Buku ini merupakan salah satu luaran dari Kegiatan Program Kemitraan Kepada Masyarakat yakni PKM pada guru SMA mathla’ul Anwar Batujaya dan buku ajar ini juga dibuat berdasarkan pengalaman Penulis sebagai guru Sekolah Menengah Atas. Buku ajar ini diperuntukkan bagi siswa/siswi SMA/MA Kelas X.
Buku ini merupakan salah satu luaran dari Kegiatan Program Kemitraan Kepada Masyarakat yakni PKM pada guru SMA mathla’ul Anwar Batujaya dan buku ajar ini juga dibuat berdasarkan pengalaman Penulis sebagai guru Sekolah Menengah Atas.
Pada penulisan konsep awalnya dibentuk tim, yang terdiri dari saya, Istiqomah Marfu’ah, Fajar Septyono, dan Hidayatunisa, dengan penulis utama adalah saya sendiri, Farjar Septiono dan Hidayatunnisa sebagai supporting data, sedangkan Istiqomah Marfu’ah sebagai pembahas utama. Usulan-usulan Istiqomah Marfu’ah banyak mempengaruhi isi dari tulisan ini. Untuk itu, secara sangat khusus saya ucapkan terima kasih kepada Istiqomah Marfu’ah atas masukan dan saran baik pada penulisan konsep awal maupun pada penulisan ulang sehingga menjadi buku ini. Begitu juga saya ucapkan terima kasih kepada Hidayatunisa atas dukungan data yang diberikan, dan juga kepada Fajar Septiono. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada staf di Perkumpulan Scale Up, terutama Wandi, Nabila dan Erwina Naingolan yang ikut membaca dan mengoreksi typo pada tulisan ini. Manajemen Konflik Sumber Daya Alam Penanganan Konflik Secara Detail Cepat Dan Tepat Berbasis Pengalaman 13 Tahun ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.
Manajemen Konflik Sumber Daya Alam Penanganan Konflik Secara Detail Cepat Dan Tepat Berbasis Pengalaman 13 Tahun ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.
Buku ini bermanfaat sebagai literasi keilmuan mahasiswa strata satu maupun strata dua dan sangat diperlukan bagi pembaca yang memerlukan wawasan perihal konflik dan penanganannya. Beberapa bagian awal bab mengupas teori konflik, penulis memaparkan beberapa literasi pendukung sebagai penguat teori yang ada. Beberapa bab kemudian, penulis memberikan praktik-praktik yang sifatnya aplikatif. Bagian daftar pustaka memuat deretan penunjang literasi yang sangat berguna bagi pembaca yang memperdalam dunia manajemen konflik. Manajemen Konflik Mengelola Marah & Stres Secara Bijak ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.
Salah satu tahap yang paling menentukan sekaligus paling menantang dalam penelitian adalah menentukan topik. Sebenarnya, topik bisa diperoleh dengan relatif mudah jika kita mengetahui beberapa jalan yang membuka ke arah ide-ide untuk topik. Tiga hal yang membuka jalan ini adalah pengalaman, keingintahuan, dan kajian terhadap penelitian-penelitian sebelumnya. Pengalaman . Pengalaman sehari-hari dengan dunia nyata di luar kampus atau sekolah bisa menginspirasi kita tentang sebuah topik penelitian. Pengalaman umumnya sarat dengan masalah, seperti misalnya anak-anak jalanan usia sekolah, kemampuan berbahasa asing yang rendah di beberapa kalangan sekolah, kemampuan membaca yang minim, dan lain sebagainya. Supaya pengalaman itu segera menjadisebuah pertanyaan penelitian harus ada kepekaan dalam menangkap masalah. Ini memerlukan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, baik benda hidup maupun benda mati. Coba Anda renungkan pengalaman Anda selama ini, kemudian tulislah beberapa hal yang selama ini Anda atau orang-orang lain sebagai masalah. Catatan Anda itu nanti bisa menggiring pada penentuan topik penelitian.
Catatan Anda itu nanti bisa menggiring pada penentuan topik penelitian. Buku Meneliti itu Tidak Sulit: Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan Bahasa ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.
Konflik merupakan suatu kondisi tidak menyenangkan yang terjadi dan sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Entah itu dialami oleh diri sendiri, ataupun orang lain. Konflik bisa saja ditemui tanpa disengaja, baik disadari ataupun tidak. Ia bisa saja tiba-tiba muncul dan hadir di tengah-tengah kesibukan seseorang berumah tangga, bekerja, bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bernegara. Dimanapun seseorang berada, konflik bisa saja terjadi. Jika tidak terjadi karena diri sendiri, konflik dapat terjadi disebabkan oleh perilaku orang lain. Sikap tidak dapat menerima kesalahan dan kenyataan menjadi salah satu sumber yang dapat menimbulkan konflik. Contoh kecil misalnya seseorang melakukan kesalahan dalam bekerja menyebabkan ia dimarahi atasan. Menghadapi kenyataan itu, ia memberontak dan tidak dapat merima kemarahan atasannya. Dari peristiwa itu kemudian muncul konflik antara dirinya dengan atasan yang pada akhirnya dapat mengganggu komunikasi dan interaksi dalam bekerja.
Buku Manajemen konflik: suatu pendekatan psikologi, komunikasi, dan pendidikan ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.
Diskursus pendidikan merupakan satu masalah yang senantiasa aktual untuk diangkat ke permukaan. Hal ini disebabkan oleh biasnya kegiatan pendidikan dan pembelajaran di lapangan dari target-target yang telah ditetapkan dalam tujuan pendidikan. Antara bagaimana yang terjadi (das sein) dan seharusnya terjadi (das sollen) saat ini jaraknya masih terlalu lebar, jauh dari harapan, jauh panggang dari apinya. Kegiatan berpendidikan yang dilakukan hingga sekarang masih belum mengena pada target yang diinginkan, bahkan tampak menjauh dari harapan dan cita-cita, belum sinkron antara konsep awal dengan tujuan akhir. Padahal berbagai kajian keilmuan telah dilakukan agar kegiatan mendidik anak manusia ini tidak salah arah dan tidak terkesan mubazir. Hal ini menjadi preseden buruk, karena besaran energi yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang diinginkan, yaitu pelaksanaan kegiatan pendidikan yang bertujuan menjadikan objek dan subjeknya menjadi lebih cerdas dan beradab masih jauh dari kenyataan.
Buku Kepemimpinan Transformasional dalam Pendidikan (Formal, Non Formal, dan Informal) ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.
Citra positif merupakan hal terpenting yang harusdimiliki oleh suatu lembaga, termasuk lembaga sekolah.Citra positif tentunya akan berkaitan dengan eksistensi suatulembaga. Hal ini karena adanya penilaian yang positif akanmemengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap suatusekolah untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Keberadaan sekolah pada awalnya mendasarkan pada suatualasan bahwa orangtua tidak mampu mendidik anaknyasecara sempurna dan lengkap, dengan demikianmemerlukan pihak lain, yakni lembaga sekolah, untuk membantu peran orangtua dalam mendidik anaknya, hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan oleh Pidarta (2007: 176) bahwa keberadaan sekolah merupakan suatu lembaga yang hidup bersama-sama dengan warga masyarakat, di mana masyarakat membutuhkan agar para siswa dapat dibina di sekolah dan sebaliknya sekolah membutuhkan masyarakat untuk membantu kelancaran proses belajar mengajar.
Buku yang sampai ke tangan pembaca ini merupakan buah riset, pemikiran dan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan selama rentang waktu yang lama, baik penelitian yang dilakukan dalam rentang tugas akhir perkuliahan yang dilakukan oleh penulis sendiri maupun oleh mahasiswa bimbingan penulis. Oleh karena itu, dapat dikatakan buku ini berkembang dalam proses panjang ikhtiar bersama. Penulisan buku ini didasari pada keinginan penulis untuk menambah khazanah perbandaharaan keilmuan bimbingan dan konseling, khususnya dalam perspektif indigenous etnik Banjar. Penulis melakukan sejumlah kajian literatur terhadap sejumlah literatur memang belum ada literatur yang secara khusus membangun rekontruksi karakteristik ‘Manusia Banjar’ dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Bimbingan Dan Konseling Perspektif Indigenous: Etnik Banjar ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak*
Tabel Bidang Bimbingan dan Konseling, Aspek Perkembangan dan Nilai Wasaka No. Bidang Bimbingan dan Konseling Pribadi Aspek Perkembangan Nilai Wasaka 1. 1. Landasan Hidup Religius Religius 2. Landasan Perilaku Etis Disiplin 3.
Berbeda dengan nabi dan rasul sebelumnya yang menerima mukjizat berupa obyek dan material berkaitan dengan trend peradaban dan kebudayaan yang dibatasi waktu, maka kemukjizatan Muhammad Saw adalah kitab suci Al Qur’an itu sendiri. Dalam kurun waktu yang lama semenjak kitab ini diturunkan bahkan setelah wafatnya Sang Nabi, Al Qur’an menjadi topik yang menghangat dan memiliki kemulian yang masih mencengangkan para pakar dari berbagai disiplin ilmu dan dari berbagai bangsa dan agama. Semakin berkembang hingga dasawarsa terakhir ini menjadi telaah keilmuan yang meluas, bukan hanya perspektif agama, tetapi di dalam kitab ini juga berbicara banyak ilmu pengetahuan dan teknologi sampai seni. Sungguh berbangga hatilah mereka yang memiliki keimanan yang tulus sehingga memiliki kalimat yang sama sebagaimana disebutkan dalam firman Allah. Salah satu perhatian ayat-ayat Al Qur’an yang tidak dapat dilewatkan adalah kajian kejiwaan dan gejala kejiwaan (psikis). Seperti yang tertera pada pada firman Allah Swt dalam Al Qur’an pada surah Yunus ayat 57: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Yunus [10]: 57). Telaah pada ayat tersebut mengisyaratkan keberadaan bimbingan dan konseling telah lama disebutkan dalam Al Qur’an. Hal ini juga menunjukkan bahwa permasalahan psikologis dan upaya terapi dalam proses konseling sudah mendapat perhatian secara khusus mendalam. Buku yang hadir ditangan pembaca ini pengantar awal dalam serangkaian upaya membingkai puzzle berserak di dalam Al Qur’an pelaksanaan bimbingan dan konseling berdasarkan pendekatan Al Qur’an, yang tentunya bisa dilaksanakan dalam berbagai setting kehidupan. Tentu sudah banyak buku sejenis yang membahas hal serupa, tetapi menelaah pelaksanaan bimbingan dan konseling berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an tentu saja merupakan hal yang berbeda. Kepada para pembaca dan pemerhati kami mengucapkan selamat membaca dan menjelajahi isi buku ini....... Pengantar Bimbingan Dan Konseling Pendekatan Qur’ani: Dalam Berbagai Kekhasan Setting Kehidupan ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak*
Pengantar Bimbingan Dan Konseling Pendekatan Qur’ani: Dalam Berbagai Kekhasan Setting Kehidupan ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak*
Buku Pengantar Pelaksanaan Praktik Pengajaran di Sekolah Bimbingan dan Konseling di Masa Pandemi ‘Coronavirus Disease’ 2019 (COVID-19), disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan pelaksanaan Praktik Pengajaran di Sekolah bagi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Lambung Mangkurat pada masa pandemi COVID-19. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian bersama bahwa pada tahun 2020 terjadi perubahan mendasar pelaksanaan praktik pengajaran di sekolah bimbingan dan konseling, karena lebih menekankan pelaksanaan daring dengan memperhatikan keberadaan sekolah pada zona tertentu mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah. Kondisi di masa pandemi sangat beragam dan sangat fluktuatif sehingga diperlukan upaya yang cermat dan tepat. Keluwesan dan ketangkasan mahasiswa peserta praktik pengajaran di sekolah bimbingan dan konseling diperlukan untuk menghadapi kondisi yang seperti ini. Pengantar Pelaksanaan Praktik Pengajaran Di Sekolah Bimbingan Dan Konseling Di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.
Aspek Religius Aspek religius berkaitan dengan keyakinan dan pengakuan individu terhadap kekuatan di luar dirinya yang mengatur kehidupan manusia. Pada masa sebelum SMP, peserta didik menerima keyakinan-keyakinan tersebut secara ...