Sebanyak 4 item atau buku ditemukan

Epidemiologi dalam manajemen pelayanan kesehatan pada tingkat puskesmas dan posyandu

laporan simposium ilmiah Kongres Nasional V Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia di Ujung Pandang, November 1986

di dalam kegiatan pengelolaan dan pelaksanaan pelayanan KIE dalam bentuk
konseling dan peningkatan mutu ... Pelatihan bimbingan bagi tenaga paramedis
dan PLKB agar diperluas ke seluruh kabupaten / kotamadya di Propinsi Jawa ...

Metodologi Penelitian Kebidanan

Panduan Penulisan Protokol dan Laporan Hasil Penelitian

Buku Metodologi Penelitian Kebidanan terdiri atas 2 bagian yaitu Bagian I tentang Topik-topik yang Mendasari Penelitian dan Bagian II tentang Panduan Penulisan Protokol dan Laporan Hasil Penelitian. Bagian I berisi 10 bab yaitu Ilmu Pengetahuan dan Metodologi Penelitian, Perkembangan Kebidanan dan Kebutuhan Penelitian, Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Kebidanan, Benang Merah dalam Protokol dan Laporan Hasil Penelitian, Jenis-jenis Desain Penelitian, Populasi dan Sampel, Pengumpulan Data, Pengolahan dan Analisa Data, Penilaian Hasil Penelitian, dan Inferensi Penyebab Masalah. Bagian II berisi panduan penulisan protocol dan laporan hasil penelitian untuk D-3 Kebidanan, Skripsi untuk D-4 Kebidanan atau S-1 Kesmas dengan Peminatan Kebidanan dan Karya Ilmiah Magister untuk S-2 Kesmas Peminatan Kespro atau S-2 Kebidanan.

Buku Metodologi Penelitian Kebidanan terdiri atas 2 bagian yaitu Bagian I tentang Topik-topik yang Mendasari Penelitian dan Bagian II tentang Panduan Penulisan Protokol dan Laporan Hasil Penelitian.

Laporan Semiloka Pemanfaatan Data Untuk Meningkatkan Kemampuan Manajemen Dalam Pelayanan Kesehatan di Tingkat Puskesmas, Jakarta, 1-2 Desember 1986

Kita tahu bahwa ditingkat puskesmas, kemampuan dan tenaga yang ada sangat
terbatas, padahal semua program ditujukan untuk mereka, sehingga kita
khawatir kualitas data akan menurun. Menjelang tahun 2000 nanti, kita akan
mulai dari mana? Semoga semi loka ini dapat- menjawabnya, tanggapan
pembawa acara. Komentar terakhir atas makalah yang dibawakan oleh Buchari
Lapau datang dari Dr. Rasyid Odang yang menanyakan apa saja indikator ibu
hamil resiko tinggi ...

Metode Penelitian Kesehatan

Metode Ilmiah Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi (Edisi Revisi)

Buku ini terdiri atas 2 bagian yaitu Bagian I berisi Metodologi Penelitian Kesehatan dan Bagian II yang menerapkan Metode Ilmiah untuk Panduan penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Bagian I berisi sembilan bab yaitu, Metode Ilmiah, Metodologi Penelitian Kesehatan, Keterkaitan Judul dengan Bab-bab Penelitian, Desain dalam Penelitian Kesehatan, Sampel Penelitian Kesehatan, Pengumpulan Data Kualitatif dan Kuantitatif, Pengolahan dan Analisa Data Kualitatif dan Kuantitatif, Validitas, Reabilita dan Objektifitas dalam Penelitian, dan Pembahasan Sebab Akibat. Keunikan dari buku ini terletak pada Bab III Bagian I yaitu Keterkaitan Judul dengan Bab-Bab Penelitian. Tiap-tiap universitas, fakultas, sekolah tinggi, bahkan program studi mempunyai format tersendiri dalam penulisan skripsi, tesis dan disertasi yang mungkin berbeda dari apa yang dibahas dalam Bab III Bagian I tersebut. Hal ini bukan merupakan halangan untuk mempelajari buku ini, dari mana diharapkan agar pembaca sebagai pembimbing, penguji dan mahasiswa yang dibimbing serta peneliti mengerti tujuan dan memanfatkan Keterkaitan tersebut. Buku ini membahas kualifikasi atau kompetensi yang ingin dicapai untuk masing-masing gelar kesarjanaan yang berpedoman kepada KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) yaitu Level 6 bagi Kualifikasi S1 (Sarjana) yang menghasilkan Skripsi, Level 8 bagi S2 (Magister) yang menghasilkan Tesis, dan Level 9 bagi S3 (Doktor) yang menghasilkan Disertasi, yang contoh-contohnya dijelaskan dan dibahas pada Bagian II, yang merupakan penerapan metodologi yang tetulis pada Bagian I dari buku ini. Dengan demikian, buku ini tidak hanya untuk mempelajari metodologi penelitian, namun juga sebagai pedoman penulisan skripsi, tesis, dan disertasi.

Pelatihan seharusnya direncanakan supaya pewawancara terbiasa melakukan
wawancara dengan maksud melaksanakan role playing dengan supervisi dari
peneliti. l. Tidak adanya responden di tempat pada kunjungan pertama, perlu ...