Sebanyak 21 item atau buku ditemukan

Pengantar Studi Ilmu Al-Qur'an

Tersedia pada rak koleksi lantai 1

Problematika Auntentisitas Hadis Nabi Dari Klasik Hingga Kontemporer

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

  • ISBN 13 : 9798767195
  • ISBN 10 : 9798767195
  • Judul : Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
  • Pengarang : Soedharyo Soimin,  
  • Kategori : HUKUM PERDATA
  • Penerbit : Sinar Grafika
  • Klasifikasi : 346
  • Call Number : 346 SOE k
  • Bahasa : Indonesia
  • Edisi : Cet-17
  • Penaklikan : ix, 486 hlm.; 21 cm
  • Tahun : 2018
  • Halaman : 486
  • Ketersediaan :
    0001.21802372
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21802371
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21802370
    (PNJ-001-00115165) Dipinjam sampai 13-09-2019 pada Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21802369
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21802368
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21802367
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21802366
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21802365
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21802364
    (PNJ-001-00164654) Dipinjam sampai 24-07-2026 pada Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21802363
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar

New Business Model in Digital Age

Saat ini diperkirakan ada 6 miliar orang yang selalu terkoneksi, yang siap menyediakan modal melalui model bisnis crowdfunding. Crowdfunding bisa menyediakan modal dalam bentuk saham, utang, atau malah sumbangan. Jadi istilah “memulai usaha dengan modal dengkul” bisa betul-betul ada. Selain permodalan, ada banyak model bisnis lain yang bisa Anda gunakan untuk mendirikan dan mengembangkan bisnis. Untuk mendapatkan supply chain yang lebih efisien, misalnya, tersedia model bisnis crowdsourcing. Tidak hanya untuk kepentingan supply chain, crowdsourcing juga bisa dimanfaatkan untuk mempertahankan kreativitas, sehingga perusahaan selalu bisa menghasilkan produk-produk yang up-to-date. Threadless.com, misalnya, melakukan crowdsourcing untuk proses desain t-shirt yang mereka produksi. Desain terbaik ditentukan oleh komunitas. Setelah suatu desain terpilih menjadi yang terbaik, maka akan diproduksi. Begitu seterusnya, sehingga terus diperoleh desain t-shirt terbaru. Kedua model bisnis tersebut baru menyangkut model permodalan dan model manajemen. Masih banyak model-model bisnis baru (new business model) yang inovatif dan inspiratif disajikan dalam buku ini, seperti model strategi, model CEO, model investasi, dan model produk. Yang lebih penting lagi, New Business Model yang diulas adalah yang relevan dengan abad digital yang sekarang sedang berlangsung. Jadi jangan tunda lagi. Bacalah buku ini dan terapkan isinya dalam bisnis yang Anda jalani untuk bisa eksis terus di era digital.

Ane Avanti (Desainer): Membiayai Wisma Kasih Bunda di Semarang untuk
menolong ratusan anak-anak tak mampu, pendidikan dan pelatihan
keterampilan. • Irwan Hidayat (Dirut Sidomuncul): Mengeluarkan US$ 280.000
per tahun untuk ...

HAMKA

Hamka atau nama sebenarnya Abdul Malik bin Karim Amrullah lahir pada 16 Februari 1908 di Ranah Minangkabau, Sumatera Barat, meninggal dunia di Jakarta pada 24 July 1981 dikebumikan di TPU Tanah Kusir Jakarta. Beliau meninggalkan 10 orang anak, 7 lelaki dan 3 perempuan. Nama Hamka bukan saja terkenal di Indonesia malah di Malaysia, Singapura, Brunei dan beberapa Negara Arab. Beliau diberi gelaran Buya, panggilan masyarakat Minangkabau yang bermaksud ayah atau seseorang yang dihormati. Buya Hamka terkenal sebagai seorang Sasterawan, pendakwah, ulama dan aktivis politik. Buya Hamka mendapat pendidikan awal di Sekolah Dasar Maninjau sehingga darjah dua. Kemudian menyambung pelajaran di Thawalib yang didirikan oleh bapanya sendiri di Padang Panjang. Di situ Buya Hamka belajar agama dan bahasa Arab. Buya Hamka pernah menjadi guru agama pada tahun 1927 di sekolah Agama Perkebunan Tebing Tinggi, Medan kemudian berpindah ke Padang Panjang pada tahun 1929. Buya Hamka pernah menjadi pensyarah di Universiti Islam, Jakarta dan Universiti Muhammadiyah, Padang Panjang dari tahun 1957 hingga 1958. Kemudian beliau dilantik sebagai rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universiti Mustopo, Jakarta. Dari tahun 1951 hingga 1960, beliau memegang jawatan sebagai Pegawai Tinggi Agama Indonesia kemudiannya meletak jawatan kerana mahu aktif dalam politik. Nama Hamka mula dikenali sebagai Sasterawan apabila menulis beberapa buah novel yang diminati ramai hingga sekarang antaranya Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (1937), Di Bawah Lindungan Kaabah (1936), Merantau ke Deli (1940), Tuan Direktur (1939) dan beberapa buah lagi. Sebagai ulama pula Buya Hamka menulis berpuluh buah buku agama antaranya Tasawuf Moden (1939). Falsafah Hidup (1939) Lembaga Hidup (1940) Lembaga Budi (1940) Tafsir al Azhar 1-30 juzuk dan banyak lagi. Selain itu Buya Hamka juga pernah memegang jawatan Pegawai Agama di Kementerian Agama, kemudian terlibat dengan gerakan Muhammadiyah dan Masyumi serta menjadi ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI). Buya Hamka juga sering diundang berceramah di radio dan TV Indonesia. Sebagai ulama Minangkabau, Buya Hamka digelar “Tuanku Syaikh”, berarti ulama besar. Sebagai pejuang kemerdekaan, Buya Hamka mendapat gelaran “Pangeran Wiroguno” dari Pemerintah Indonesia. Sebagai ilmuan Islam, Buya Hamka mendapat gelaran “Ustadzyyah Fakhryyah” (Doctor Honoris Causa) dari Universitas Al-Azhar, Mesir, pada 1959. Buya Hamka juga dianugerahkan Prof Doktor Hamka dari Universiti Kebangsaan Malaysia pada tahun 1974. Buya Hamka pernah ditahan selama dua tahun empat bulan disebabkan perbezaan fahaman politik dengan Presiden Suekarno. Buya Hamka pernah menjadi ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) tetapi kemudiannya meletak jawatan kerana di paksa menarik semula fatwa MUI yang menfatwakan haram hukumnya umat Islam merayakan hari natal.

Buya Hamka terkenal sebagai seorang Sasterawan, pendakwah, ulama dan aktivis politik. Buya Hamka mendapat pendidikan awal di Sekolah Dasar Maninjau sehingga darjah dua.

Historisitas dan signifikansi kitab manaqib Syekh 'Abdul Qâdir al-Jîlã̋̌nî dalam historiografi Islam

On ʻAbd al-Qādir al-Jīlānī and his works in islamic historiography.

8. H.M.Hilman Anshary, Resonansi Spiritual Wali Quthub Syaikh Abdul Qodir
Jilany, Kalam Mulia, Jakarta, 2004. Karya ini hanya mengulas beberapa materi-
materi yang pernah diungkap oleh karya-karya Syekh Abdul Qodir lainnya. 9.
Habib Abdullah Zakiy al-Kaf, Manaqib Syaikh Abdul Qadir al-Jailani; Perjalanan
Spiritual Sulthanul Aulia, Pustaka Setia, Bandung,2003. Penulis yang berdomisili
di Bandung ini, juga nampaknya ingin berpartisipasi dalam mempopulerkan
manaqib ...