Sebanyak 5 item atau buku ditemukan

Indonesia dan masalah-masalah pembangunan

Ketergantungan dan keterbelakangan masyarakat di negara sedang
berkembang merupakan kelanjutan dari ekspansi kapitalis negara Barat yang
telah mengalami diferensiasi struktural yang lebih tinggi. Jelasnya, kendati pun
secara politis negara-negara sedang berkembang telah mendapatkan
kemerdekaan, tetapi secara ekonomis, ketergantungan dan keterbelakangan
masih merupakan realitas. Apalagi realitas tersebut juga didukung oleh elite
pribumi yang berperan sebagai ...

Argumen Islam untuk pluralisme

Sjadzali, Munawir, Islam dan Tata Negara, Ajaran, Sejarah dan Pemikiran (
Jakarta: UI Press, 1993). Shofan, Moh., "Mencari Format Baru Pluralisme: Dari
Moral Defensif ke Moral Ofensif". Paper dipresentasikan pada acara Workshop
Pluralisme, Demokrasi dan Civil Society di Puncak Bogor, 6-8 Juni 2007, yang
diselenggarakan oleh PSIK Universitas Paramadina. , Menegakkan Pluralisme
Fundamentalisme Konservatif di Muhammadiyah: Esai-esai Pemikiran Moh.
Shofan dan ...

Argumen Islam untuk liberalisme

Sjadzali, Munawir, Islam dan Tata Negara, Ajaran, Sejarah dan Pemikiran (
Jakarta: UI Press, 1993). Shofan, Moh., "Mencari Format Baru Pluralisme: Dari
Moral Defensif ke Moral Ofensif". Paper dipresentasikan pada acara Workshop
Pluralisme, Demokrasi dan Civil Society di Puncak Bogor, 6-8 Juni 2007, yang
diselenggarakan oleh PSIK Universitas Paramadina. , Menegakkan Pluralisme
Fundamentalisme Konservatif di Muhammadiyah: Esai-esai Pemikiran Moh.
Shofan dan ...

Ensiklopedi al-Qur'an

tafsir sosial berdasarkan konsep-konsep kunci

Encyclopedia of Koran.

Encyclopedia of Koran.

Kontekstualisasi doktrin Islam dalam sejarah

Islamic doctrine, historical viewpoint; collection of articles.

Apakah Nabi Muhammad saw berytihad? Banyak para sahabat membagi
perintah-perintah Nabi ke dalam dua bagian. Yaitu yang berhubungan dengan '
ibadah ritual (kelak disebut huquq Allah) dan yang berhubungan dengan
masalah-masalah sosial (kelak disebut huquq al-'ibad). Mereka menerima yang
pertama secara ta'abbudi, dan yang kedua secara ta'aqquli. Pada bagian kedua,
Rasulullah saw sering berytihad; ijtihadnya boleh jadi benar atau salah. Karena
itu, di sini para ...