Sebanyak 76 item atau buku ditemukan

PERSOALAN FILSAFAT ILMU TERAPAN PARIWISATA

Konteks Pengembangan Magister Terapan Pariwisata

Buku Persoalan FiIsafat Ilmu Terapan Pariwisata adalah sebentuk ketidaktakutan untuk salah dari hampir tidak adanya bacaan-bacaan tentang filsafat ilmu terapan (philosophy of applied sciences) dan lebih-lebih filsafat ilmu terapan pariwisata (philosophy of applied sciences in tourism). Buku yang dalam desain awalnya berupa paper sederhana ini mencoba menelisik –mungkin tidak sedalam upaya filsafat yang seharusnya mendalam dan radix-- aspek-aspek filsafati ilmu terapan pariwisata, yang ujung-ujungnya banyak berkenaan dengan urusan-urusan pragmatisme. Ini beralasan karena saat ini sebagian besar kita lebih menganggap --mereduksi-- pariwisata sebagai wilayah bisnis-ekonomi ketimbang suatu kompleksitas yang bagian-bagiannya saling berhubungan satu sama lain. Maka ketika peran pendidikan tinggi ditemukan banyak gak nyambung dengan kebutuhan-kebutuhan industrialisasi/pembangunan pariwisata (yang diniatkan menyejahterakan masyarakat) lantaran lebih banyak melakukan aktivitas ilmu untuk ilmu, yang hanya sibuk diam di menara gading, sebagai saintisme belaka, kemudian lembaga-lembaga perguruan tinggi terapan seperti politeknik-politeknik di Indonesia dengan sendirinya punya kewajiban merespons ketidak-nyambungan itu dengan program studi terapan berlevel magister (KKNI Level 8), seperti yang dipelopori Politeknik Negeri Bali melalui Program Studi Perencanaan Pariwisata (Tourism Business Planning), Jurusan Pariwisata. Buku ini terasa enak dibaca dan perlu manakala mau memasuki pintu ilmu terapan pariwisata di level tersebut, sehingga menjadi jelas apa yang menjadi persoalan-persoalan objek materia, objek forma, ontologi, epistemologi, aksiologi, dan sebagainya, selain signifikansi, kebermanfaatan, dan kemultidisiplinan, dari dunia tersebut, dalam hubungannya dengan realitas dan postrealitas dunia pariwisata dunia yang benar-benar dihadapi hari ini dan nanti…

Ia diistilahkan multisektoral karena memengaruhi ke berbagai sektor lain, misalnya tata ruang, kuliner, kesenian, cenderamata, transportasi, manajemen, ...

Filsafat Ilmu Dan Logika Manajemen Dan Pariwisata

Filsafat ilmu diperlukan untuk dapat memahami hakikat dari sebuah ilmu. Ilmu memiliki landasan ontologis, epistemologis dan aksiologis. Ontologi mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh panca indera manusia. Epistemologi mempelajari tentang hakikat dari sebuah ilmu, justifikasi, dan rasionalitasnya. Epistemologi berpusat pada empat bidang: (1) analisis filsafati terkait dengan konsep-konsep seperti kebenaran, keyakinan, dan justifikasi, (2) berbagai masalah skeptisisme, (3) sumber-sumber dan ruang lingkup pengetahuan dan justifikasi atas keyakinannya, dan (4) kriteria bagi pengetahuan dan justifikasi agar dapat disebut sebagai sebuah ilmu secara mandiri. Aksiologi ilmu, membahas mengenai kegunaan ilmu itu bagi kehidupan manusia. Buku ini mengungkap secara filsafati ilmu manajemen dan pariwisata, disajikan menggunakan bahasa yang sangat sederhana agar para pemula lebih mudah memahami hakikat dari ilmu manajemen, dan hakikat dari ilmu pariwisata. Diharapkan para pembaca dapat memahami secara mudah apa ontologi dari ilmu yang sedang mereka pelajari, bagaimana ilmu tersebut dapat membuktikan kebenarannya, dan untuk apa ilmu yang telah dan atau sedang mereka pelajari. Filsafat Ilmu Dan Logika Manajemen Dan Pariwisata ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.

Filsafat Ilmu Dan Logika Manajemen Dan Pariwisata ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.

Kajian Ilmu Keolahragaan Ditinjau Dari Filsafat Ilmu

Filsafat Olahraga berarti kajian filsafat tentang olahraga, secara praktis berupa tindakan mengkritis secara sistematis ihwal fenomena keolahragaan, Aktivitas keolahragaan dalam profesi apa saja akan maju bila didukung riset dalam Ilmu Keolahragaan; dan sebaliknya ilmu keolahragaan akan maju bila dapat menperoleh pengalaman terkait manfaat aplikasi dalam bidang profesi keolahragaan. Filsafat Olahraga dipandang sebagai subjek yang memiliki penalaran kritis tinggi, skeptik, dan mampu berpikir secara dialektik dalam rangka memperoleh pencerahan dan kebenaran secara filsafati. Justru itu, mahasiswa diinspirasi dan dimotivasi agar mampu mengekspresikan diri untuk menunjukkan eksistensi diri dalam menuangkan ide atau gagasan tentang fenomena olahraga ditinjau dari perspektif filsafati. Pendidikan jasmani dan olahraga merupakan proses belajar untuk bergerak dan belajar melalui gerak yang bertujuan menjaga kebugaran pada tubuh. Selain belajar dan dididik melalui gerak untuk mencapai tujuan pengajaran, dalam pendidikan jasmani itu anak diajarkan untuk bersosial, Proses kegiatannya mencakup kegiatan latihan atau pelaksanaan tugas-tugas permebalajarn yang dilakukan secara berulang-ulang. Dalam kajian buku ini membahas secara tuntas dan lengkap bagaiamana mengembangkan Ilmu Olahraga dengan filsafat dan Ilmu yang mempunyai tujuan yang sama mencari kebenaran. Diharapkan dengan adanya buku ini menambahkan dapat dijadikan wawasan serta pengetahuan kepada mahasiswa, Dosen, Guru, Peneliti dan Praktisi lainya dalam dunia Ilmu Keolahragaan.

Sebaliknya, proses manajemen melibatkan (a) perencanaan dan penganggaran, (b) pengorganisasian dan kepegawaian, dan (c) pengendalian dan pemecahan masalah.

Filsafat Ilmu

Sebagai landasan filosofis bagi tegaknya suatu ilmu, peran Filsafat Ilmu dalam struktur bangunan keilmuan tidakbisa disangsikan lagi. Filsafat ilmu banyak menawarkan pola pikir dengan memperhatikan objek dan subjek ilmu, termasuk pola pikir logika sebagai bagian inheren di dalamnya. Bahkan filsafat ilmu merupakan instrumen dalam proses penggalian suatu ilmu, sekaligus memberikan kerangka pada rangkaian kegiatan keilmuan. Demikian signifikansi filsafat ilmu dalam konteks pengembangan keilmuan. Buku ini merupakan kumpulan tulisan yang saya tulis sejak berada di Mesir, saat strata satu, dan secara khusus saat aktif menulis di Jurnal OASE (Media silaturahmi ICMI Kairo).Ê Saat belajar filsafat ilmu di IAIN Bandung, (kini UIN) penulis merilis tema demi tema sesuai judul-judul dalam buku filsafat ilmu. Kemudian saat kuliah program doktoral di UIN Jakarta, tema-tema yang berkaitan kembali satu per satu dirangkai untuk melengkapi keutuhan tematik kajian filsafat ilmu. Dalam buku ini diperkaya penulisannya ketika penulis terlibat mengajar matakuliah filsafat ilmu di IAIN Batusangkar dalam rentang 5 semester. Kekuatan buku ini terletak pada tema pembahasan yang dirilis berdasarkan kebutuhan tematik para mahasiswa pascasarjana. Lewat diskusi-diskusi yang intensif, para mahasiswa memberi sumbangan ide bagi penulisan buku ini yang disampaikan melalui pertanyaan-pertanyaan dalam diskusi. *** Persembahan penerbit Kencana (Prenadamedia Group)

Bahkan filsafat ilmu merupakan instrumen dalam proses penggalian suatu ilmu, sekaligus memberikan kerangka pada rangkaian kegiatan keilmuan. Demikian signifikansi filsafat ilmu dalam konteks pengembangan keilmuan.

Filsafat Ilmu

Hakikat Mencari Pengetahuan

Ketika pertama kali saya mengikuti mata kuliah Filsafat Ilmu di IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2008. Makalah pertama yang tampil dengan judul Mengapa Filsafat Ilmu? Rekan kelas saya yang pertama kali presentasi, namanya Muhammad Zein, alumnus S.1 IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Strata satunya jurusan Filsafat. Dalam makalahnya menjelaskan bahwa Judul di atas merupakan judul yang dapat menjadi dasar berpijak dari mata kuliah Filsafat Ilmu. Judul yang pendek dan sederhana: mengapa filsafat ilmu? Pertanyaan tersebut membutuhkan jawaban yang luas, karena berkaitan dengan sumber pengetahuan. Jika anda ditanya: apa, siapa, kapan atau di mana. Anda dapat menjawabnya dengan satu kata, tetapi ketika ditanya: mengapa? Untuk memulai menjawabnya saja kita harus "memutar" otak: kanan dan kiri agar bisa mengetahui darimana akan memulai menjawabnya.

  • ISBN 13 : 9786024014278
  • Judul : Filsafat Ilmu
  • Sub Judul : Hakikat Mencari Pengetahuan
  • Pengarang : Ahmad Taufik Nasution,  
  • Kategori : Filsafat
  • Penerbit : Deepublish
  • Klasifikasi : 100
  • Call Number : 100 AHM f
  • Bahasa : Indonesi
  • Edisi : Cet ke-1
  • Penaklikan : x .; 134 hlm .; 23 cm
  • Tahun : 2016
  • Halaman : 144
  • Google Book : https://play.google.com/store/books/details?id=tdiDDwAAQBAJ&source=gbs_api
  • Ketersediaan :
    0001.22101679
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22101678
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22101677
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22101676
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22101671
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22101670
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22101669
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22101668
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22101667
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22101666
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Ketika pertama kali saya mengikuti mata kuliah Filsafat Ilmu di IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2008. Makalah pertama yang tampil dengan judul Mengapa Filsafat Ilmu?

Filsafat Ilmu Kedokteran

Deskripsi : Filsafat Ilmu Kedokteran Editor : Suhartono Taat Putra, Harjanto JM Penerbit : Airlangga university press ISBN : 978-979-1330-78-7 Tahun terbit : 2010 Bahasa : Indonesia Sampul : Soft Cover Ukuran : 15,8 x 23 cm Jumlah halaman : xiv, 108 hlm Sinopsis Filsafat ilmu mempelajari apa sebenarnya hakekat dan dasar dari proses keilmuan. Yang dipentingkan di sini bukan apa yang dihasilkan oleh ilmu, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana proses dari keilmuan itu sendiri dalam menghasilkan ilmu pengetahuan. Dengan mengetahui dasar proses keilmuan, akan lebih mudah mengembangkan sesuatu ilmu serta penerapannya. Profesionalisme membutuhkan pula penghayatan filsafat ilmu, karena profesionalisme akan dapat berkembang dan mengikuti perkembangan ilmu apabila orang mengetahui dasar dari proses keilmuan. Filsafat ilmu erat pula kaitannya dengan etika kedokteran yang saat ini amat dibutuhkan dalam menghadapi masalah etika legal yang sering terjadi di rumah sakit. Materi buku ini disintesis dari berbagai sumber ilmiah. Buku ini meliputi 3 pokok permasalahan. Pertama adalah mengenai filsafat ilmu. Kedua adalah metode ilmiah dan konsep-konsepnya. Dan yang ketiga, mengajak kita untuk berpikir dan komunikasi ilmiah.

Deskripsi : Filsafat Ilmu Kedokteran Editor : Suhartono Taat Putra, Harjanto JM Penerbit : Airlangga university press ISBN : 978-979-1330-78-7 Tahun terbit : 2010 Bahasa : Indonesia Sampul : Soft Cover Ukuran : 15,8 x 23 cm Jumlah halaman : ...

Filsafat Ilmu

Filsafat ilmu yang ditulis dalam buku ini untuk membahas apa (ontologi), bagaimana (epistemologi), dan untuk apa (aksiologi) sebagai wujud kegiatan keilmuan. Selanjutnya juga dikaji hakekat sarana berfikir ilmiah yang patut dikuasai seperti bahasa, logika, matematika dan statistika. Teknologi sebagai bentuk kongkrit penerapan pengetahuan ilmiah dalam memecahkan masalah mempunyai implikasi-implikasi moral dan sosial dalam pelaksanaannya. Materi filsafat ilmu yang terkandung dalam buku ini ada enam bab. Bab pertama tentang pendekatan dan beberapa pengertian filsafat. Bab kedua mengenai pengertian, manfaat dan ruang lingkup filsafat ilmu. Bab ketiga tentang metode, sistem berfikir ilmiah dalam perkembangan ilmu. Bab keempat tentang bangunan teori dalam filsafat ilmu dan pengetahuan. Bab kelima menjelaskan tentang sarana berfikir ilmiah dan prilaku ilmiah sedangkan Bab keenam tentang rangkuman : pengetahuan, metode ilmiah, struktur pengetahuan ilmiah dan ilmu dalam perspektif moral dan politik. Dengan demikian titik berat pembahasan diletakkan pada kesamaan yang terdapat dalam berbagai aliran dan bukan pada pembahasannya. Untuk pembahasan filsafat ilmu ini, maka pendekatan ilmiah dapat dipertanggungjawabkan. Keutamaan kajian Filsafat Ilmu dalam buku ini bukanlah pendalaman yang bersifat teknis, melainkan pengkajian secara menyeluruh. Salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam kajian buku ini untuk senang belajar Filsafat Ilmu, Sehingga pengkajian filsafat ilmu (das sein) tidak pernah bisa dilepaskan dari moral (das sollen). Sebab, ilmu tanpa moral seperti kapal tanpa kompas. Kaitan antara kebenaran (berkonotasi ilmiah) dan keadilan (berkonotasi moral), yang merupakan asas dalam menegakkan hukum Filsafat Ilmu ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak

... tentang usaha kerja sama yang terkoordinasikan dalam mencapai suatu tujuan tertentu yang dapat disebut sebagai administrasi, manajemen, pengelolaan.

Filsafat Ilmu Ekonomi Islam

Suatu ilmu tidak akan mengalami perkembangan apabila tidak ada proses berfikir yang berkelanjutan. Proses berfikir yang terus-menerus disebut dengan filsafat. Semua bidang ilmu pengetahuan berawal dari proses berfikir. Salah satunya adalah Ilmu Ekonomi Islam. Ekonomi Islam merupakan sistem ekonomi yang memiliki landasan hukum al-Qur’an dan al-Hadits, dan sangat berbeda dengan sistem ekonomi konvensional. Bagaimana suatu ilmu ekonomi dapat dikaitkan dengan nilai-nilai agama? mengapa sistem ekonomi Islam berlandaskan al-Qur’an dan al-Hadist? Pertanyaan yang sumbernya adalah dari proses berfikir terkait dengan ekonomi Islam. Dalam buku Filsafat Ekonomi Islam ini, penulis berusaha memberikan gambaran dan deskripsi terkait dengan asal mula proses berfikir manusia yang menghasilkan suatu ilmu hingga menyebabkan filsafat itu terjadi, hubungan Agama dan sistem ekonomi, ekonomi Islam yang berupakan suatu sistem yang tidak bebas nilai, dan gambaran-gambaran lainnya yang dapat memberikan pengetahuan baru terkait dengan bagaimana suatu ekonomi Islam dapat terjadi. Sasaran pembaca: Mahasiswa Fakultas ekonomi dan bisnis, jurusan ekonomi Islam, dan para penggiat ekonomi Islam.

Sejumlah ahli mendefinisikan Ekonomi Islam sebagai studi ekonomi dengan menggunakan prinsipprinsip syariah baik itu dalam aspek makro maupun mikro ekonomi. DAFTAR PUSTAKA Abdalati, Hammudah. 1975. Islam in Focus, American Trust 160 ...

Pengantar Filsafat Ilmu Pengetahuan

Dari David Hume sampai Thomas Kuhn

Buku ini memetakan persoalan-persoalan utama di seputar Filsafat Ilmu Pengetahuan. Hubungan antara filsafat dengan ilmu pengetahuan, akal dan pengalaman, pengetahuan dan kesahihan, metode ilmiah, masalah positivisme sains, perdebatan antara realisme dan anti realisme, pasca positivisme, teori kritis, dan konstruktivisme. Selain itu juga membincang perdebatan hebat berbagai aliran filsafat dalam rentang masa modern hingga posmodern, dari David Hume hingga Thomas Kuhn.

Buku ini memetakan persoalan-persoalan utama di seputar Filsafat Ilmu Pengetahuan.