Filsafat ilmu pada prinsipnya berusaha melihat persoalan-persoalan elementer terkait ilmu pengetahuan. Penyelidikan pada level filsafati dan dengan kacamata yang lebih reflektif semacam ini memungkinan sistem-sistem filsafat bekerja dan menguji persoalan-persoalan tersebut, seperti: logika menguji kesahihan penalaran ilmiah dan keteraturan eksplanasi ilmiah; ontologi menyelidiki tentang keberadaan realitas atau objek yang disingkap melalui ilmu pengetahuan itu; epistemologi menyelidiki tentang klaim-klaim kesahihan dan kebenaran dalam teori-teori pengetahuan dan metode ilmiah, serta bagaimana pengetahuan tentang realitas itu menjadi mungkin; aksiologi menyelidiki tentang nilai-nilai ilmu pengetahuan, seperti apa gunanya suatu ilmu dikembangkan, untuk tujuan apa; dan, tak dapat abaikan, etika juga menjadi tinjauan penting hari ini terkait problem persinggungan ilmu pengetahuan dengan persoalan-persoalan etis seperti: tanggungjawab seorang ilmuwan, kebebasan ilmiah, dilema moral dalam ilmu, dan lain sebagainya
Buku karya Waston ini mengulas dengan sangat lugas persoalan-persoalan filsafat ilmu, tidak saja menyangkut aspek historis, namun juga menyentuh sisi esensialnya. Penggunaan sistematika yang demikian padat dengan penjelasannya yang sebra mencakup, buku ini dapat dengan mudah mengantarkan pembaca untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai fisafat ilmu. (Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum., Ph.D of Arts) Diperlukan jembatan yang menghubungkan antara filsafat dan ilmu/logika secara integral, yang akan dapat mengurangi dampak kehancuran nilai-nilai kemanusiaan yang semakin dalam. Oleh karena itu, buku ini sangat perlu dibaca bagi para dosen dan menjadikan buku ini sebagai referensi bagi para mahasiswa saya. Semoga berkah dan bermanfaat, aamiin. (Prof. Dr. Musa Asy'arie, M.A.)
Meneliti dan menulis adalah rutinitas lain yang ia kerjakan selain mengajar dan menjalankan tugas manajemen. Beberapa karya tulisnya telah dipublikasikan di ...
Filsafat dapat didefinisikan sebagai refleksi rasional, kritis, dan radikal mengenai hal-hal mendasar dalam kehidupan. Refleksi rasional merupakan perenungan ilmiah yang tidak bersandar pada rasio atau akal dan penalaran. Filsafat merupakan “seni bertanya”, mempertanyakan apa pun tanpa tabu, mempertanyakan tentang apa yang ada (being) maupun yang mungkin ada, sehingga filsafat kerap juga disebut berpikir spekulatif. Pertanyaan yang diajukan filsafat memiliki ciri khas yang mendalam (radikal). Kedalaman pertanyaan inilah yang menjadi distingsi antara filsafat dengan ilmu pengetahuan. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup
Pertanyaan yang diajukan filsafat memiliki ciri khas yang mendalam (radikal). Kedalaman pertanyaan inilah yang menjadi distingsi antara filsafat dengan ilmu pengetahuan. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup