Sebanyak 3 item atau buku ditemukan

Zaman klasik di Nusantara

tumpuan kajian di Sumatera

History and antiquity of Sumatera.

... biasa (Agatis alga) dan damar wangi atau damar laki-laki (Araucaria
cunninghamii). Getah damar ini mengalir keluar dengan sendiri dan tidak perlu
dibuat torehan. Marsden (1999:106) mengenal pasti jenis damar lain yang
ditemui di ...

Atlas Pelabuhan-Pelabuhan Bersejarah di Indonesia

Atlas sejarah ini merupakan rangkaian dari empat atlas sebelumnya yaitu Atlas Prasejarah Indonesia, Atlas Sejarah Indonesia Masa Klasik, Atlas Sejarah Indonesia Masa Islam dan Atlas Sejarah Indonesia Masa Kolonial. Dalam rangka itulah tahapan berikutnya adalah penulisan Atlas Pelabuhan-Pelabuhan Bersejarah di Indonesia. Pada tahun 1956 pernah terbit buku yang berjudul Lukisan Sedjarah (2 Jilid) ditulis oleh Muhammad Yamin. Isinya foto-foto dengan sedikit narasi tentang perjalanan sejarah Indonesia, dan selebihnya tentang sejarah dunia. Kemudian pada tahun 1980-an buku semacam itu pernah dibuat oleh Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional (Proyek IDSN). Namun buku-buku ini informasinya sangat terbatas dan kurang komprehensif.

... dari spesies pohon pinus dan yang diperdagangkan ada dua jenis, yaitu
damar biasa (Agatis alga) dan damar wangi atau damar laki-laki (Araucaria
cunninghamii). Getah damar mengalir keluar dari pohon dengan sendirinya,
sehingga ...

Pengaruh kebudayaan India dalam Bentuk Arca di Sumatra

Pulau Sumatra telah memiliki sejarah peradaban manusia yang cukup panjang. Berbagai pengaruh budaya yang masuk ke lingkungan penghuni Sumatra cukup banyak. Di antara pengaruh budaya asing yang pernah hadir di Sumatra adalah pengaruh budaya India. Pengaruh kebudayaan India yang pernah hadir di bumi Sumatra antara lain dalam bentuk religi ajaran Hindu atau Buddha, yang diwujudkan dalam bentuk bangunan suci (candi dan stūpa), prasasti, dan arca (batu dan logam). Buku sederhana ini berisi kupasan rinci mengenai arca-arca batu dan logam yang ditemukan di Sumatra. Arca-arca tersebut kini disimpan di berbagai tempat, seperti di Museum Nasional Jakarta, museum-museum negeri di Sumatra, bahkan ada yang disimpan di Museum Leiden (Belanda). Arca-arca yang ditemukan di Sumatra dibuat dalam berbagai gaya seni, seperti gaya seni Amarawati (abad ke-6 Masehi), gaya seni Śailendra (abad ke-8-9 Masehi), gaya seni Cōla (abad ke-11-12 Masehi), gaya seni Siŋhasāri (abad ke-13 Masehi), dan gaya seni Majapahit (abad ke-15 Masehi). Gaya seni yang dituangkan dalam bentuk-bentuk arca ini mencerminkan adanya interaksi budaya di masa lampau antara wilayah Sumatra dan wilayah luar Sumatra, seperti dengan Jawa dan India.

Untuk menentukan identitas lain dari sebuah arca adalah bentuk sanggul dan
kain yang dikenakannya. Seorang pembuat arca tentu memerlukan “model
untuk arca buatannya, dan model itu ada di lingkungan sosial budaya tempatnya
 ...