Sebanyak 53 item atau buku ditemukan

Cara Cerdas Nabi Mengoreksi Kesalahan Orang Lain

Santun dalam menuntun. Penuh hikmah dalam berdakwah. Bijak ketika mengajak kepada yang hak. Mengoreksi tanpa membuat orang sakit hati, malah menerimanya dengan senang hati. Banyak para sahabat tergetar ketika ia meluruskan mereka ke jalan yang benar. Itulah Nabi Muhammad saw. Segala ucapan dan perbuatannya selalu dipandu oleh wahyu. Begitu pula cara beliau menegur dan mengoreksi kesalahan seseorang. Maka bila kita bisa meneladaninya, niscaya kita menjadi pendidik yang sukses dan efektif. Entah anak, murid, pasangan, kerabat, teman, pasien, atau rekan kerja Anda, Anda bakal memiliki kekuatan untuk menjadikan mereka lebih baik. " Inilah buku yang bisa membantu Anda melakukan sesuatu yang sungguh sulit: mendorong seseorang berubah, menjadi lebih baik. Syekh al-Munajjid menyajikan metode dan teknik Nabi saw. dalam menegur dan meluruskan kesalahan orang-orang dari latar belakang yang berbeda-beda. Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)

Barisan pertama yang diadili adalah seorang hafizh Al-Quran, seorang yang
terbunuh di jalan Allah, dan seorang kaya yang hidup berlimpah dengan
kekayae- an. Pertama kali Allah menanyai orang yang hafal Al-Quran, “
Bukankah Aku ...

77 Pesan Abadi Nabi untuk Wanita

Menjadi perempuan di zaman kita membutuhkan stamina fisik, mental, dan spiritual. Dalam diri seorang wanita terkumpul multi-identitas; sebagai pribadi, istri, ibu bagi anak-anaknya, dan anggota masyarakat. Belum lagi kiprah di dunia kerja. Beruntung sekali, Nabi kita sangat memperhatikan kaum wanita. Semasa hidup, Rasulullah saw. memberi wasiat khusus kepada kaum wanita, mulai soal akidah hingga akhlak. Perhatian Nabi tiada lain untuk memberi arahan penting agar mereka lebih sukses menjalani hidup yang tak selalu mudah ini dan selamat di dunia dan akhirat. Dari sekian wasiat itu, Dr. Itani mengumpulkan wasiat-wasiat istimewa. Pesannya abadi, bisa diserap di berbagai zaman dan tempat. " Selain disarikan butir-butir mutiara hikmah di balik setiap wasiat, kesadaran kita juga disentuh untuk mewujudkannya dalam kehidupan nyata.Inilah kado terindah dari Rasulullah agar kita tak kehilangan arah, hidup bahagia dan diridai Allah. Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)

Zikir yang diajarkan Rasulullah kepada Fathimah dan Ali adalah bagian dari zikir
dan doa yang diajarkan beliau ketika ... Jawabannya adalah doa dan zikir tidur
yang diajarkan Rasulullah saw. kepada umat beliau yang banyak macamnya ...

Memahami Semagat Zaman

Buku ini merupakan rampai jejak ruhani dan pikiran yang berhasil dipetik penulisnya dari taman alam dan zaman. Setiap tangkai menawarkan pelajaran berharga dan hikmah mendalam. Ada pelajaran tentang kearifan, kesalehan, kemuliaan, keuletan, keberhasilan, kemuliaan, dan kesuksesan—hatta keberhasilan yang diajarkan oleh semut. Ada pula pelajaran ihwal kezaliman, kelalaian, kehancuran, kegagalan, dan kebinasaan. Membaca buku ini, Anda diajak melakukan safari intelektual dan spiritual yang mengasyikkan: memungut makna dari ragam peristiwa, bertemu dan berdialog dengan ulama dan hukama (orang-orang bijak) yang menjadi sumber cahaya kearifan bagi perjalanan hidup manusia dalam menapaki sejarah. Tanpa harus mengernyitkan kening, Anda akan menemukan sumber inspirasi, pedoman, peringatan, bahan renungan, dan contoh kearifan praktis dalam menyikapi serba problema kehidupan. "Bacalah halaman berapa pun Anda buka, lalu saksikan keunikan masa silam, rasakan kenikmatan masa kini, dan tataplah keindahan masa depan. Bersiaplah pula menyambut decak kagum akan keagungan , kelembutan, kemuliaan, dan kekuasaan Allah Swt. Diterbitkan oleh Penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)

Ilmu-ilmu lainnya tidak usah dihafal, cukup dipahami saja. Ulama-ulama salaf
juga tidak menghafal ilmu fikih, usul fikih, ilmu hadis, faraid, dan lainnya. Yang
suka menghafal ilmu-ilmu seperti itu adalah generasi belakangan. Padahal ilmu
dan ...

Segarkan Imanmu Dengan Ibadah Berfikir

Bagaimana nabi Muhammad SAW bisa menjadi nabi? Pertanyaan ini bisa dengan melihat tatapan keterutusan nabi Muhammad SAW. Tahap-tahap akhir nabi sebelum terutus merupakan gambaran tentang suatu perenungan dan pemikiran yang mendalam. Beliau berfikir selama beberapa hari. Beliau memang harus berpikir lama hingga beliau siap untuk menerima risalah kenabian dan hal yang lain. Kita pun jika ingin dekat dengan Allah, maka kita juga membutuhkan persiapan diri yang panjang. Semua itu hanya bisa dilakukan dengan berpikir tentang ciptaan Allah dan memerhatikan lembaran alam semesta. "Buku ini hendak menghidupkan kembali pesan ayat yang menggetarkan setiap hati orang beriman itu: ibadah berpikir . Dengan berpikir, ayat Tuhan yang terbaca dalam Alquran bisa dipahami; ayat Tuhan yang terhampar di alam raya ini bisa dikuak. Ibadah ini melatih kita merasakan keagungan, keindahan, dan kehebatan ciptaan Allah. Kualitas makrifat dan kedekatan kita dengan Allah pun bertambah-tambah. Diterbitkan oleh Penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)

Ini justru bermakna bahwa kita akan berperang melawan diri kita menghadapi
kemaksiatan karena kita tahu kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Kita yang
membaca kisah ini, tetapi tetap lupa akan Allah Azza wa Jalla, lalu apakah kisah
ini (dialog Allah dengan Ibrahim) Ibadah Tafakur B 101.

Belajar Khusyuk

Shalat bukan sekadar bacaan dan gerakan, melainkan juga pengetahuan dan sikap. Dengan mewajibkan shalat, Islam berupaya mendisiplinkan pemeluknya dan menjaga mereka agar selalu menyadari kehadiran Allah. Dengan shalat, orang mengosongkan kesadaran dari kesibukan sehari-hari, berkonsentrasi pada Allah dan kehadiran serta kehendak-Nya, yang berarti mengangkat diri ke yang mutlak dan universal. Berkat shalat, orang tampil lebih siap menghadapi hidup dan problemnya dibandingkan sebelumnya. Pendeknya, selain membiasakan kaum muslim dengan irama hidup yang sehat, shalat memberikan kepuasan jiwa, emosi, dan ruhani secara seimbang. " suguhan dua ulama klasik ternama yang menuntun kita memahami makna di balik setiap gerakan dan bacaan shalat kita agar lebih khusyuk dan tumakninah. Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)

Shalat bukan sekadar bacaan dan gerakan, melainkan juga pengetahuan dan sikap.

Belajar Ikhlas

Semua tahu, ikhlas merupakan ruh segala amal. Selain menjadi penentu diterima-tidaknya amal kita di sisi Allah, hati yang ikhlas adalah sumber kebahagiaan dan kesuksesan kita.Tapi, meski tahu, apakah kita mau dan mampu untuk ikhlas? Ikhlas seperti apa? Bagaimana caranya? Bukankah ikhlas sudah menjadi kata populer yang nyaris kehilangan makna sejatinya? Lahir dari kedalaman makrifat seorang psikolog-muslim klasik, buku ini menuntun kita untuk terus berlatih ikhlas. Bukan lagi menjelaskan definisi dan urgensi ikhlas, al-Muhasibi mengupas lapis demi lapis kepura-puraan yang kerap tak kita sadari saat beribadah. "Buku ini mengingatkan kita bahwa tiap perbuatan yang sedemikian baik di mata manusia sekalipun bisa sia-sia (musnah pahala dan manfaatnya) tanpa mengajak bicara kalbu kita. Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)

Al-Hârits al-Muhâsibi, Risâlah al-Mustarsyidin, Aleppo: Maktabah al-Mathbü'ah al
-Islāmiyyah, 1384. Al-Hârits al-Muhâsibi, Syarh al-Ma'rifah ua Badzl alNashihah (
Suntingan: Shālih Ahmad al-Syāmi), Damaskus: Dâr al-Qalam, Cet. I, 1412. Al-
Manâwi, Faydh al-Qadir bi-Syarh al-Jâmi al-Shaghir, Kairo: Musthafă
Muhammad. Al-Mu'jam al-Wajiz, Kairo: Majma' al-Lughghah al'Arabiyyah. Al-
Muttaqi al-Hindi, Kanz al-'Ummäl fi Sunan al-Aqual uwa al-Afâl, Aleppo:
Maktabah al-Turăts ...

Ketika Rasul Bangun Kesiangan

Hati cenderung cepat bosan, maka lipurlah ia dengan kisah dan hikmah, kata Ibnu Mas‘ud. Hati mudah kesat oleh maksiat maka lembutkan ia dengan nasihat. Buku ini menyuguhkan kisah-kisah sarat hikmah yang dituturkan oleh Rasulullah saw, para sahabat, dan orang-orang bijak. Berbagai kisah terangkai dari soal moral dan ibadah hingga kesuksesan dan kebahagiaan hidup. Selain melipur dan menghangatkan jiwa, pesan-pesannya menggugah kita untuk menjaga kemuliaan akhlak, melembutkan hati, dan menyemangati hidup untuk mewujudkan harapan jadi kenyataan. ========================== Kisah-Kisah Penghangat Jiwa (dari Rasulullah, para sahabat, ulama salaf dan khalaf, serta orang-orang bijak yang menyadarkan dan menyegarkan). Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta (Serambi Group)

Hati cenderung cepat bosan, maka lipurlah ia dengan kisah dan hikmah, kata Ibnu Mas‘ud.

Fikih Kekayaan

Buku ini terdiri dari Enam BAB yang menjelaskan tentang hukum kekayaan dalam syariat Islam. Bab pertama membahas definisi kekayaan, Bab kedua membahas syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam memperoleh kekayaan, Bab ketiga menjelaskan hukum-hukum syariat kekayaan, Bab keempat membahas jenis harta yang haram dinafkahkan dan yang halal, Bab kelima membahas kewajiban yang dibebankan kepada orang kaya, Bab keenam mengupas masalah harta kekayaan negara Islam dan efek kekuasaan yang ditimbulkannya. " Islam sebetulnya tidak mencela harta kekayaan, namun hanya mencela dampak buruk dan bencana yang ditimbulkannya. Malapetaka dan keburukan itu muncul akibat adanya penyimpangan dan penyelewengan dari metodologi Islam yang seharusnya mengatur perilaku dan tindakan orang-orang yang selalu menentang ajaran dan hukum Allah Swt.Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)

... al-Manhaj al-Maslûk fi Siyasah al-Muluk, hlm. 376, cetakan ke-1, 1407 H/1987
M, Maktabah Manar al-Urdun, Zarqa. Tahqiq dan kajian oleh Ali Abdullah al-
Musa. Zamakhsyari, al-Kasyâf, 3/104. Al-Qurthubi, Tafsir al-Qurthubî 13/49–50.
Q.S. al-Furqân [25]: 67. 144 145 Ibnu Kasir, Tafsir al-Qur'ân al-Azhîm, hlm. 958.
Ibnu Fikih Kekayaan | 223.

Selamatkan Islam dari Muslim puritan

Sebenarnya, para pendiri Salafisme berupaya keras untuk mengungkapkan
keserupaan antara teks-teks mendasar Islam dan pranata-pranata kontemporer
seperti demokrasi, konstitusionalisme, atau sosialisme, dan berusaha keras
untuk menjustifikasi paradigma negara-bangsa modern di dalam Islam. Dalam
pengertian ini, Salafisme, seperti dipahami pada awalnya, memperlihatkan satu
tingkat oportunisme. Para pendukungnya cenderung lebih tertarik pada hasil
akhir ...

Psikologi Ibadah

Namun, sebagai intelektual berlatar belakang pendidikan agama, ia tetaplah
seorang guru ngaji yang setia pada tradisi Islamnya. "Komaruddin Hidayat itu
sebenarnya memiliki kualifikasi seorang kiai, sebagaimana Cak Nur, seorang
cendekiawan yang memiliki kualifikasi seorang ulama," demikian tulis M. Dawam
Rahardjo dalam kata pengantar untuk buku Komaruddin Hidayat berjudul
Tragedi Raja Midas: Moralitas Agama dan Krisis Modernisme (Paramadina,
Mengenal Sang ...