Indonesia, Globalisasi, dan Global Village

Buku ini mendiskusikan fenomena yang jarang menjadi perhatian ilmuwan sosial-kemanusiaan Indonesia, walaupun kenyataannya ada di depan mata kita, yaitu globalisasi dan global village. Globalisasi merupakan fenomena yang melanda semua negara dan bangsa di seluruh dunia, di mana pun posisinya dalam peta bumi, tak terkecuali Indonesia. Ini merupakan implikasi dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang bersifat kumulatif sepanjang masa. Capaian-capaian iptek memungkinkan gerak manusia menjadi lebih leluasa baik fisik maupun mentalnya. Gerak fisik bisa saja terbatas jangkauannya, tetapi interaksi manusia melalui capaian prestasi iptek hampir tak terbatas. Berkat kemajuan teknologi transportasi, mobilitas fisik memungkinkan capaian jarak sangat jauh, dan kemajuan tekonologi komunikasi memungkinkan komunikasi dapat dilakukan antarmanusia di seluruh dunia dengan jangkauan lebih luas dan lebih cepat. Buku yang ditulis oleh 23 ilmuwan sosial-humaniora Indonesia ini digagas oleh LIPI, melibatkan akademisi dari 10 universitas negeri dan swasta dari Sumatera sampai Papua. Membaca buku ini terasa sekali bahwa minat ilmuwan Indonesia dalam mengkaji globalisasi dan global village cukup beragam, mulai dari refleksi teori, beragam pengalaman masyarakat Indonesia menghadapi dan merespons globalisasi, sampai pada kesiapan masyarakat Indonesia dalam menghadapi globalisasi.

Kondisi keterbelakangan di Madura itu juga mewarnai pengalaman hidup
Mohammad Noer, tokoh Madura kelahiran Sampang yang pernah menjadi
Gubernur Jawa Timur periode 1971-1976. Semasa kecilnya di ... Meminjam
perspektif ketergantungan Wallerstain, seorang Antropolog Belanda yang
mengkaji Madura, Jonge (1989a: xx) melalui hasil risetnya di desa Parindu (
Sumenep) menunjukkan bahwa Madura sejak lama memang dikenal “daerah
marjinal”. Madura terbuka ...