Islam dan politik di Indonesia pada masa demokrasi terpimpin, 1959-1965

Ungkapan "tanpa Kiai Wahab bukan lagi Nahdlatul-'Ulama", seperti yang kita
kutip di atas, hanyalah semakin memperkuat tesis kita bahwa seorang kiai yang
dipercayai punya kharisma adalah seorang yang berada dalam posisi untuk
memberi "kata-putus" dalam memecahkan suatu persoalan krusial dalam
budaya pesantren. Tapi apakah budaya yang semacam ini akan mampu
bertahan dalam menghadapi perubahan sosial, di mana akibat arus pendidikan,
orang sudah menjadi ...