I need to get lost… and get lost needs no itinerary... Lana Sagitaria senang melakukan perjalanan sebagai selingan untuk mengatasi kejenuhannya menghadapi rutinitas sebagai karyawati. Alasan klasik, tetapi begitulah yang dia percaya selama ini. Hingga suatu ketika, dia memutuskan untuk berjalan mengikuti kata hatinya, tanpa itinerary, membiarkan dirinya hanyut dalam arus perjalanan. Siapa sangka, perjalanan ini justru membawanya pada jawaban penting atas pertanyaan yang selama ini terpendam jauh di lubuk hatinya. Jelajah kakinya ke beberapa kota dan negara, juga pertemuannya dengan orang-orang asing, membuatnya berkaca pada kenangan berbagai peristiwa penting dalam hidupnya, termasuk hilangnya seseorang yang sangat berarti bagi dirinya. Akankah kenangan itu tetap tinggal, ataukah sudah saatnya untuk dilepaskan?
Tuhan telah menghadirkan jodoh untuk siapa saja yang dikehendaki-Nya. Prosesnya adalah rahasia Allah Swt. Banyak ikhtiar yang harus dilewati. Doa pun akan mengalir setiap saat. Sabar, sabar, dan sabar ketika menanti jodoh adalah jalan terbaik. Jodoh tentu tidak datang begitu saja. Pernikahan adalah puncak kebahagiaan setiap orang. Suasana hidup baru terlahir sebagai sosok suami istri. Goresan hidup rumah tangga tentu akan mengalir penuh warna menjadi sebuah kisah. Tak luput tantangan, ujian, dan godaan hidup yang terjadi dalam bahtera rumah tangga. Namun, hal ini bukan berarti membuat Anda takut untuk menikah, kan? Buku ini disajikan untuk Anda yang ingin belajar mempersiapkan diri menuju pernikahan, baik pernikahan pertama atau pernikahan kedua. Penulis menghimpun tanggapan yang beragam dari para responden terkait pandangan dan kesiapan menikah. Semoga tips, kisah, dan hikmah yang termuat di dalam buku ini bisa motivasi Anda untuk siap menikah. Selamat membaca!