Sebanyak 51 item atau buku ditemukan

Teladan Indah Rasulullah dalam Ibadah

1000 Kisah Penuntun Shalat, Puasa, Zakat, dan Haji

Rasulullah Saw. adalah sumber teladan ibadah dan muamalah kita kepada Allah. Beliaulah yang pertama kali mengajari kita--melalui Sunnahnya--bagaimana kita shalat, puasa, zakat, haji, dan menyempurnakan amaliah Islam sesuai dengan teladan terbaik. Namun, tak jarang teladan-teladan indah Rasulullah Saw. itu kita lewatkan tanpa perenungan dan pemaknaan yang dalam. Dan, ribuan hadis yang mengajarkan keteladanan masih tertimbun dalam tumpukan kitab hadis yang jarang kita jamah. Melalui penelaahan yang dalam atas pelbagai kitab kumpulan hadis, penulis menyajikan kisah-kisah teladan ibadah Rasulullah, utamanya rukun Islam. Inilah kisah-kisah teladan yang ditampilkan secara komprehensif: menyebut konteks sosial historisnya, memberikan pengayaan tokoh-tokoh yang terlibat, dan menyarikan inti pesan yang hendak disimak. Lebih dari itu, kisah-kisah ini juga layak dijadikan rujukan dalam amaliah ibadah kita karena sumbernya yang jelas: hadis-hadis Nabi Saw. [Mizan, Mizan Pustaka, Agama, Indonesia]

... Mas'ud adalah sahabat Rasulullah Saw.yang pertama-tamaberani membaca
Al-Quran secara keras di hadapan orang-orang musyrik Makkah, di Kufah. Dia
pindah dari Kota Nabi ke Kufah pada masa pemerintahan 'Umar bin Al-
Khaththab karena diutus sang Khalifah sebagai pendidik, ahli hukum Islam, dan
ahli tafsir 68 Teladan Indah Rasulullah dalam Ibadah Penguasa yang Mencekik
Shalat —

Dari Gestapu ke Reformasi

serangkaian Kesaksian

?Salim Said adalah mantan wartawan dengan pengalaman panjang. Juga pakar terkemuka tentang masalah militer di Indonesia. Kemudian memasuki dunia akademis sampai meraih derajat Ph.D. di AS. Ketajaman analisis dan kekayaan informasi penulisnya jelas terlihat pada buku yang ada di tangan Anda sekarang ini.? ?Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif Guru Besar Sejarah dan mantan Ketua PP Muhammadiyah. ÿ ?Membaca buku Prof. Salim Said ini sungguh memberikan pemahaman baru bagi saya tentang perjalanan sejarah Indonesia, khususnya menjelang pemberontakan PKI, dan perjalanan bangsa Indonesia semasa Orde Baru. Buku ini sangat baik untuk dibaca oleh para perwira TNI maupun pemimpin-pemimpin muda Indonesia umumnya.? ?Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan ÿ ?Kesaksian Salim Said ini tidaklah sekadar mengisahkan berbagai peristiwa yang telah dilalui bangsa, tetapi dengan simpatik dan kritis juga menjelaskannya. Maka, sebuah buku yang mengasyikkan dan mencerdaskan pun kini telah bisa dinikmati.? ?Prof. Dr. Taufik Abdullah Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia ÿ ?Setiap membaca buku Salim Said menyangkut perjalanan sejarah TNI, selalu saja tampil cerita baru yang sebelumnya tidak pernah diketahui secara luas. Di tengah kelangkaan karya tulis sejarah TNI, buku ini menjadi pemenuh kebutuhan yang sangat berguna.? ?Letjen TNI (Purn.) Kiki Syahnakri mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ÿ ?Prof. Salim Said menunjukkan betapa dekatnya profesi akademisi dan kegiatan kewartawanan. Bermodalkan pengalaman dari kedua profesi itu, Prof. Salim Said merekam perjalanan sejarah dengan jeli, cermat, dan seimbang.? ?Atmadji Sumarkidjo wartawan senior/pengamat militer dan penulis biografi Jenderal TNI (Purn.) M. Jusuf ÿ ?Cakupan buku ini cukup menarik karena dimotori oleh kesaksian-kesaksian. Adorasi terhadap Benny Moerdani membuat catatan sangat ?long winding?. Saya kagum sekali membaca bahwa Jenderal Bintang Lima yang diberikan kepada Nasution, Soeharto, dan Sudirman adalah prakarsa Salim Said.? ?Letjen TNI (Purn.) Rais Abin mantan Panglima pasukan PBB di Sinai, Asisten Perencanaan Umum Mabes ABRI serta mantan Dubes di Singapura dan Malaysiaÿ [Mizan, Biografi, Inspirasi, Indonesia]

Pluvier adalah seorangyang di negerinya dianggap sebagai ahli Indonesia,
sementara Utrecht adalah seorang pelarian dari Indonesia yang pekerjaan
terakhirnya adalah Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember. Utrecht terkenal
karena keputusannya membekukanHimpunan Mahasiswa Islam (HMI) di
Fakultas Hukum yang dipimpinnya. IndoBelandaini sebenarnya bukan orang
Komunis, diahanya seorang nasionalis radikal yang bertindak menguntungkan
orang Komunis. Tapi ...

Al-Ma'tsurat

Tak seorang pun yang sadar-sejarah luput dari mengenali Hasan Al-Banna beserta Al-Ikhwan Al-Muslimun, bentukkannya. Namun, barangkali tak sebanyak itu tahu bahwa sang Imam adalah juga seorang penempuh thariqah-tashawwuf. Buku ini - yang juga disebut-sebut sebagai himpunan doa kader Al-Ikhwan - adalah salah satu pengejawantahan sikap kesufiannya. Lebih dari itu, kumpulan doa dan munajat yang sepenuhnya ma'tsur (berdasarkan Al-Quran adn Al-Sunnah) ini tentu saja selalu merupakan penawar sejuk bagi kegersangan spiritual dan aktivitas keseharian kita. Doa, sampai akhir zaman, selalu merupakan katup-pelepas yang efektif untuk menghindari ledakan-kejiwaan fatal dalam diri makhluk rentan yang bernama manusia ini. "Membaca Al-Ma'tsurat setiap hari akan mendatangkan bimbingan dan perlindungan Allah. Al-Ma'tsurat mencakup disiplin dan ketabahan, perhatian dan kesadaran, iman yang menerangi, serta sikap mawas diri yang mengarahkan amalan dan perbuatan." -- Dr. Tariq Ramadan [Mizan, Mizania, Referensi, Agama, Islam]

Dari Abu Ayyub r.a., bahwa Nabi Saw. bersabda, "Barang siapa berkata pada
waktu pagi, sepuluh kali, Allah menuliskan baginya untuk setiap kali ia
mengucapkannya sepuluh kebaikan dan menghapuskan darinya sepuluh
kejelekan dan mengangkatnya sepuluh derajat dan kalimat-kalimat itu sama
dengan membebaskan sepuluh budak belian. Dan jadilah kalimat-kalimat itu
pelindung baginya dari awal siang itu sampai akhirnya dan ia tidak melakukan
amal pada hari itu yang ...

Menuju Perdamaian Abadi

This is a reproduction of a book published before 1923. This book may have occasional imperfections such as missing or blurred pages, poor pictures, errant marks, etc. that were either part of the original artifact, or were introduced by the scanning process. We believe this work is culturally important, and despite the imperfections, have elected to bring it back into print as part of our continuing commitment to the preservation of printed works worldwide. We appreciate your understanding of the imperfections in the preservation process, and hope you enjoy this valuable book. ++++ The below data was compiled from various identification fields in the bibliographic record of this title. This data is provided as an additional tool in helping to ensure edition identification: ++++ Zum Ewigen Frieden: Ein Philosophischer Entwurf Immanuel Kant bey Friedrich Nicolovius., 1796 Philosophy; History & Surveys; Modern; Peace; Philosophy / History & Surveys / Modern; Political Science / Peace. [Mizan, Pustaka, Novel, Fiksi]

Namun, jika hakikat kemuliaan negara, menurut konsep jelas tentang
kecerdasan bernegara, ditempatkan pada tindakan perluasan kekuasaan secara
terus-menerus dengan cara apa pun, kesimpulan saya akan tampak murni
akademis dan terlalu mengada-ada. * Istilah kasuistik jesuit (Jesuitenkasuistik)
terdapat dalam perbendaharaan kata ilmu hukum, la adalah keahlian dalam
menerapkan norma-norma hukum pada sebuah kasus dengan maksud
memperlihatkan bahwa kasus ...

Integrasi Ilmu

Tak terlalu sulit disepakati bahwa agama mesti "diintegrasikan" dengan pelbagai bidang kehidupan, demi menjadikannya rahmat bagi alam semesta. Maka, terasa wajar saja jika muncul gagasan mengintegrasikan agama dan ilmu, alih-alih berjalan sendiri-sendiri, apalagi mempertentangkan keduanya. Tapi, ungkapan "integrasi ilmu dan agama" bisa bermakna macam-macam. Apakah itu berarti penggabungan sistem sekolah agama dan sekolah umum? Penyandingan rumus-rumus fisika denagn ayat suci? Penafsiran ayat suci dengan temuan ilmiah modern? Penyatuan kompleks universitas dengan tempat ibadah? Dosen-dosen dengan kualifikasi ganda keilmuan dan keagamaan? Pendidikan yang mengembangkan kecerdasan emosi, intelektual, spiriual (IQ/EQ/SQ)? Atau, dalam bahasa filsafat ilmu, apakah integrasi bisa dilakukan pada tingkat ontologi, epistemologi, atau aksiologi? Buku ini merupakan upaya penjelajahan masalah urgen tersebut. Meskipun isu ini sudah cukup lama dibincangkan, buku ini mencoba lebih jauh memasuki wilayah ini dengan mempertimbangkan penerapan gagasan integrasi ilmu dan agama di tingkat pendidikan tinggi. Salah satu kelebihan buku ini adalah ia menghimpun tulisan dari tiga rektor IAIN yang baru-baru ini berubah menjadi UIN. Meski demikian, buku ini tidak memusatkan perhatiannya hanya pada satu agama. Kesejajaran perkembangan wacana ini di kalangan pemikir Muslim dan Kristen juga dicoba dilacak di sini. Para penulis buku ini yang berasal dari berbagai bidang ilmu dan latar belakang keagamaan berbeda-beda itu berupaya membawa wacana "ilmu dan agama" ke tingkat yang lebih jauh, dari gagasan yang telah berusia lama ini mendekati kenyataan. Isu-isu penting lain yang digarap di buku ini mencakup: * Mengapa ilmu dan agama perlu dipertemukan * Perjumpaan paradigma-sains Thomas Kuhn dan teologi Hans Kung * Ilmu dan agama dalam perspektif kritis Habermas * Model integralisme Islam bagi integrasi ilmu dan agama * Posisi agama dalam berhadapan dengan keterbatasan ilmu dan teknologi * Etika dan penerapan sains-teknologi * Tantangan integrasi ilmu dan agama di perguruan tinggi di Indonesia * Integrasi ilmu dan agama dalam transformasi IAIN menjadi UIN Inilah sebuah buku yang berangkat dari keinginan nyata untuk mengupayakan integrasi ilmu dan agama di Indonesia secara bertanggung jawab. [Mizan, Pengetahuan, Agama, Indonesia]

bidang ilmu matematika dan fisika. Matematika tentu saja merupakan disiplin
ilmu yang penting dari kajian ilmiah Muslim. Begitu pentingnya sehingga Al-Kindi
pernah mengatakan bahwa matematika adalah bidang ilmu yang harus dikuasai
oleh seseorang yang hendak mempelajari filsafat. Ia adalah semacam ilmu alat
— selain logika — untuk memahami filsafat.1 Filsafat banyak berkaitan dengan
ide-ide abstrak yang kadang tidak ada kaitannya langsung dengan dunia fisik.

Indeks Al-Quran

Panduan Mudah Mencari Ayat dan Kata dalam Al-Quran

KEUNGGULAN INDEKS AL-QURAN karya DR. AZHARUDDIN SAHIL •Paling lengkap dan paling sistematis dibandingkan indeks-indeks Al-Quran yang ada. •Layak disebut Al-Mu’jam Al-Mufahras versi Indonesia karena kelengkapannya dan kesistematisannya. •Memuat semua kata yang terdapat dalam terjemahan Al-Quran bahasa Indonesia yang disusun secara alfabetis. •Kata-kata disajikan dalam bentuk lema (entri), baik dalam bentuk kata kerja, kata sifat, kata keterangan, maupun kata benda. •Tiap-tiap lema disusun berdasarkan kata dasarnya, yang diikuti oleh beberapa sublema, baik berupa kata turunan, kata ulang, atau kata majemuk. Misalnya, putus: memutuskan (me-kan) terputus (ter-) terputuslah (ter-lah) keputusan (ke-an) hari keputusan (hari ke-an) putus-putusnya (kata ulang) putus asa (kata majemuk) •Disusun oleh pakar pengajaran Al-Quran yang telah menyusun berbagai buku seputar Al-Quran yang digunakan secara luas di Indonesia dan Malaysia. Indeks Al-Quran adalah peranti navigasi bagi pencinta Al-Quran untuk menelusuri keluasan dan keragaman tema-tema dalam Al-Quran. Indeks ini disusun dan dikemas menyerupai Al-Mu'jam Al-Mufahras, sebuah indeks Al-Quran terlengkap yang paling banyak dipakai oleh umat Islam di seluruh dunia. Dengan menampilkan terjemahan Al-Quran lengkap dengan nomor surah dan ayat, pembaca yang tidak mengerti bahasa Arab pun dapat dengan mudah mencari ayat-ayat dan kata-kata dalam Al-Quran yang dikehendaki. Disusun untuk menutup kekurangan-kekurangan yang terdapat pada indeks sejenis yang telah ada, indeks ini sangat dibutuhkan oleh para pemikir, cendekiawan, ulama, penulis, pengajar, mubalig, pelajar dan mahasiswa—pendeknya, siapa saja yang menjadikan Al-Quran sebagai referensi kehidupan. “Membantu Anda dengan mudah dan cepat untuk menemukan keterangan bagaimana pandangan Al-Quran tentang sesuatu masalah.” —K.H. Miftah Faridl “Memberikan sumbangan berharga kepada siapa saja yang berminat berunding dengan Kitab Suci melalui cara yang mudah.” —Ahmad Syafi’i Ma’arif [Mizan, Pustaka, Referensi, Agama]

Al-Syu'ara' = Al-Jami'ah 27. Al-Naml - Sulaiman 32. Al-Sajdah = Al-Madhaji' 35.
Fathir = Al-Mala'ikah 36. Ya Sin = Qalb Al-Qur'an 39. Al-Zumar = Al-Ghuraf Nama
Lain Surah-Surah Al-Quran 40. Al-Mu'min = Al-Ghafir, Al-Thaul 41. 881.

Mutiara Ihya Ulumuddin

Kitab Ihya Ulumuddin merupakan kitab yang paling populer di antara kitab-kitab klasik-tradisional yang ada. Bahkan, hingga sekarang, kitab ini tetap menjadi rujukan utama bagi para penempuh jalan sufi. Tuntutan zaman modern yang serba-ringkas dan cepat tampaknya telah diantisipasi oleh Imam Al-Ghazali. Buku Mutiara Ihya Ulumuddin ini merupakan ringkasan dari kitab Ihya Ulumuddin yang berjilid-jilid tersebut. Kendati sudah banyak ringkasan yang telah dibuat, Mutiara Ihya Ulimuddin memiliki keistimewaan karena ringkasannya dilakukan sendiri oleh Imam Al-Ghazali, dengan menjaga intisari dan tujuan buku tersebut. Sebagaimana disebutkan Imam Al-Ghazali dalam kata pengantarnya, Saya telah meringkas buku ini disebabkan sulitnya membawa buku Ihya dalam perjalanan. Walhasil, dengan membaca Mutiara Ihya Ulumuddin ini, diharapkan pembaca dapat memahami dan memeras intisari dan hikmah kitab Ihya Ulumuddin yang monumental itu.

Tuntutan zaman modern yang serba-ringkas dan cepat tampaknya telah diantisipasi oleh Imam Al-Ghazali. Buku Mutiara Ihya Ulumuddin ini merupakan ringkasan dari kitab Ihya Ulumuddin yang berjilid-jilid tersebut.

Mutiara Akhlak Rasulullah S.A.W.

100 Kisah Teladan tentang Iman, Takwa, Sabar, Syukur, Ridha, Tawakal, Ikhlas, Jujur, Doa, dan Tobat

Rasulullah Saw. adalah sumber teladan yang layak kita ikuti. Melalui Sunnahnya, beliau mengajari kita bagaimana meneguhkan iman dan takwa, bersabar dalam setiap musibah, bersyukur ketika mendapatkan anugerah, bersikap ridha dan tawakal dalam setiap urusan, bertindak jujur dalam segenap keadaan, serta berjiwa ikhlas dalam beramal. Inilah kisah-kisah teladan Rasulullah yang ditampilkan secara komprehensif: menyebutkan konteks sosial historisnya, menggambarkan tokoh-tokoh yang terlibat, dan menyarikan inti pesan di dalamnya. Betapa indah jika kisah-kisah teladan ini kita simak, renungkan, dan praktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari. [Mizan, Mizania, Referensi, Agama]

Orang pertama adalah mertua dan sahabat beliau yang memeluk Islam pada
tahun keenam dakwah Islam. Sejak ia memeluk Islam, kaum Muslim mulai berani
menyerukan dakwahnya secara terang-terangan. Karena hal inilah, ia mendapat
 ...

Mutiara Juz'amma

Manusia modern mengalami gejala paradoks: dihujani informasi audio-visual dengan sangar deras, tetapi jiwanya kering kerontang. Mata-fisiknya melihat semakin banyak informasi, tetapi mata-hatinya semakin kabur. Telinga-fisiknya makin banyak mendengar suara, tetapi telinga-batinnya semakin tulis. Otaknya semakin banyak berisi agenda, tetapi hatinya semakin kosong tak berisi. Manusia modern, karena itu, membutuhkan suara-suara ruhani, yang membawa kabar dari langit. Tentang pesan Tuhan dan para nabi. Tentang dosa dan ganjaran. Tentang neraka dan surga. Tentang suara hati dan kebajikan. Tentang kepedulian kepada alam dan sesama manusia. Demikianlah makna buku ini bagi para pembaca: membawa pesan-pesan suci Tuhan kepada manusia modern dengan bahasa yang mudah dipahami. Menyentuh perasaan dan menggugah pikiran. Agar kembali ingat ke mana akan berpeluang dan apa yang dicari dengan sepenuh hati. [Mizan, Pustaka, Referensi, Islam]

Manusia modern mengalami gejala paradoks: dihujani informasi audio-visual dengan sangar deras, tetapi jiwanya kering kerontang.