Sebanyak 75 item atau buku ditemukan

Deteksi Kepribadian

  • ISBN 13 : 9786022172833
  • ISBN 10 : 9786022172833
  • Judul : Deteksi Kepribadian
  • Pengarang : Muin Ghazali,  
  • Kategori : Psikologi Kepribadian
  • Penerbit : Bumi Aksara
  • Klasifikasi : 155.2
  • Call Number : 155.2 MUI d
  • Bahasa : Indonesia
  • Edisi : cet ke-1
  • Penaklikan : xiii.; 23 cm
  • Tahun : 2016
  • Halaman : 290
  • Halaman : 290
  • Ketersediaan :
    0001.21700747
    (PNJ-001-00125584) Dipinjam sampai 23-05-2020 pada Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21700746
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21700745
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21700744
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21700743
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21700742
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21700741
    (PNJ-001-00159942) Dipinjam sampai 11-05-2023 pada Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21700740
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21700739
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21700738
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Rahasia Ilmu Laduni

Buku Ilmu Laduni (ar-Risalah al-Laduniyyah) membahas tema yang unik yakni Ilmu Laduni. Ilmu ini adalah ilmu yang langsung diberikan oleh Allah kepada hamba dikehendaki oleh-Nya. Tanpa perantara, tanpa pembelajaran sekalipun. Dalam buku ini, beliau menjelaskan tentang apa hakikat ilmu Laduni beserta syaratsyarat agar seseorang mampu meraih ilmu khusus ini. Selain itu, beliau juga menjelaskan alasan-alasan beserta dalil yang membenarkan keberadaan ilmu tersebut berdasarkan al-Quran dan Sunah. Dalam buku ini, Imam al-Ghazali memberikan gambaran secara menyeluruh tentang kebenaran ilmu Laduni secara lebih spesifik. Beliau juga menjelaskan bagaimana syarat-syarat orang sehingga layak mendapatkan ilmu tersebut. Kemudian dijelaskan pula bagaimana posisi manusia di depan ilmu pengetahuan itu sendiri secara umum beserta tingkatan-tingkatannya. Sebelum menginjak pada penjelasan ilmu Laduni, al-Ghazali terlebih dahulu menjelaskan tentang hakikat ilmu itu sendiri. Apa sebenarnya yang disebut dengan ilmu? Bagaimana cara meraih ilmu? Apa keutamaan-keutamaannya yang wajib diketahui oleh para pencarinya *** Buku persembahan TurosPublishing ini diterjemahkan dari kitab Majmu’atu ar-Rasail Imam al-Ghazali yang menghimpun 26 karya al-Ghazali. Seri buku ini terdiri dari 5 buku: Cahaya Di Atas Cahaya, Ilmu Laduni, Intisari Hadits Qudsi, Jalan Para Pencari Allah dan Pembebas dari Kesesatan.

Di antara karya-karyanya adalah: At-Ta'liqat, Al-Wajiz fi al-Fiqh fi al-Madzhabi
alImam asy-Syafi'i, Tahdzib al-Ushul, Al-Mustasyfa (Fikih dan Ushul Fikih); Ihya '
Ulumuddin, Mizan al-'Amal, Bidayah al-Hidayah, Al-Munqidz Min adhDhalal,
Minhaj al-'Abidin (Tasawuf dan Etika); Al-Iqtishad fi al-I'tiqad, Maqashid al-Asna fi
Syarh al-Asma` al-Husna, Misykat al-Anwar (Teologi); Maqashid al-Falasifah,
Tahafut al-Falasifah, Mi'yar al-'Ilm, Al-Qisthas al-Mustaqim (Filsafat dan Logika).

Ringkasan Ihya' Ulumuddin

Ihya Ulumuddin lahir dari kegelisahan seorang ulama besar (Hujjatul Islam) al-Imam Abu Hamid al-Ghazali, betapa tidak, ilmu agama (ulumuddin) kala itu tidak lebih dari “baju usang” yang telah ditinggalkan banyak orang, kebanyakan mereka tergila-gila oleh kecantikan ilmu positif, filsafat dan kalam yang di import dari luar Islam oleh para penguasa waktu itu, sehingga lambat laun, tanpa sadar, kepekaan umat terhadap ilmu islam mulai memudar, kepercayaan diri mereka menurun drastis, harga diri mereka dijual, dan dibayar mahal dengan gengsi tinggi akan ilmu-ilmu import (Hellenisme) tersebut dan menganggap belajar ilmu agama yang dibawa oleh Nabi saw itu sebagai sesuatu yang “memalukan”, tidak bermanfaat bahkan dianggap menghalang-halangi kemajuan peradaban manusia, karena terlalu jauh dengan kenyataan kehidupan umat manusia sebenarnya. -Akbar Media-

Ihya Ulumuddin lahir dari kegelisahan seorang ulama besar (Hujjatul Islam) al-Imam Abu Hamid al-Ghazali, betapa tidak, ilmu agama (ulumuddin) kala itu tidak lebih dari “baju usang” yang telah ditinggalkan banyak orang, kebanyakan mereka ...