Sebanyak 696 item atau buku ditemukan

99 HADITS PILIHAN UNTUK ANAK

Dengan buku ini, anak akan lebih mudah mencari sumber hadits pilihan untuk diterapkan sehari-hari dan untuk dihafalkan.

Dengan buku ini, anak akan lebih mudah mencari sumber hadits pilihan untuk diterapkan sehari-hari dan untuk dihafalkan.

ANTOLOGI HADITS TARBAWI

Pesan-Pesan Nabi s.a.w tentang Pendidikan

Buku Antologi Hadis Tarbawi yang hadir di hadapan pembaca ini berisi tentang jawaban-jawaban kritis hasil pengendapan pemikiran atas apa yang tengah menjadi kegelisahan para pemerhati pendidikan yang saban hari merasa nilai-nilai adiluhung pendidikan itu terus terkikis. Kehadiran buku Antologi Hadis Tarbawi ini merupakan bentuk syukur, apresiasi dan dukungan terhadap para penulis yang seluruhnya adalah Mahasiswa saya di Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Raden Intan Lampung. Buku yang merupakan kumpulan tulisan tematik hasil belajar mata kuliah Hadis Tarbawi selama satu semester ini disusun dengan mempertimbangkan masukan rekan kuliah, hasil diseminasi, komentar dosen dan beberapa catatan revisi sebagai bahan penyempurnaan pembahasan buku ini. Buku ini menjadi semacam tafsir terhadap penggalian dan penjelmaan spirit dasar atau nilai-nilai yang tertuang dalam perkataan, perilaku dan penetapan yang semuanya disandarkan kepada Nabi Muhammad saw, khususnya berterkait paut dengan pesan-pesan pendidikan di dalam al-Hadis. Yaitu, nilai-nilai keislaman yang akan terus diuji dalam aktualitas yang terus bergejolak, nilai-nilai yang akan senantiasa dipertahankan dari tindakan yang merusak, serta nilai-nilai yang dianggap sebagai jaminan atas pengetahuan yang menyelamatkan. Buku ini berisi lima BAB pembahasan terkait isu-isu terkini seputar pendidikan dan hubungan sosial. BAB pertama membahas tentang Konsistensi Pendidikan Islam yang berisi tentang nilai-nilai dasar (core values) pendidikan yang tidak berubah digerus zaman seperti konsepsi tujuan pendidikan. BAB dua membahas tentang konstruksi teoretis mengenai adab dan pendidikan karakter bagi peserta didik, mulai dari adab peserta didik terhadap guru, adab terhadap sesama peserta didik maupun jalinan kasih terhadap lingkungan. BAB ketiga berisi tentang pendidikan Islam menjawab tantangan masa depan. Pembahasan ini berisi pertanyaan-pertanyaan seputar kebijakan, sistem dan lembaga pendidikan Islam yang seperti apa yang dianggap ideal menjawab masa depan. BAB keempat berkaitan dengan prinsip-prinsip moderasi keislaman dalam pendidikan dan bagaimana Islam memandang pentingnya ilmu pengetahuan. Terakhir, di buku ini dibahas tentang Islam dan kenyataan sosial masyarakat Indonesia seperti multikulturalisme, pluralisme dan feminisme.

Apabila ditarik pada konteks kehidupan social-politik, setiap individu mempunyai hak yang takterpisahkan dari kebebasan dalam berbagai bentuk mulai dari kebebasan beragama, budaya, ekonomi, maupun politik. Dari ayat-ayat tersebut ...

STRUKTUR KONSEPTUAL USHUL FIQH

Ushul fikih (bahasa Arab: أصول الفقه‎) adalah ilmu hukum dalam Islam yang mempelajari kaidah-kaidah, teori-teori dan sumber-sumber secara terperinci dalam proses menghasilkan hukum Islam yang diambil dari sumber-sumber tersebut. Pada mulanya, para ulama terlebih dahulu menyusun ilmu fiqh sesuai dengan Alquran, hadits, dan ijtihad para Sahabat. Setelah Penyebaran Agama Islam yang sangat cepat meluas, dan mulai banyak negara yang masuk kedalam daulah Islamiyah, maka semakin banyak kebudayaan yang masuk, dan menimbulkan pertanyaan mengenai budaya baru ini yang tidak ada di zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Maka para Ulama ahli Usul Fiqh menyusun kaidah sesuai dengan gramatika bahasa Arab yang disesuaikan dengan dalil yang digunakan oleh Ulama penyusun ilmu fiqh. Mekanisme pengambilan hukum dalam Islam harus berdasarkan sumber-sumber hukum yang telah dipaparkan ulama. Sumber-sumber hukum Islam terbagi menjadi dua, yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. Al-quran dan As-sunnah merupakan sumber primer. Hukum-hukum yang diambil langsung dari Alquran dan Sunnah sudah tidak bertambah dan disebut sebagai Syariah. Adapun sumber hukum sekunder yaitu ijma, qiyas, dan sumber hukum lain. Hukum-hukum yang diambil dari sumber sekunder disebut ilmu fiqh. Ijma dan Qiyas merupakan sumber hukum yang disepakati oleh empat mazhab fikih: Syafi'i, Maliki, Hanafi dan Hambali. Sumber hukum lain seperti kebiasaan masyarakat (Urf), perkataan sahabat, dan istihsan diperselisihkan kevalidannya di antara mazhab-mazhab yang ada. Sehingga didalam "Buku Struktur Konseptual Ushul Fiqh" ini, para tim penulis akan menjabarkan framework Teori Ushul Fiqh dari berbagai latar belakang dan pondasi dasar pemikirannya, sehingga dalam hal ini tim penulis menghimbau bagi para pembaca buku ini untuk bisa dengan seksama memahami buku ini sebagai perspektif gagasan yang dikumpulkan penulis dari berbagai sumber, sehingga diharapkan dapat mengambil manfaat baik dari isi yang terkandung dari buku ini.

Sehingga didalam "Buku Struktur Konseptual Ushul Fiqh" ini, para tim penulis akan menjabarkan framework Teori Ushul Fiqh dari berbagai latar belakang dan pondasi dasar pemikirannya, sehingga dalam hal ini tim penulis menghimbau bagi para ...

Menumbuhkan Berpikir Kritis

Paradigma, Desain, dan Media Pembelajaran, hingga Manajemen Sarana

Tulisan yang tersaji di buku ini menunjukkan bahwa guru-guru SMA Kolese De Britto berusaha terus membarui diri agar semakin terampil menjawab kebutuhan pendampingan orang muda masa kini. Peran baru pendidik direfleksikan secara mendalam dalam konteks terbatas. Fungsi pendidik diperluas dengan perhatian akan tugas pendidik sebagai perancang pembelajaran, narasumber terbatas di tengah maraknya sumber informasi yang tersedia, pengelola ekosistem pemecahan masalah, fasilitator dan mentor, pendorong inovasi, model bekerja berjejaring, dan pribadi yang terus belajar.

Tulisan yang tersaji di buku ini menunjukkan bahwa guru-guru SMA Kolese De Britto berusaha terus membarui diri agar semakin terampil menjawab kebutuhan pendampingan orang muda masa kini.

Mengembangkan Jurnalistik Sekolah

Gambaran praktis bagi sekolah dalam mengembangkan aktivitas jurnalistik di sekolah. Aktivitas jurnalistik menjadi salah satu aktivitas pembelajaran sebagai wahana penguatan karakter, literasi, dan penguatan kompetensi.

Demikian pula hal dengan bakat menulis, mengedit, mendesain, memotret, membuat ilustrasi, membuat tabel, membuat gambar, menekuni bidang pencetakan, menerbitan baik online maupun offline. Dengan demikian kegiatan jurnalistik sangat ...

Materi pendidikan akhlak dalam keluarga berdasarkan Q S Luqman ( kajian tafsir maudhu'i

Koleksi Tersedia Di lantai 2

Implementasi Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MTsN 6 Tanah Datar

Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Problematika Kemandirian Belajar Siswa di SMA Negeri 9 Sijunjung

Koleksi Tersedia di lantai 2