Sebanyak 341 item atau buku ditemukan

Manajemen Media di Indonesia

Manajemen media identik dengan adanya faktor ketidakpastian. Faktor inidisebabkan beberapa kondisi seperti perubahan regulasi, fluktuasi ekonomi, sistem permodalan, perkembangan teknologi, keterbatasan sumber daya manusia yang berkualitas, meningkatnya kesadaran dan tuntutan publik, serta pergeseran minat konsumen media. Dalam kaitan ini, kajian manajemen media memiliki posisi yang sangat penting untuk menjelaskan berbagai fenomena tersebut. Sayangnya, manajemen media, sebagai kajian yang relative baru di Indonesia, masih sangat jarang dilakukan dengan serius. Padahal, kehidupan media di Indonesia sangat dinamis dan tumbuh pesat, khususnya sejak era reformasi dan keterbukaan informasi tahun 1998. Tidak banyak referensi mengenai manajemen media dalam bahasa Indonesia. Lebih sedikit lagi referensi yang membahas manajemen media dalam konteks Indonesia. Buku ini menjadi langkah awal yang sangat strategis untuk menjawab kekosongan literatur manajemen media di Indonesia. Kajian dalam buku ini dibagi menjadi tiga isu utama: ‘Memahami Kajian Manajemen Media’, ‘Menyikapi Perkembangan Teknologi’, dan ‘Riset Manajemen Media: Tantangan dan Peluang’. Sejumlah nama profesional di bidang kajian komunikasi memberikan kajian kritis, antara lain, Amir Effendi Siregar, Ishadi S.K., dan Ana Nadhya Abrar.

Lebih sedikit lagi referensi yang membahas manajemen media dalam konteks Indonesia. Buku ini menjadi langkah awal yang sangat strategis untuk menjawab kekosongan literatur manajemen media di Indonesia.

Pengantar Akuntansi

Buku ini masih sangat sederhana dan tidak tertutup kemungkinan adanya kesalahan maupun kekurangan maka dengan kerendahan hati, penulis menerima kritikan dan saran yang bersifat konstruktif demi penyempurnaan Buku Pengantar Akuntansi ini serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak-pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan dorongan kepada penulis untuk mengembangkan ilmu melalui Buku Pengantar Akuntansi ini. Sejarah perkembangan akuntansi dimulai sejak manusia mengenal uang. Akuntansi atau pembukuan sudah dikenal dan dilakukan manusia sejak 360 SM. Hal ini dapat diketahui dari penemuan pembukuan di Babilonia, Mesir dan Yunani kuno. Pembukuan sudah dikenal manusia pada saat itu, walaupun penulisannya dilakukan pada batu atau kulit kayu dan masih belum dilakukan secara teratur atau sistematis. Sistem akuntansi pertama kali berkembang di Italia. Pada saat itu, di Italia sudah dikenal angka-angka desimal Arab sehingga akuntansi dapat berkembang. Pembukuan di Italia berkembang pesat di Kota Venesia karena pada saat itu Venesia merupakan pusat perdagangan di dunia.

Penulis 1 Hantono, dilahirkan di Medan, 27 Agustus 1978 lulusan Fakultas
Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas ... Statistik I dan II, Matematika Ekonomi,
Akuntansi Manajemen, Akuntansi Keuangan Lanjutan I dan II, Akuntansi Biaya, ...

Kancut Keblenger

Digital Love

-Bukune-

Hari gini, siapa sih, yang nggak suka menghabiskan waktunya dengan internet?

Hakka sığındık

işitilmedik, bir vak'a : millı̂ roman

Buna kâfirler bile imanda tereddüt etmezler... — "Tehdit" sözünü kullanmak da
sizin için mucib-i ukubet olabilir... İhtar deyiniz, ârifane ihbar deyiniz... — Aman
Hafızım, benim zihnim şimdi seninkinden ziyade karıştı. Sen bir felâkete uğradın.