Sebanyak 51 item atau buku ditemukan

Skenario Indah-Nya

Penulis : Delvi Oktaviani Hal : 240 ISBN : 978-602-6967-10-7 Sinopsis : Aisyah Nazwa Anggaraeni, seorang pelajar SMA semester akhir di Jakarta. Ia mengikuti kegiatan ekstrakulikuler ROHIS di sekolahnya yang membawanya mengenal banyak sosok berpengaruh dalam hidupnya. Selama di ROHIS, dia mendapat pelajaran tentang arti mencintai seseorang dari murabbiyahnya (Annisa). Akhirnya dia memilih mencintai dalam diam dan menyalurkannya hanya dalam doa. Ilham, sosok yang sangat layak ia cintai. Dia pintar, mahasiswa kedokteran UI, dan baik sekali akhlaknya. Kebersamaan dalam beberapa kegiatan membuatnya semakin jatuh hati. Namun berita buruk saat mengetahui bahwa Ilham akan menikah dengan Annisa. Aisyah berusaha untuk move on dan melupakan Ilham. Sampai pada saat kelulusan sekolahnya, dia diterima di FKG di Malang. Untuk merealisasikan cita-citanya dia harus mengorbankan masa mudanya dengan menikah dengan orang yang telah mengkhitbahnya jauh-jauh hari tanpa sepengetahuannya, tidak lain adalah sahabat dari Ilham yaitu Iman.

Penulis : Delvi Oktaviani Hal : 240 ISBN : 978-602-6967-10-7 Sinopsis : Aisyah Nazwa Anggaraeni, seorang pelajar SMA semester akhir di Jakarta.

Curcol Kantor

Beberapa minggu yang lalu si Bos lupa pake ikat pinggang dan dia harus rapat pagi-pagi. Jadilah pada pagi hari nan suram itu gue harus berburu ikat pinggang di mall. Pesen si Bos: "Cari sampai dapat! Kalo perlu sampe ke negeri Cina!" Sesampainya di mall, semua lantai gue puterin, naik-turun eskalator. Boro-boro dapet ikat pinggang dengan merek sesuai pesanan si Bos, pegawai tokonya aja belum pada dateng. Tokonya aja masih pada gembokan semua. Akhirnya dengan langkah gontai dan lunglai kayak orang-orangan sawah kena ujan, gue pun naik bajaj balik lagi ke kantor. Gue masuk ke ruangan dengan mengendap-endap, langsung menuju ke meja si Onyet sambil berbisik sepelan mungkin, "Si Bos mana? Gue nggak dapet ikat pinggangnya nih. Tokonya belum pada buka." Curhat gue dengan muka memelas. "Udah pergi rapat." "Lha, terus nggak pake ikat pinggang dong?" "Pake kok. Tadi sopirnya ngambil ke rumah." "DASAAARR GAJAH BENGKAKKKKKKK!!!!!" *gragot-gragot meja* *** Apakah kamu punya bos Yang nyebelin banget? Atau teman-teman kantormu bikin emosi mendidih? jangan kesel karena ternyata kamu tidak sendiri di dunia ini. Cumi akan berbagi cerita seputar kesehariannya di kantor dalam buku Curcol Kantor: Asal-usil PegaWai Kantoran. Mulai dari bosnya yang suka nyuruh seenaknya, teman kantornya yang gila kerja, sampai OB yang kadang sok tahu tapi malah salah -Bukune-

Atau teman-teman kantormu bikin emosi mendidih? jangan kesel karena ternyata kamu tidak sendiri di dunia ini. Cumi akan berbagi cerita seputar kesehariannya di kantor dalam buku Curcol Kantor: Asal-usil PegaWai Kantoran.

The Economic Impact of Apec Trade Liberalisation

In an integrated world market, changing global and regional trade policies can affect the economic performance of individual countries. The impacts of trade liberalisation by APEC member countries on the Indonesian macroeconomy, and its various sectors, especially the agricultural industries, are assessed and analysed in this book. An Indonesian Forecasting Model is developed based on the ORANI-F general equilibrium model for Australia in line with The Global Trade Analysis Project (GTAP) model to estimate the impacts of APEC trade liberalisation on changes in global market conditions. APEC trade liberalisation is found to be generally beneficial in enhancing growth in most APEC members in the short run and even more so in the long run, except for North America. In addition, the pattern of winners and losers from trade liberalisation at the sectoral level varies across scenarios. Indonesia s comparative advantage under trade liberalisation will lie more in agricultural production than in agricultural processing.

The impacts of trade liberalisation by APEC member countries on the Indonesian macroeconomy, and its various sectors, especially the agricultural industries, are assessed and analysed in this book.

Diet Seru ala Remaja

3. Tambah Serat Sudah cukupkah kebutuhan serat harian kita? Sebagai remaja,
kita butuh serat agar tetap sehat. Tapi masalahnya adalah seberapa banyak kita
butuh serat untuk mencukupi kebutuhan sehari? Untuk anak usia 5-14 tahun
harus memperoleh serat setidaknya 10 gram sehari, untuk usia 15 tahun sampai
dewasa, kebutuhan serat harian adalah 20-25 gram. Untuk memenuhi
kebutuhan serat sehari sebenarnya tidak terlalu sulit jika kita rajin makan
sayuran dan buah.

Masih Curcol Kantor

“Selamat siang, Pak. Maaf, mengganggu. Apa Bapak ada waktu?” Kira-kira kalimat itu yang keluar. Tapi, sebenarnya gue nggak yakin. Jangan-jangan saking groginya, gue malah ngomong, “Sudah siang, Pak. Saya mau diganggu sama Bapak. Apa Bapak ada waktu?” Si Bos kemudian mengangkat kepalanya dan menatap gue dari ujung kepala sampai ujung kaki. Jantung gue mencelos, loncat-loncat nggak karuan. Gue sampai harus menjaga kancing-kancing baju agar jangan sampai dada gue jadi kelihatan lebih menonjol karena aktivitas berlebihan dari si jantung. Tak lama, si Bos nyengir lebar. Sangat lebar. “Hai, Cumi. Apa kabar?” Pfiuuhh… lega. Saking leganya, gue langsung pengin bernazar buat nyebar duit monopoli ke orang-orang. “Baik, Pak,” jawab gue sambil duduk di depannya. “Bapak sendiri apa kabar?” “Yah, seperti yang kamu lihat. Baik-baik saja kan? Tetap sehat. Kamu nggak berubah ya? Eh, nggak ding. Tambah gemuk. Oh iya, pasti naik sepuluh kilo ya?” Jleb!!! Gue langsung mingkem. Kehilangan kata-kata. Dibilang jangan ngomongin berat badan sama wanita! Lagipula ini bukan gemuk, Bos. Cuma lemak yang nggak jadi otot! “Haha. Bapak juga tambah banyak ubannya. Keriput pula.” Gue gantian bercanda. Hening. Gantian si Bos yang terdiam. Suasana pun menjadi kikuk…. *** Cumi, si anak kantoran asal ini balik lagi. Meskipun sekarang sudah bukan ‘Anak Bawang’ lagi, kesehariannya di kantor tetap asal-asalan dan mengundang tawa. Dinas keluar kota bersama Mbak Ayu —pegawai yang workaholic—selalu membawa cerita naas, Ababil—si anak baru—yang gaya dan penampilannya seperti ABG bertingkah gak karuan, Onyet—sahabat Cumi—sekarang dijodohkan orangtuanya dengan modal pas foto ukuran KTP, dan yang paling bikin Cumi apes… kembalinya SI BOS GALAK! Ya, yang pergi telah kembali, si Bos kembali ditugaskan di kantor Cumi…. -Bukune-

“Selamat siang, Pak.