Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Psikologi Untuk Indonesia Tangguh dan Bahagia

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Begitu banyak bukti kebesaran bangsa ini, salahs atunya adalah candi Borobudur. Candi Borobudur merupakan tinggalan sejarah sebagai karya anak bangsa yang menjadi bukti bahwa Indonesia adalah bangsa yang kuat. Nama-nama besar putra Indonesia di beberapa bidang keahlian tidak hanya dikenal di dalam negeri tetapi dunia. Sanggupkah bangsa Indonesia melahirkan kembali tokoh-tokoh besar? Bangsa yang kaya tidak dapat menjadi besar apabila tidak didukung oleh pribadi yang tangguh. Buku pertama dari Seri Psikologi untuk Indonesia ini mengajak pembaca untuk memotret, mengkaji, dan menguji berbagai konsep dan teknik yang dapat diterapkan dalam membangun ketangguhan dan kesejahteraan bangsa. Bagian awal buku ini memotret ancaman terhadap kemajuan Indonesia yaitu persoalan prestasi belajar matematika, kesejahteraan siswa, dan darurat adiksi internet. Bagian lain dari buku ini menyajikan proposisi yang dapat digunakan untuk mempersiapkan generasi bangsa yang tangguh. Upaya mendongkrak prestasi dalam bidang akademik, olah raga, maupun perusahaan menjadi contoh kiprah psikologi untuk bangsa. Kiprah ini diharapkan semakin menguat dan dampaknya semakin meluas pada saat pengembangan ilmu bergandengan erat dengan organisasi profesi dalam mewujudkan Indonesia tangguh dan bahagia.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar.

Psikologi Untuk Indonesia Maju dan Beretika

Bangsa yang besar adalah bangsa yang peduli terhadap sumber daya dan berbagai proses yang ada di bumi. Kebesaran itu tidak akan terpelihara tanpa kepedulian dari para warganya. Berbagai tindakan berkedok demi memajukan bangsa sering kali ditumpangi tujuan jangka pendek dan kepentingan orang-orang tertentu saja. Buku kedua dari Seri Psikologi untuk Indonesia ini memuat kajian utama tentang korupsi, yang hingga kini masih merupakan salah satu perilaku yang terbukti merusak generasi, baik dari kesempatan memperoleh sumber daya yang seharusnya dapat dinikmati maupun mental yang menentukan kemampuan untuk bertahan. Harapan pertama jatuh kepada proses pendidikan dan pemahaman terhadap perubahan dan dinamika perkembangan moral generasi penerus. Apa daya harapan ini masih menggelantung tanpa tahu kapan akan mendekat sehingga masih membutuhkan waktu untuk mewujudkannya. Berbagai upaya yang terkait permasalahan psikologis ini perlu memperhatikan terhadap persepsi, harapan, maupun evaluasi masyarakat terhadap apa yang dilakukan. Kepedulian dalam membangun bisnis, berkomunikasi, maupun pengembangan riset yang beretika menjadi fokus kedua dari buku ini. Bahasan lain yang juga berfokus terhadap advokasi literasi kesehatan mental, baik kepada masyarakat umum maupun anak/remaja usia sekolah hingga insan berusia emas ‘lansia’. Berbagai upaya yang dilakukan akan semakin memberikan dampak positif manakala konsep pendidikan yang khas budaya Indonesia dijadikan referensi dalam mengembangkan proses menuju terciptanya insan psikologi yang dirindukan masyarakat. [UGM Press, UGM, Gadjah Mada University Press]

UAN yang mengukur kelulusan melalui beberapa mata pelajaran tertentu tersebut (Matematika, Bahasa, IPA) juga dianggap menganaktirikan kompetensi lain ...