Aplikasi PCR Multipleks untuk Identifikasi Cepat Penyebab Difteri
Buku ini berisi tentang gambaran uji coba PCR multipleks yang dikembangkan oleh peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan untuk identifikasi penyebab difteri secara cepat dan akurat. Hal ini penting disampaikan karena sampai dengan saat ini pemeriksaan laboratorium masih menjadi salah satu kendala dalam penatalaksanaan kasus dan pengendalian KLB difteri, khususnya di Indonesia. Jarangnya kasus difteri berimplikasi pada terbatasnya laboratorium klinik yang siap melakukan pemeriksaan sampel secara rutin. Selain itu, lamanya mendapatkan hasil pemeriksaan menggunakan metode konvensional sebagai gold standard seringkali menjadi kendala di lapangan. Oleh karena itu, buku ini mencoba menyajikan beberapa keunggulan dari pemeriksaan laboratorium difteri menggunakan teknik PCR multipleks dibandingkan dengan metode lain. Inti dari buku ini disajikan pada Bab IV dan V tentang hasil penelitian dan pembahasan. Sebagai tambahan, konsep umum atau tinjauan pustaka disajikan pada Bab II untuk memudahkan para pembaca memahami apa yang disampaikan pada Bab IV dan V.
Pemeriksaan mikroskopik langsung dari spesimen klinis masih banyak dilakukan
terutama di laboratorium rumah sakit. Hal ini tidak terlepas dari kelebihan
pemeriksaan mikroskopik secara umum, yaitu sederhana, murah, dan cepat ...
buku ini adalah upaya dari penulis untuk memberikan gambaran secara mudah mengenai RDRT kepada seluruh lapisan masyarakat. diharapkan buku ini dapat menjelaskan kepada pembaca mengenai hak dan kewajiban apa yang dimiliki oleh pembaca dalam memanfaatkan lahan yang dimilikinya.
buku ini adalah upaya dari penulis untuk memberikan gambaran secara mudah mengenai RDRT kepada seluruh lapisan masyarakat. diharapkan buku ini dapat menjelaskan kepada pembaca mengenai hak dan kewajiban apa yang dimiliki oleh pembaca dalam ...
Penyusunan Petunjuk implementasi sistem data manajemen 1.1. Kebutuhan
tenaga yang terampil dan mahir di bidang pengolahan data serta perlu adanya
komunikasi hasil kegiatan komputerisasi penelitian 1.2. Standarisasi software
dan hardware diperlukan di lingkup Badan Litbang Pertanian untuk efisiensi
sumber daya 2.1 Adanya keperluan informasi tentang pola usaha pertanian di
berbagai wilayah 2.2. Perlunya informasi tentang produksi dari berbagai
komoditi utama, luas ...
Deklarasi ini mengakhiri dikotomi antara negara-negara Barat, yang lebih
menekankan pentingnya hak-hak sipil dan politik, dengan negara-negara berkembang, yang lebih mengutamakan hak-hak ekonomi dan sosial- budaya.2
Krisis multidimensional yang ... Dana yang dikeluarkan pemerintah Australia
untuk program-program governance di wilayah Asia Pasifik pada tahun
anggaran 2002-2003 ...