Sebanyak 88 item atau buku ditemukan

Desain Laboratorium Skala Mini untuk Pembelajaran Sains Terpadu

Pembelajaran sains sejatinya merupakan pembelajaran terpadu yang berkenaan dengan peristiwa yang terjadi di alam dan sekitarnya. Pembelajaran tersebut menekankan bagaimana pembelajar memahami berbagai permasalahan yang terjadi di sekitar berserta solusinya. Sebagai contoh, pembelajar menyadari adanya masalah pencemaran udara serta bahayanya, maka diharapkan pembelajar dapat memikirkan solusi untuk penanggulangan pencemaran tersebut. Pembelajar tidak hanya memerlukan teori, namun juga aktivitas nyata di laboratorium. Oleh karena itu, adanya laboratorium sangat signifikan untuk mendukung pembelajaran sains yang terarah dan terpadu. Dalam implementasinya, berbagai permasalahan yang terkait sains dapat diselesaikan dalam laboratorium. Laboratorium adalah tempat dimana seseorang melakukan riset ilmiah, pengukuran atau pelatihan ilmiah. Kebutuhan sarana laboratorium dari berbagai disiplin ilmu akan menjadi efektif apabila dilakukan secara terintegrasi. Salah satu pendekatan dalam pembelajaran yang terintegrasi adalah STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics). STEM memungkin-kan pembelajar untuk mempelajari konsep akademik secara tepat dengan menerapkan 4 disiplin ilmu yaitu, Sains, Teknologi, Keahlian Teknik dan Matematika.

Buku Desain laboratorium skala mini untuk pembelajaran sains terpadu ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. BPRS HAJI MISKIN PANDAI SIKEK PERIODE 2010-2015

ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN AGAMA KLAS IA MEDAN PERKARA NO. 92/PDT.G/2009/PA.MDN BERDASARKAN KAIDAH HUKUM ISLAM

Desain Laboratorium Skala Mini untuk Pembelajaran Sains Terpadu

Pembelajaran sains sejatinya merupakan pembelajaran terpadu yang berkenaan dengan peristiwa yang terjadi di alam dan sekitarnya. Pembelajaran tersebut menekankan bagaimana pembelajar memahami berbagai permasalahan yang terjadi di sekitar berserta solusinya. Sebagai contoh, pembelajar menyadari adanya masalah pencemaran udara serta bahayanya, maka diharapkan pembelajar dapat memikirkan solusi untuk penanggulangan pencemaran tersebut. Pembelajar tidak hanya memerlukan teori, namun juga aktivitas nyata di laboratorium. Oleh karena itu, adanya laboratorium sangat signifikan untuk mendukung pembelajaran sains yang terarah dan terpadu. Dalam implementasinya, berbagai permasalahan yang terkait sains dapat diselesaikan dalam laboratorium. Laboratorium adalah tempat dimana seseorang melakukan riset ilmiah, pengukuran atau pelatihan ilmiah. Kebutuhan sarana laboratorium dari berbagai disiplin ilmu akan menjadi efektif apabila dilakukan secara terintegrasi. Salah satu pendekatan dalam pembelajaran yang terintegrasi adalah STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics). STEM memungkin-kan pembelajar untuk mempelajari konsep akademik secara tepat dengan menerapkan 4 disiplin ilmu yaitu, Sains, Teknologi, Keahlian Teknik dan Matematika. Buku ini disusun sebagai salah satu tanggung jawab dan cinta kami dalam Pusat Studi Sains – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk kemajuan pendidikan Indonesia. Kami berharap bahwa buku ini dapat membantu serta menjadi kawah candradimuka untuk para guru sekolah menengah atas (SMA) di Indonesia, dalam mendesain praktikum di sekolah yang berbasis sains terpadu. Pembelajaran sains sejatinya merupakan pembelajaran terpadu yang berkenaan dengan peristiwa yang terjadi di alam dan sekitarnya. Pembelajaran tersebut menekankan bagaimana pembelajar memahami berbagai permasalahan yang terjadi di sekitar berserta solusinya. Sebagai contoh, pembelajar menyadari adanya masalah pencemaran udara serta bahayanya, maka diharapkan pembelajar dapat memikirkan solusi untuk penanggulangan pencemaran tersebut. Pembelajar tidak hanya memerlukan teori, namun juga aktivitas nyata di laboratorium. Oleh karena itu, adanya laboratorium sangat signifikan untuk mendukung pembelajaran sains yang terarah dan terpadu. Dalam implementasinya, berbagai permasalahan yang terkait sains dapat diselesaikan dalam laboratorium. Laboratorium adalah tempat dimana seseorang melakukan riset ilmiah, pengukuran atau pelatihan ilmiah. Kebutuhan sarana laboratorium dari berbagai disiplin ilmu akan menjadi efektif apabila dilakukan secara terintegrasi. Salah satu pendekatan dalam pembelajaran yang terintegrasi adalah STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics). STEM memungkin-kan pembelajar untuk mempelajari konsep akademik secara tepat dengan menerapkan 4 disiplin ilmu yaitu, Sains, Teknologi, Keahlian Teknik dan Matematika. Buku ini disusun sebagai salah satu tanggung jawab dan cinta kami dalam Pusat Studi Sains – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk kemajuan pendidikan Indonesia. Kami berharap bahwa buku ini dapat membantu serta menjadi kawah candradimuka untuk para guru sekolah menengah atas (SMA) di Indonesia, dalam mendesain praktikum di sekolah yang berbasis sains terpadu. [Desain, Laboratorium, Skala Mini, Pembelajaran, Sains, Terpadu, Sri Fatmawati, Nina Ariesta, Laily Yunita, Susanti, Darmaji, Surya Rosa Putra, deepublish]

Kami berharap bahwa buku ini dapat membantu serta menjadi kawah candradimuka untuk para guru sekolah menengah atas (SMA) di Indonesia, dalam mendesain praktikum di sekolah yang berbasis sains terpadu. [Desain, Laboratorium, Skala Mini, ...

Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar

Teori dan Praktik

Pendekatan scientific diperkenalkan sebagai penekanan pada metode laboratorium formalistik yang mengarah pada fakta-fakta ilmiah (Hudosn, 1996; Rudolph, 2005). Pendekatan ini memiliki karakteristik yaitu doing science. Pendekatan ini memudahkan guru dan pihak-pihak pengembangan kurikulum untu menyusun proses pembelajaran. Caranya yaitu dengan memecah proses pembelajaran menjadi langkah-langkah yang lebih terperinci dan lebih instruktif untuk peserta didik (Varelas dan Ford, 2008). Proses pembelajaran dengan pendekatan scientific menyentuh tiga ranah yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Ranah sikap fokus pada para peserta didik agar paham 'mengapa'. Ranah pengetahuan fokus pada para peserta didik agar paham mengenai 'apa'.Terakhir, ranah keterampilan fokus pada para peserta didik agar paham 'bagaimana'. Hasil akhir pembelajaran pendekatan scientific adalah peningkatan dan keseimbangan antara softskills dan hardskills dari peserta didik.Buku ini tidak hanya memberikan penjelasan dasar mengenai pembelajaran pendekatan scientific. Namun, buku ini juga memberikan contoh-contoh implememntasi pembelajaran dengan menggunakan berbagai macam mocel pembelajaran. [Ika Maryani, M.Pd., Laila Fatmawati, M.Pd., Ahmad Dahlan, Penerbit Deepublish, pendekatan scientific, model pembelajaran, sekolah dasar]

Namun, buku ini juga memberikan contoh-contoh implememntasi pembelajaran dengan menggunakan berbagai macam mocel pembelajaran. [Ika Maryani, M.Pd., Laila Fatmawati, M.Pd., Ahmad Dahlan, Penerbit Deepublish, pendekatan scientific, model ...