Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

Metodologi Kajian Tradisi Lisan (Edisi Revisi)

Tradisi lisan diartikan sebagai segala wacana yang diucapkan, meliputi yang lisan dan beraksara atau dikatakan juga sebagai sitem wacana yang bukan aksara. Konsep yang dihasilkan salah satu perumusan persidangan para lokakarya tersebut di atas tidak dimaksudkan untuk membatasi keluasaan aspek yang terkandung di dalamnya. Dalam melakukan kajian mengenai tradisi lisan atau mengenai apa yang sudah didengar dan ditontonnya, seorang peneliti akan menghadapi berbagai kendala metodologis.

Ketika diwawancarai, para penonton memberi makna dengan mengacu kepada
teks-teks ataupun pemahaman dari bidang kehidupan lain seperti pendidikan,
agama, politik, sosial, budaya maupun ekonomi. Kerangka pikir penonton
merupakan “jaringan” kait mengkait antara berbagai macam makna dari aspek
kehidupan dan tidak muncul tiba-tiba atau dalam keadaan hampa. Kerangka
tersebut dapat dilihat sebagai “kontinuum” dari sebuah proses pemaknaan
aspek-aspek ...