Sebanyak 3000 item atau buku ditemukan

Karakteristik Perkembangan Peserta Didik

Buku Karakteristik Perkembangan Peserta Didik mengajak pembaca untuk menjelajahi serangkaian bab yang mendalam tentang karakteristik perkembangan peserta didik dari berbagai segi. Mulai dari BAB I yang mengulas esensi perkembangan individu hingga BAB X yang memaparkan peran penting guru dalam membimbing peserta didik. Setiap bab menghadirkan pemahaman mendalam tentang perbedaan individual, karakteristik perkembangan pada berbagai rentang usia, tugas-tugas perkembangan yang harus dihadapi, hingga tantangan khusus yang dihadapi oleh generasi Z dan Alpha. Dengan fokus pada konteks Indonesia, buku ini juga menyoroti permasalahan dan solusi dalam memfasilitasi perkembangan peserta didik, menjadi panduan esensial bagi pendidik yang ingin memberikan pengaruh positif dalam proses pembelajaran dan perkembangan anak.

Buku Karakteristik Perkembangan Peserta Didik mengajak pembaca untuk menjelajahi serangkaian bab yang mendalam tentang karakteristik perkembangan peserta didik dari berbagai segi.

KONSELING LINTAS BUDAYA

Budaya dipelajari dengan berbagai cara dan dari sumber yang berbeda. Pada umumnya, budaya itu disebarkan secara tidak sadar melalui observasi dan imitasi. Berbicara budaya, tak terlepas dari komunikasi. Tidak ada batasan antara budaya dan komunikasi sehingga ada istilah “Budaya adalah komunikasi dan komunikasi adalah budaya”. Hal ini karena ketika Anda mempelajari budaya Anda melalui komunikasi dan pada saat yang sama komunikasi merupakan refleksi budaya Anda. Memahami budaya, keunikan klien merupakan langkah awal bagi konselor untuk melakukan konseling. Konseling lintas budaya memiliki arti hubungan konseling pada budaya yang berbeda antara konselor dan klien. Dalam praktik sehari-hari, konselor tentunya akan berhadapan dengan klien yang berbeda latar belakang sosial budayanya. Perbedaan budaya itu bisa mengenai nilai-nilai, keyakinan, perilaku, dan sebagainya. Perbedaan ini muncul karena antara konselor dan klien berasal dari budaya yang berbeda. Penyusunan bahan ajar konseling lintas budaya ini untuk memfasilitasi calon konselor untuk mempelajari, mendalami serta meningkatkan kemampuan dalam menyelenggarakan hubungan konseling pada budaya yang berbeda.

Penyusunan bahan ajar konseling lintas budaya ini untuk memfasilitasi calon konselor untuk mempelajari, mendalami serta meningkatkan kemampuan dalam menyelenggarakan hubungan konseling pada budaya yang berbeda.