Sebanyak 222 item atau buku ditemukan

Community Empowerment

Teori dan Praktik Pemberdayaan Komunitas

Pemberdayaan merupakan entry point bagi munculnya kemandirian suatu komunitas. Sementara salah satu paradigma pembangunan bertautan dengan orientasi menuju pemberdayaan komunitas. Jadi, sudah menjadi suatu keniscayaan jika pembangunan hendaknya mampu mewujudkan masyarakat yang sejahtera berkeadilan sekaligus berdaya. Untuk itu, seringkali dibutuhkan peran fasilitator dan/atau pendamping, baik dari kalangan akademisi, pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), maupun dari lembaga-organisasi lokal yang ada, dalam berbagai program pemberdayaan. Studi kasus yang ditinjau dalam buku ini adalah pemberdayaan komunitas pesisir. Dengan keunikan kawasan pesisir dan struktur sosiokultur masyarakatnya, maka keberhasilan pemberdayaan ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu kepemimpinan, sinkronisasi kebijakan antarsektor dan wilayah, ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas, eksistensi institusi lokal dan kader-kader pemberdayaan untuk kontinuitas program, serta koordinasi dan komitmen dari stakeholders yang terlibat, termasuk partisipasi dari masyarakat sebagai penerima manfaat. Selain itu, pendekatan nilai-nilai kearifan lokal dalam suatu komunitas akan mempermudah perubahan mindset dan pola perilaku yang diharapkan dalam suatu (program) pemberdayaan. Memang, terkesan klise jika melihat sekilas tentang diskursus pemberdayaan. Apalagi pemberdayaan pada komunitas pesisir salah satunya, karena cukup banyak buku yang membahas dan menyoalnya. Tapi, klise tidaknya sebuah penilaian atau persepsi sangat tergantung dari bagaimana sebuah diskursus dikupas, dianalisis, dan diolah dari fakta-fakta terbaru di lapangan. Adanya fakta-fakta baru di lapangan inilah saya kira yang menjadi salah satu kekuatan dari buku ini.

Pemberdayaan merupakan entry point bagi munculnya kemandirian suatu komunitas.

Kewenangan Mahkamah Konstitusi Sebagai Positive Legislator Dalam Doktrin Distribution of Power

tersedia di ruang karya ilmiah lantai 2

Editorials and the Power of Media

Interweaving of socio-cultural identities

Editorials define at a given time how media construct their socio-cultural environment and where they position themselves in it. In this sense, they are snapshots of media socio-cultural identities whose study is crucial for the understanding of media actions and interactions on the political stage. This book contributes to the study of media roles in politics with a methodological “discursive communication identity framework” and its application to a corpus of editorials. This allows for the definition of editorials as a genre, and it reveals that, thanks to a very adroit interweaving of their socio-cultural identities, news media can play a much more active role on the political stage than studies on framing and agenda setting have hitherto shown. The place of media in political communication models might therefore need to be reviewed. This book is intended for all those interested in media and politics whatever their academic specializations.

... Relation: subordination The three following tables (A3—1 to A3—3) give the definitions for all coherence relations ... relation Example: El R / p R a “There exists a relation R such that 'p' and 'a' are linked by R” Table A3.1. Relations ...

Pengembangan Media Powerpoint (PPT) Berbasis Discovery Learning Pada Mata Pelajaran PAI &BP Kelas VII Di SMPN 3 Pariangan

Koleksi tersedia di lantai 2

Pengembangan media berbasis mind mapping menggunakan powerpoint untuk meningkatkan minat belajar peserta didik pada pembelajaran IPA kelas IV

Tersedia pd Repository UIN dan pd Ruang karya ilmiah lantai 2

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT INTERAKTIF BERBASIS GAMES EDUKATIF PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS VII DI SMPN 7 SIJUNJUNG

Koleksi Tersedia Di lantai 2