Sebanyak 689 item atau buku ditemukan

Maqasid Al-Syari'ah dalam etika penyiaran islam

Tersedia di perpustakaan utama lantai 1

KONSELING LINTAS BUDAYA

Budaya dipelajari dengan berbagai cara dan dari sumber yang berbeda. Pada umumnya, budaya itu disebarkan secara tidak sadar melalui observasi dan imitasi. Berbicara budaya, tak terlepas dari komunikasi. Tidak ada batasan antara budaya dan komunikasi sehingga ada istilah “Budaya adalah komunikasi dan komunikasi adalah budaya”. Hal ini karena ketika Anda mempelajari budaya Anda melalui komunikasi dan pada saat yang sama komunikasi merupakan refleksi budaya Anda. Memahami budaya, keunikan klien merupakan langkah awal bagi konselor untuk melakukan konseling. Konseling lintas budaya memiliki arti hubungan konseling pada budaya yang berbeda antara konselor dan klien. Dalam praktik sehari-hari, konselor tentunya akan berhadapan dengan klien yang berbeda latar belakang sosial budayanya. Perbedaan budaya itu bisa mengenai nilai-nilai, keyakinan, perilaku, dan sebagainya. Perbedaan ini muncul karena antara konselor dan klien berasal dari budaya yang berbeda. Penyusunan bahan ajar konseling lintas budaya ini untuk memfasilitasi calon konselor untuk mempelajari, mendalami serta meningkatkan kemampuan dalam menyelenggarakan hubungan konseling pada budaya yang berbeda.

Penyusunan bahan ajar konseling lintas budaya ini untuk memfasilitasi calon konselor untuk mempelajari, mendalami serta meningkatkan kemampuan dalam menyelenggarakan hubungan konseling pada budaya yang berbeda.

PRAKTIK PEMAHAMAN INDIVIDU

Seorang konselor mempunyai tanggung jawab untuk membantu konseli agar dapat berkembang secara optimal. Untuk dapat memahami individu atau peserta didik dengan sebaik-baiknya, seorang konselor perlu melakukan pengumpulan data atau asesmen (assessment) yang lengkap dan akurat tentang individu tersebut. Dalam konteks pendidikan, pada umumnya dibutuhkan data atau informasi, diantaranya identitas pribadi, data tentang keluarga, riwayat pendidikan, data tentang kesehatan dan jasmani, data tentang kecerdasan, bakat dan minat, kegiatan di luar sekolah serta ciri kepribadian seperti sifat karakter, corak kehidupan emosional, nilai-nilai kehidupan yang dijunjung tinggi, kadar pergaulan sosial, sikap dalam menghadapi permasalahan dan sebagainya. Seluruh aspek tersebut diperoleh melalui bantuan teknik, metode dan cara yang dikembangkan oleh konselor melalui masing-masing media pemeriksaan psikologis dalam proses asesmen, baik menggunakan teknik non tes seperti observasi, wawancara, DCM dan sebagainya maupun menggunakan teknik tes seperti tes inteligensi, bakat dan minat. Buku pedoman praktik pemahaman individu menyajikan konsep dari masing-masing alat ukur, menguraikan prosedur, tahapan-tahapan dalam melakukan praktik pemahaman individu, dan pedoman dalam menyusun laporan praktikum, baik praktik teknik non tes maupun teknik tes. Harapannya, buku ini akan membantu mahasiswa dalam memenuhi tugas-tugas akademik yang berkaitan dengan pengumpulan data (assessment) bagi individu.

Buku pedoman praktik pemahaman individu menyajikan konsep dari masing-masing alat ukur, menguraikan prosedur, tahapan-tahapan dalam melakukan praktik pemahaman individu, dan pedoman dalam menyusun laporan praktikum, baik praktik teknik non ...

Analisis Interaksi Sosial Anak Pengguna Smartphone Dengan Keluarga Di Jorong Balai Diateh Nagari Sungayang

Strategi Peningkatan Literasi Anak Usia Dini di TK Pembina Kabupaten Tanah Datar

Tersedia di perpustakaan kampus 2 GKT Lt.3

Pengaruh Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Di Kabupaten Dharmasraya

Tersedia di Perpustakaan Kampus 2 GTK LT.3