Sebanyak 242 item atau buku ditemukan

Harmoni di Negeri Seribu Agama

Bangsa Indonesia sering dilihat sebagai contoh bagaimana masyarakat dengan beragam etnik dan agama bisa hidup rukun, damai, dan berdampingan. Dengan melihat lebih dekat berbagai kehidupan masyarakat yang ada di berbagai pelosok nusantara, tampak jelas toleransi dan kerukunan merupakan napas dan jiwa masyarakat Indonesia. Buku Harmoni di Negeri Seribu Agama, menggali dan memotret interaksi dan relasi sosial keagamaan dalam kehidupan masyarakat di lima daerah, yaitu Kampung Jawa Tondano, Susuru Ciamis, Banuroja Pohuwato, Peunayong Banda Aceh, dan Teluk Gong Jakarta Utara. Buku ini juga menganalisis faktor-faktor yang menjadi perekat hubungan berbagai anggota masyarakat yang beragam agama dan keyakinannya, sehingga bisa menjadi best practices bagi konsepsi kerukunan yang harus dibangun oleh bangsa Indonesia ke depan. Uraian yang argumentatif, sistematis, dan mudah dicerna, menjadi keunggulan tersendiri buku yang sedang Anda pegang ini. Buku ini mengupas soal kerukunan dengan landasan teologi dan fikih kerukunan. Legitimasi keagamaan menjadi penting, sebab dalam masyarakat yang multikultural, sering tidak dapat dihindari berkembangnya paham-paham atau cara pandang yang didasarkan pada ethnosentrisme, primordialisme, politik aliran, dan sektarianisme. Dalam pembahasan banyak diungkap praktik-praktik pluralisme oleh masyarakat di lima daerah di atas, dianalisis berdasarkan fikih kerukunan. Melalui fikih kerukunan kita menemukan landasan praktik-praktik pluralisme oleh masyarakat dan juga batasan-batasannya dalam pola interaksi sosial keagamaan, sehingga tidak jatuh pada singkretisme. Buku ini sekaligus merupakan refleksi penulisnya sebagai peneliti kehidupan keagamaan di Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama terhadap konsepsi keagamaan tentang kerukunan. Sebab pluralisme, kerukunan, dan toleransi secara intrinsik ada dalam semua doktrin agama, namun fakta menunjukkan bahwa berbagai konflik sering bermunculan, bahkan ternyata konflik dengan latar belakang agama mendominasi. Agama memang diakui di samping mempunyai karakter sebagai perekat sosial, juga memberikan ruang bagi terjadinya konflik. Semoga buku ini bisa menjadi landasan teologis dan panduan praktis bagi para pemimpin dan tokoh masyarakat dalam mempertahankan dan membangun kerukunan di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang sangat plural. Integrasi nasional merupakan salah satu masalah terpenting dalam upaya membangun bangsa ini. Strategi pengelolaan keragaman agama yang baik akan melahirkan sikap beragama yang menghargai keragaman dan perbedaan, yang diharapkan akan berkontribusi bagi upaya persatuan dan pembangunan bangsa sesuai yang dicita-citakan.

Abdul Jamil Wahab, M.si. Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan,
maka ... Salah satunya adalah Ibnu Mas'ud, Al-Hasan, An-Nakhai, dan Umar ibn
Abdul Aziz. Ibnu Hajar menulis dalam Fath al-Bari, bahwa Abu Amamah dan ...

Renungan iman di kampus putih

kumpulan khutbah-khutbah di Masjid A.R. Fachruddin

Di hari Nahar ini (yaum al-nahr), marilah kita senantiasa memohon perlindungan
kepada Allah agar hidup kita tetap ... Ibadah Qurban dari segi rukun adalah
menyembelih hewan yang memenuhi syarat, ternak yang baik dan tidak cacat, ...

Nikmatnya Bersyukur: Merajut Gaya Hidup Penuh Bahagia

Untuk menggapai cita-cita, manusia bisa berusaha sekuat tenaga dengan memaksimalkan potensi yang telah dikaruniakan Allah. Baik itu potensi zahir ataupun potensi batin. Kemampuan zahir untuk menggerakkan badan agar bekerja dan berusaha. Kemampuan batin untuk menggali potensi ruhaniyah dengan berdoa, mendekat, memohon kepada Allah. Tapi ingat hasilnya, Allah-lah yang menentukan. Sebagai hamba, tugas dan adab kita adalah berusaha, Allah yang punya kuasa untuk menentukan hasil akhirnya. Berhasil atau gagal. Sesuai harapan atau tidak, harus legowo (ridha). Buku ini mengajak kita untuk merenung dan menyadari bahwa jika kita berusaha, dan kemudian berhasil, ada Allah di balik keberhasilan itu. Sehingga kita tidak lupa diri dan menyangka keberhasilan yang kita raih adalah hasil usaha dan kerja keras semata, melainkan karena pertolongan Allah. Di sisi lain ketika usaha telah maksimal kita lakukan, tapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan tak lantas membuat kita terpuruk dan putus asa. Allah punya rencana yang lebih indah dan terbaik untuk hamba-hamba-Nya. Allah maha adil, pengasih dan penyayang, sehingga tidak mungkin menjadikan hamba-Nya sengsara. Sebaliknya Allah ingin hamba-Nya sehat, sejahtera dan bahagia. Berusahalah dan biarlah Allah yang menentukan hasil akhirnya. Terimalah dengan ridha pemberian Allah, maka Allah ridha dengan diri kita. Jika Allah ridha, maka beruntunglah diri kita di dunia dan di akhirat kelak.

... ucapan terima kasih sebagai orang yang ramah dan para senior bersedia
untuk memberikan lebih banyak informasi yang dibutuhkan bagi para adik
kelasnya. mengutip wa bahagia. pandang tingkah Pada remaja laku bulan an
Selain hasil ...