Nabi Muhammad Saulaullahu Alaihi Wassalam adalah Nabi terakhir dari 25 nabi yang diutus Allah di muka bumi ini. Beliau adalah sang Rasul kekasih yang paling dicintai Allah Ta’ala. Beliau adalah seorang pemimpin adil dan bijaksana yang sangat mencintai umatnya. Bahkan ketika detik-detik menjelang sakratul mautnya, beliau selalu menyebut "umaati..umatti.." yang artinya adalah "umatku...umatku...". Begitu besar dan cintanya beliau kepada kita sampai-sampai di penghujung kehidupan insan paling mulia itu malah memikirkan kita, bukan keluarganya, bahkan bukan dirinya sendiri, allahumma sholialla muhammad, waalalaihi muhammad.
Beliau adalah sang Rasul kekasih yang paling dicintai Allah Ta'ala. Beliau juga
seorang pemimpin yang sangat mencintai umatnya. Kasih sayang beliau kepada umatnya tak terbatas. Hal itu terlihat pada suatu waktu Nabi Muhammad saw.
Penelitian menunjukkan, lebih banyak kasus komplikasi (gangguan) yang terjadi pada janin laki-laki ketimbang janin perempuan. Anak laki-laki lebih rentan terkena Sizofrenia dan retardasi mental. Disinyalir ada 200 penyakit genetik yang hanya menyerang laki-laki dan tidak pada perempuan. Anak laki-laki dua kali lebih banyak menderita autism dan enam kali lebih banyak mengalami gangguan konsentrasi. Anak laki-laki lebih banyak menderita gagap, kesulitan bicara dan dyslexia. Anak laki-laki enam kali lebih banyak mengalami gangguan belajar, tiga kali lebih banyak menderita kecanduan, empat kali lebih banyak mengalami gangguan emosi. Satu berbanding empat, perempuan dibanding laki-laki yang gagap. Kelak, saat dewasa lebih banyak laki-laki yang mengalami kasus transgender dibanding perempuan. Bayi laki-laki membutuhkan lebih lama kemelekatan dengan ibunya karena ada beberapa area dalam otaknya yang membutuhkan waktu berkembang lebih lama ketimbang anak perempuan. Bagaimana seorang anak laki-laki memelihara dan mengembangkan natur kelelakiannya di tengah dekapan ibu? Haruskah anak lelaki lebih sering bersama ayahnya dibandingkan dengan ibu? Haruskah anak laki-laki dijauhkan dari kasih sayang ibu demi menjaga unsur maskulinitasnya? Apa urgensi peran ibu dalam mendampingi anak laki-lakinya tumbuh? Buku ini akan mengupas tuntas pola asuh ibu terhadap anak lelaki. Terutama pengasuhan spiritual ibu terhadap anak laki-lakinya
Pengasuhan atau pola asuh erat kaitannya dengan karakter orang tua. Pendekatan ala teori perilaku (behaviorism) menonjolkan perlakuan fisik"" yang bisa diukur, bisa dilihat, dan bersiiat eksternal. Anak baru mau patuh bila diberi hukuman pada perilaku yang tidak diharapkan. Anak akan termotivasi belajar bila diberi hadiah (reward). Pengalaman batin, kesadaran, inspirasi, kasih sayang, motivasi intrinsik, dan semua hal yang menjadi blue-print khas insaniah seolah dinafikan begitu saja. Tugas orang tua mengawal anak-anak tumbuh memang tidak ringan. Kadang kita menyesali dan menangis sedih ketika melihat betapa banyak tindakan kita yang menyakiti hati mereka. Betapa sering kita mengabaikan sinyal-sinyal kebutuhan mereka. Betapa cepat waktu berlalu sampai tahu-tahu semua itu terpola menjadi karakter. Tanpa sadar kita mengulang-ulang kesalahan yang sama, padahal kita benci bila anak melakukan kesalahan berulang-ulang.