Etika Berbasis Kebebasan Amartya Sen
Pemikiran Amartya Sen, tokoh dari Bengala dan pemenang Nobel ekonomi, telah mendobrak pengertian kuantitatif-tradisional tentang tujuan pembangunan dengan menekankan bahwa yang menentukan bagi mutu eksistensi manusia yang utuh adalah peluasan keberdayaan dan kebebasannya. Dalam buku ini penulis mengantar pembaca ke pusat pemikiran Amartya Sen itu. Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno Pengajar di Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Setiap klaim kebebasan biasanya membawa-serta efek samping bentuk baru perbudakan. Itulah mengapa cita-cita kebebasan perlu terus-menerus dikawal dengan kritik dan penggalian. Buku ini adalah salah satu pemandunya. Dr. B. Herry-Priyono Pengajar di Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Pembangunan yang seharusnya dilakukan adalah pembangunan manusia. Namun, keinginan itu ternyata sulit secara konsisten diwujudkan dalam kebijakan pemerintah karena faktor kepentingan, pandangan sempit tentang apa yang bernilai dalam hidup manusia, dan pragmatisme. Dalam buku ini, Dr. Sunaryo mengemukakan pemikiran Amartya Sen yang menegaskan bahwa manusia haruslah merupakan tujuan pembangunan. Melalui pendekatan pembangunan sebagai kebebasan, yang dibutuhkan manusia bukan hanya kesejahteraan ekonomi, tetapi juga kebebasan berpendapat, berpolitik, berserikat, dan lain-lain. Sebuah buku yang wajib dibaca oleh pembuat kebijakan pembangunan dan mereka yang ingin meluaskan wawasan mereka tentang masalah-masalah sosial, pembangunan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Pipip A. Rifai Hasan, Ph.D. Pengajar di Universitas Paramadina
- ISBN 13 : 6020338207
- ISBN 10 : 9786020338200
- Judul : Etika Berbasis Kebebasan Amartya Sen
- Pengarang : Sunaryo,
- Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
- Bahasa : id
- Tahun : 2017
- Halaman : 314
- Halaman : 314
- Google Book : https://play.google.com/store/books/details?id=IstGDwAAQBAJ&source=gbs_api
-
Ketersediaan :
... /G C Norma-norma politik mana dan bagi sebuah bahkan warganya ini negara
dapat dite(Nussbaum 2006a, 34-35). Dig Salah satu standar yang ditekankan
Nussbaum adalah tentang perlindungan kualitas hidup kaum perempuan. Dalam
pengalamannya mengajukan gagasan ini di India, Nussbaum harus
menghadapi argumen yang menganggap gagasan ini sebagai proses
pembaratan (westernization). Kebudayaan India yang pada umumnya
didominasi oleh Hindu dan Islam ...