Sebanyak 220 item atau buku ditemukan

Kuliah Jurusan Apa? Fakultas Seni Rupa dan Desain

Banyak anggapan bahwa kuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) mudah, kerjanya cuma gambar-gambar doang. Tidak sulit dan tidak keren, karena tidak ada matematikanya. Kemudian anggapan bahwa profesi seniman, tidak menjanjikan masa depan yang cemerlang, hidup urakan, berambut gondrong, dan jarang mandi. Sehingga para orangtua tidak rela putra-putrinya memilih program studi Seni Rupa dan Desain sebagai pilihan studi di Perguruan Tinggi. Benarkah kuliah di FSRD gampang dan hanya gambar-gambar saja? Sekarang coba bayangkan bentuk bangku, selain bangku sekolah dan bangku di warung baso. Coba temukan ide bangku sebanyak dua puluh jenis dan tuangkan dalam gambar. Berapa yang dapat pembaca ciptakan? Dua puluh, sepuluh, atau DUA saja? Mencipta erat kaitannya dengan kreativitas, cita rasa, perlu proses, studi banding, dan pemikiran yang menyeluruh, sebanding sulitnya dengan matematika. Melalui buku “Kuliah Jurusan Apa? Fakultas Seni Rupa dan Desain”, sahabat muda terutama peserta didik yang masih duduk di bangku SMA akan mendapatkan penjelasan tentang: • Berbagai pilihan program studi di FSRD, materi yang diajarkan, dan lapangan kerja setelah lulus. • Sistem penyelenggaraan pendidikan. • Kriteria dan prinsip penilaian di FSRD. • Strategi belajar dan manajemen waktu. • Pentingnya portofolio sebagai cermin diri. • Testimoni dan karya beberapa alumni FSRD. Setelah membaca buku ini, sahabat muda bersama-sama para orangtua akan semakin memahami profesi seniman dan desainer di masa yang akan datang. Seniman yang bisa menghargai waktu, menepati janji, menciptakan pekerjaan, dan tentu saja KEREN!

Banyak anggapan bahwa kuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) mudah, kerjanya cuma gambar-gambar doang.

Modes of Thinking for Qualitative Data Analysis

Melissa Freeman describes five modes of thinking or analytic strategies for qualitative research to demonstrate how each puts into action a distinct theoretical orientation and goal for research.

Melissa Freeman describes five modes of thinking or analytic strategies for qualitative research to demonstrate how each puts into action a distinct theoretical orientation and goal for research.

Cara Efektif Mengenalkan Rukun Iman Pada Anak Usia Dini

Mengenal konsep Ilahiah atau Akidah Islamiyah merupakan fondasi utama bagi seorang muslim. Untuk itu, fondasi akidah ini perlu ditanamkan sejak usia dini atau kanak-kanak. Mengapa demikian? Karena masa kanak-kanak adalah masa yang paling jernih pemikirannya. Pada usia tersebut, hati, akal, maupun pemikirannya masih terbuka luas untuk memahami agamanya. Selain itu, anak merupakan titipan Allah Swt.. Sebagai generasi penerus maka orang tua, pendidik, keluarga, dan lingkungan masyarakat di sekitar adalah pihak yang mendapat amanah untuk membentuk anak menjadi seorang hamba yang bertaqwa. Buku ini merupakan pedoman bagi para orang tua maupun pendidik dalam mengenalkan konsep rukun iman kepada anak usia dini. Buku ini juga memberikan contoh-contoh metode yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad Saw. dalarn mengajarkan keimanan kepada anak-anak. Pada bab terakhir, pembaca akan diberikan metode-metode menanamkan rukun iman kepada anak usia dini dalam berbagai bentuk lembaran kegiatan. Aktivitas tersebut untuk dilakukan di rumah maupun di sekolah, seperti kisah-kisah yang berhubungan dengan rukun iman atau lembar aktivitas pada setiap akhir pembahasannya. Penyusunan buku ini dibuat secara jelas dan praktis, dengan bahasa yang ringan dan mudah dicerna. Selain itu, dilengkapi juga dengan gambar atau foto sehingga memudahkan pembaca untuk cepat memahaminya.

Mengenal konsep Ilahiah atau Akidah Islamiyah merupakan fondasi utama bagi seorang muslim.

The Effectiveness of Causes

The Effectiveness of Causes presents a strong view of causation seen as an operation between participants in events, and not as a relation holding between events themselves. In it, Emmet proposes that other philosophical views of cause and effect provide only a world of events, each of which is presented as an unchanging unit. Such a world, she contends, is a Zeno universe, since transitions and movement are lost. Emmet offers a more complex interpretation of the various forms of causal dependence. She sees immanent causation in the mere persistence of things, where effects are not temporarily separable from causes, and she considers the operation of efficacious grace. This is a new approach to the traditional problem and provides stimulating implications for the other metaphysical questions and for the philosophy of science."

" This is a new approach to the traditional problem and provides stimulating implications for the other metaphysical questions and for the philosophy of science.