkungan akademisi dosen dan mahasiswa. Al-Qur’an dengan keunggulan teks nya yang salihun fi kulli zaman wa makan, setidaknya memberikan ruang ijtihad penafsiran dengan model dan metode yang beraneka ragam. Seri Tafsir tahlili ini berusaha menyajikan wawasan baru penafsiran Al-Qur’an sebagaimana yang dipikirkan dan dikaji oleh para akademisi Al-Qur’an dosen dan mahasiswa.

Ayat 23: Dalam ayat ini Allah swt menyatakan: Jika kamu sekalian masih ragu-ragu tentang kebenaran Alquran dan mendakwakan Alquran buatan Muhammad, cobalah buat satu surah saja semisal (ayat-ayat Alquran itu ). Kalau benar Muhammad yang ...