Strategi Mengelola Konflik dalam Inovasi Organisasi dan Pendidikan di Madrasah/Sekolah yang Unggul
Konflik yang terjadi dalam sebuah lembaga atau organisasi termasuk madrasah, jika dibiarkan terlebih pada lembaga atau organisasi yang baru mengadakan dan sedang berkembang, maka semakin besar. Dan ini memerlukan seorang pemimpin yang mampu mengelola konflik agar tetap dapat mencapai tujuan yang ditetapkan. Dan salah satu pemimpin yang mampu menurut hasil penelitian ini adalah pemimpin transformational. Dan jika di lembaga pendidikan khususnya madrasah, maka yang cocok adalah “Pemimpin Transformational Plus”. Dan lebih-lebih jika lembaga pendidikan atau madrasah ingin cepat mengadakan inovasi dan pengembangan dengan cepat, maka yang cocok adalah pemimpin transformational plus.
Konflik yang terjadi dalam sebuah lembaga atau organisasi termasuk madrasah, jika dibiarkan terlebih pada lembaga atau organisasi yang baru mengadakan dan sedang berkembang, maka semakin besar.
Kerusakan fungsi lingkungan dan menurunnya daya dukung lingkungan di Indonesia perlu diatasi oleh semua kalangan masyarakat, termasuk kalangan civitas akademika di sekolah/madrasah yaitu siswa, guru, TU dan semua stakeholder sekolah/madrasah. Kesadaran terhadap lingkungan hidup dan perilaku ramah lingkungan perlu dijadikan materi pendidikan, yang tidak saja diajarkan di ruang kelas tetapi juga dipraktikkan dalam kegiatan sehari-hari di luar kelas. Perilaku ramah lingkungan dapat dilakukan mulai dari hal yang sepele, memungut sampah kemudian dikumpulkan di tempat yang disediakan, mematikan lampu yang tidak digunakan, menggunakan air secukupnya dan lain sebagainya. Indonesia sebenarnya memiliki kekayaan sumber daya alam dan daya dukung lingkungan hidup yang luar biasa. Namun perilaku masyarakat yang salah dalam pemanfaatan sumber daya alam dan daya dukung lingkungan membuat masyarakat sengsara dan tidak sejahtera. Perilaku masyarakat yang salah telah menyebabkan luas hutan makin menyusut, cadangan air tanah makin langka, sementara itu di musim hujan air sungai meluap menimbulkan banjir, tanah longsor dan banyak kerugian lainnya yang diderita masyarakat. Salah satu upaya untuk melestarikan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan pada umumnya, adalah melalui jalur sekolah atau pendidikan. Melalui pendidikan akan diberikan bekal kepada siswa sekolah/madrasah untuk dapat bertahan hidup, memahami dan mengenali potensi dan daya dukung lingkungan, serta memiliki kemampuan untuk pengelolaan dan pelestariannya.
Kerusakan fungsi lingkungan dan menurunnya daya dukung lingkungan di Indonesia perlu diatasi oleh semua kalangan masyarakat, termasuk kalangan civitas akademika di sekolah/madrasah yaitu siswa, guru, TU dan semua stakeholder ...