Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

HADITS BUDAK PEREMPUAN HITAM (Hadîts al-Jâriyah as-Sawdâ’) DAN PENJELASAN ALLAH ADA TANPA TEMPAT

شرح حديث الجارية السوداء وبيان أن الله تعالى موجود بلا مكان

Kata Pengantar Ada dua metode untuk memaknai ayat-ayat mutasyabihat yang keduanya sama-sama benar: (Pertama): Metode Salaf. Mereka adalah orang-orang yang hidup pada tiga abad hijriyah pertama. Yakni kebanyakan dari mereka mentakwil ayat-ayat mutasyabihat secara global (takwil ijmali), yaitu dengan mengimaninya serta meyakini bahwa maknanya bukanlah sifat-sifat jism (sesuatu yang memiliki ukuran dan dimensi), tetapi memiliki makna yang layak bagi keagungan dan kemahasucian Allah tanpa menentukan apa makna tersebut. (Kedua): Metode Khalaf. Yang disebut dengan Takwil Tafshili. Mereka mentakwil ayat-ayat mutasyabihat secara terperinci dengan menentukan makna-maknanya sesuai dengan penggunaan kata tersebut dalam bahasa Arab. Sebagaimana para Ulama Salaf, para Ulama Khalaf tidak memahami ayat-ayat tersebut sesuai dengan zahirnya. Dalam memahami hadits al-Jariyah, kaum Musyabbihhah --(variannya di zaman sekarang adalah golongan Wahhabi)--, memaknainya dalam makna zahirnya. Mereka meyakini “Allah di atas langit”, atau sebagian mereka mengatakan “bertempat di langit” dengan dasar pemahaman keliru terhadap hadits ini. Musibah terbesar kaum Musyabbihah sesungguhnya adalah karena mereka sangat anti terhadap takwil. Bahkan berkembang di kalangan mereka semacam kaedah --yang mereka buat sendiri-- mengatakan “al-Mu’awwil Mu’ath-thil”; (seorang yang melakukan takwil maka ia menginkari teks-teks syari’at). Kholil Abu Fateh (Al-Asy’ari asy-Syafi’i ar-Rifa’i al-Qadiri)

... Abdillah Muhammad ibn Ahmad al-Anshari al-Qurthubi dalam tafsirnya yang fenomenal; al-Jami' Li Ahkam al-Qur'an, atau yang lebih dikenal dengan Tafsir al-Qurthuni, menuliskan sebagai berikut: <<ls, 4-5,29 4ual-2 459-S su-' J U-* .

HADITS JIBRIL

Penjelasan Hadits Jibril - Memahami Pondasi Iman Yang Enam

Dalam sebuah hadits sahih yang dikenal dengan nama hadits Jibril, Rasulullah bersabda: “Iman adalah engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir dan Qadar (Ketentuan Allah) yang baik dan buruk”. (HR. al-Bukhari dan Muslim) Dasar-dasar iman yang enam ini wajib di ketahui oleh setiap mukallaf. Seorang mukallaf ialah yang baligh, berakal dan telah mendengar bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Dasar-dasar iman yang enam ini adalah bagian dari ‘Ilmuddin al-Dharury; artinya termasuk pokok-pokok agama yang wajib diketahui oleh setiap mukallaf.

... عارج في السموات إلى محل كالمحل الذي وصل إليه الرسول محمد ، بل سمع وهو في الطور ، والطور من هذا الأرض ، فيعلم هذا أن الله موجود بلا مكان ، وأن سماع كلامه ليس مشروطا بالمكان ، وأن صفاته ليست متحيزة بالمكان ؛ جعل من 19 Al Jami Li Ahkam ...